Showing posts with label cahaya islam. Show all posts
Showing posts with label cahaya islam. Show all posts

Monday, November 23, 2015

Hukum.Riba


1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 1 tahun 2004 menyatakan bahwa praktek perbungaan saat ini baik yang dilakukan Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan individu termasuk salah satu bentuk Riba, dan hukumnya HARAM.
download surat resminya MUI disini → http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf
2. Ketetapan akan keharaman bunga bank oleh berbagai Forum Ulama Internasional, antara lain:
a. Majma’ul Buhuts al-Islamiyyah di al- Azhar Mesir pada Mei 1965.
Ada 300 ulama seluruh dunia berkumpul sepakat tentang ini.
b. Majma’ al-Fiqh al-Islamy Negara- negara OKI yang diseenggarakan di Jeddah tgl 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22-28 Desember 1985.
c. Majma’ Fiqh Rabithah al-‘Alam al- Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah tanggal 12 – 19 Rajab 1406 H.
* Keputusan Dar al-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979
* Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
(Al-Baqarah: 278-279)
Nabi pun terus mengingatkan betapa bahayanya riba, karena efek menghancurkannya bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba..”
Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598)

Saturday, November 7, 2015

Sholat Istisqo

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Tausiyah Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency)
Beberapa bulan ini, beberapa daerah sedang mengalami musim kemarau panjang.Banyakdaerah yang kekeringan,susah mencari air bersih, bahkan terjadi kebakaran hutan.
Ada beberapa upaya mengatasi kekurangan air tersebut, seperti dengan menggali/mengebor tanah lebih dalam lagi hingga ratusan meter, menyediakan tangka air keliling, hingga mengadakan hujan buatan.
Namun sesungguhnya, ada satu lagi upaya yang tidak hanya mengandalkan kekuatan tenaga dan pikir semata.Tetapi upaya ibadah, memohon kepada Allah Sang Maha Kuasa, Yang Maha Segalanya, Yang menciptakan musim kemarau dan yang mengirimkan hujan, yakni mengadakan shalat istisqa, shalat minta hujan.
Pengertian Istisqa
Istisqa secara bahasa artinya meminta air minum dari orang lain untuk diri sendiri atau untuk orang lain.
Di dalam Kitab Fathul Bari Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan, shalat istisqa adalah shalat meminta hujan kepada Allah, ketika terjadi kekeringan, dengan aturan dan tata cara tertentu.
Shalat Istisqa (entitashukum)

Saturday, October 24, 2015

Ngaji Manis

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillah sudah ada aplikasi "MANIS" Majelis Iman Islam untuk android, kelebihan aplikasi ini :

1. Materi disusun menurut kategorinya sehingga mudah dipelajari
2. Mudah meninjau materi-materi yang belum dibaca/dipahami
3. Update materi otomatis dikirim setiap hari ke gadget anda
4. Mudah untuk Copy paste dan share materi
5. Aplikasi ringan dengan tampilan yang menarik.

Silahkan install di Google Playstore (Gratis)

https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

🔍 Sekilas tentang Grup WhatsApp MANIS (Majelis Iman Islam) 🔎

MAjelis imaN dan ISlam atau MANIS adalah salah satu media pembelajaran  agama Islam melalui media aplikasi WhatsApp.

Grup ini diasuh dan dibimbing oleh beberpa Ustadz & Ustadzah:

💜Ust. Ahmad Sahal, Lc
💙Ust. Farid Nu'man, SS
💛Ust. Abdullah Haidir, Lc
💙Ust. Syahroni Mardani, Lc
💜Ustz. Dr. Hj. Aan Rohanah, Lc., M.Ag
❤Ustz. Eko Yuliarti Siroj, S.Ag
💖Ustz. Dra. Indra Asih
💗Ust. Agung Waspodo, SE, MPP
💜Ust. Dr. Wido Supraha
💚Ust. Noorahmat, M.Sc
💛Ust. Samin Barkah, Lc
💙Ust. DH Al Yusni
💜Ust. Rikza Maulan, Lc, MA
💛Ustz. Wirianingsih, M.Si
👥 Dan Asatidzah lainnya

Materi yang akan disampaikan di grup ini Insya Allah sbb :

📌 SIRAH DAN TARIKH
📌 AL QURAN DAN TAFSIR
📌 FIQIH DAN HADITS
📌 TAZKIYATUN NAFS
📌 DA'WAH DAN HARAKAH
📌 MOTIVASI ISLAMI
📌 TSAQAFAH ISLAMIYAH
📌 KELUARGA
📌 TARBIYATUL AULAD
📌 FIQIH MUAMALAT KONTEMPORER
📌 MUHASABAH
📌 Dan Materi Tematik lainnya.

👆Salah satu contoh aplikasi Android yang sdh dibuat.

Jika setiap ustadz/tokoh/icon partai dibuatkan aplikasinya sesuai dgn segmen dan kepakaran profesi masing2, insya Allah akan menjadi salah satu magnet utk menarik follower 50 juta orang...bahkan lebih. 🙏

bahasa/istilahnya dapat dibuat umum dan 'renyah' untuk dinikmati.

Untuk monitoring yang menginstall bisa melalui pendaftaran seperti pd aplikasi tsb.

ndaftaran

Via Web: Klik http://goo.gl/forms/Dx2XkQ0Jtb
Via pesan WhatsApp:

Ketik : Nama - L/P - Asal - No.WA
Contoh: Ahmad - L - Jkt - 0812123456

Sunday, October 18, 2015

Parenting periode 0-7 tahun


Catatan KARIMAH

Pemateri : Ust Habibah Nurul Umah
Hari: Saturday Morning with love 17 Okt '15
Tempat: omah dakwah
Tema: Membersamai anak di periode Raja (0-7 th)
Prolog
✏ QS Ali imron :35
Ketika istri imron mengandung  Maryam (ibu dr nabi isa as) maka ia bernazar agar anak yg dikandungnya nanti mjd anak yg sholih dan bisa berkhidmat di Baitul Maqdis.Hal ini mrp contoh yg baik bagi kita bhw doakanlah anak sjk sblm ia dilahirkan.
✏ QS Ali Imron :36
Setelah Maryam lahir maka istri imron ini mendoakan kebaikan maryam dan keturunannya terlindung dr syetan yg terkutuk.
Dari dua ayat tadi dpt kita lihat betapa istri imron adalah seorang wanita yg sholihah yg mengerti bagaimana seharusnya dia mendidik anak yg akan dilahirkannya.
✏ QS Ali Imron :37
Dan Allohpun mengabulkan doa dan menerima nazar istri imron ini.Setelah maryam lahir  maka oleh Alloh dipilihkan hamba2 Nya yg shaleh utk turut mendidiknya yaitu maryam diasuh dengan pengasuhan yg baik oleh Nabi Zakariya yg mjd pelayan baitul Maqdis.
Maryam tumbuh mjd gadis yg utama dan tekun dlm beribadah.
Setiap kali zakariya masuk ke mihrabnya dia menemukan makanan didekat maryam yg mrp karunia dr Alloh.
✏ QS Ali Imron : 38
Setelah mengetahui keshalihan maryam maka N Zakariya pun merindukan kehadiran anak shg kmd beliau berdoa meminta anak kpd Alloh dengan menghiba krn beliau dan istrinya sdh renta dan sdh lama mrk blm dikaruniai anak.
Dan Allohpin mengabulkan doa N zakariya shg lahirlah N Yahya.
Yg pada perkembangannya nabi yahya yg pertama kali membenarkan nabi isa dan mengikuti sunnah dan jalannya.
Dalam ayat2 selanjutnya diceritakan kemuliaan keluarga imron ini .
(Bisa dilihat didlm tafsir ibnu katsir )
Dari prolog ini kesimpulan yg bisa diambil adalah:
1⃣ jika ingin anak sholih persiapkan sjk sblm menikah (memilih pasangan yg sholih)
Kewajiban ayah thd anak:
# memilihkan ibu yg sholih
# memberi nama yg baik
# mengajarkan alquran

Wednesday, September 23, 2015

Doa Hari Arafah

Pada ygl 9 dzulhijjah, jamaah haji melaksanakan wukuf di Arofah. Ada keutamaan berdoa di hari Arafah. Orang yang tidak berhaji juga mendapat keutamaan Ini.
Dr. Sholih al-Fauzan ketika beliau ditanya, apakah keutamaan doa pada hari ‘Arafah khusus bagi para jamaah haji ataukah umum untuk semua manusia?

Jawaban beliau
الدعاء يوم عرفة عام للحجاج وغيرهم لكن الحجاج على وجه أخص لأنهم في مكان فاضل وهم متلبسون بالإحرام وواقفون بعرفة فهم يعني يتأكد الدعاء في حقهم والفضل في حقهم أكثر من غير الحجاج وأما بقية الناس الذين لم يحجوا فإنهم يشرع لهم الدعاء والاجتهاد بالدعاء في هذا اليوم ليشاركوا إخوانهم الحجاج في هذا الفضل

“Doa pada hari ‘Arafah berlaku umum untuk para jamaah haji dan selain jamaah haji. Akan par jamaah haji lebih khusus karena mereka berada di tempat yang mulia, sedang melaksanakan ihram dan melakukan wuquf di arafah. Doa untuk mereka menjadi sangat ditekankan. Keutamaan untuk mereka lebih banyak dari pada selain jamaah haji.

Adapun masyarakat lain yang tidak berhaji, disyariatkan untuk mereka berdoa serta bersungguh-sungguh dalam berdoa pada hari ini, agar sama-sama mendapatkan keutamaan sebagaimana saudara-saudara mereka, para jamaah haji.

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).

Monday, September 21, 2015

Puasa Hari Arafah

    

TADZKIRAH : KEUTAMAAN PUASA ARAFAH
@ Pak Cah

Tahun ini umat Islam di Indonesia kembali menghadapi perbedaan pendapat dalam menetapkan hari Raya Iedul Adha.
Sebagian akan menunaikan Shalat Iedul Adha hari Rabu dan sebagian besar lainnya akan shalat Ied hari Kamis.

Jika anda memutuskan ikut shalat Ied hari Rabu, berarti besok pagi anda Puasa Arafah.
Jika anda memutuskan ikut shalat Ied hari Kamis, berarti Puasa Arafah anda laksanakan hari Rabu.
Tidak perlu bingung dan berdebat soal perbedaan penetapan hari raya Iedul Adha ini. Masing-masing pendapat memiliki dalil dan hujjahnya.

Pilih saja sesuai pemahaman dan kemantapan hati anda.
Sebagaimana kita ketahui, salah satu amalan utama di bulan Dzulhijjah adalah Puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Arafah ini memiliki  keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun.
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).
Hukum puasa Arafah adalah sunnah bagi yang tidak berhaji. Sedangkan orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).
Setelah kita mengetahui hal ini, tidak layak kita meninggalkan puasa Arafah, karena begitu besar keutamaannya.
Selamat menunaikan Puasa Arafah. Semoga Allah ampuni semua dosa kita.
Aamiin.
    

Idhul Adha, Kapan?

Idul Adha dan Ibadah Haji: Kapan?

Sekalipun setiap tahun umat Islam selalu merayakan hari raya Idul Adha, ternyata masih banyak pertanyaan di lapangan: apakah hari raya Idhul Adha tidak ada hubungannya dengan ibadah haji yang sedang berlangsung di kota Makkah? Dengan kata lain, apakah orang-orang Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji tidak mesti melaksanakan Idul Adha di hari yang sama dengan yawmun nahr? Atau malah sebaliknya bahwa Idul Adha adalah merupakan solidaritas umat Islam yang tidak berhaji terhadap sauadaranya yang sedang berhaji? Lalu bagaimana dengan puasa Arafah? Apakah umat Islam dalam berpuasa tidak harus tepat pada hari Arafah atau harus menyesuaikan dengan pelakasanaan wukuf di Arafah? Lalu bagaimana dengan ikhtilaful mathaali’ (perbedaan terbitnya bulan)? Apakah ru’yatul hilal tidak menjadi persyaratan untuk Idul Adha, atau itu persyaratan seperti dalam pelaksanaan Ramadhan?

Pertanyaan ini sangat penting untuk dijawab, sebab perbedaan umat Islam dalam melaksanakan Idul Adha adalah karena perbedaan persepsi dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Banyak orang Islam di berbagai negara tidak bisa melaksanakan Idul Adha di hari yang sama karena perbedaan pemahaman dalam menyikapi pertanyaan-pertanyaan di atas. Ada yang melihat bahwa untuk Idul Adha harus ru’yah, maka puasa Arafah tidak harus sama dengan hari wukuf, begitu juga Idul Adha tidak harus sama dengan yawmun nahr. Ada yang melihat bahwa puasa Arafah dan Idul Adha adalah solidaritas terhadap Umat Islam yang sedang berhaji, maka ia harus dilaksanakan di hari yang sama dengan wukuf dan yaumun nahr.

Tuesday, September 15, 2015

10 hari pertama bulan Dzulhijjah

 10 Hari Pertama Dzulhijjah 
1). Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam HR. Bukhari:
+ "Tidak ada satu pun hari dimana Amal Shalih lebih dicintai ALLAH dibanding Amal Shalih yg dikerjakan di 10 hari pertama Dzulhijjah."
- "Wahai Rasulullah, Apakah tidak juga jihad fii sabilillah?" (Apakah jihad tidak bisa mengalahkan Amal-2 yg kita lakukan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah).
+ "Ya, tidak juga jihad fii sabilillah, kecuali seseorang yg berangkat ke medan jihad dgn membawa jiwa dan seluruh hartanya lalu ia tidak kembali lagi ke kampung halamannya (mati syahid)."
◆Hadits ini membuka mata kita bahwa 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah sangat prestisius, ini adalah prime time-nya Ibadah.
◆Para ulama mengatakan:
"Ulama ijma, jika kita boleh membandingkan, maka 10 hari ini lebih utama daripada 10 hari pertama dan 10 hari kedua bulan Ramadhan. Karena hari-2 ini hanya bisa disaingi oleh 10 hari terakhir Ramadhan."
◆Bahkan sebagian Ulama seperti Ibnu Rojab mengatakan:
"10 hari ini lebih utama daripada 10 hari terakhir bulan Ramadhan kecuali Lailatul Qadar."
◆Sa'id bin Jubair salah satu murid terbaik Ibnu Abbas mengatakan:
"Jika masuk 10 hari pertama Dzulhijjah, jangan matikan lampu rumah kalian di malam hari (begadanglah kalian)"
◆Ibnu Umar dan Abu Hurairah berdzikir dan bertakbir ketika memasuki 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
2). Yg dimaksud Amal Shalih disini adalah jika jenis dan hukumnya sama, sama-2 wajib, sama-2 sunnah. Adapun kalau yg satu wajib dan yg kedua sunnah, maka yg lebih utama adalah yg wajib.
BONUS...!!!
● Kalau kita bisa mengisi 10 hari ini, maka kita akan mendapatkan bonus Pahala, yaitu Pahala menghidupkan sunnah yg hampir punah.
◆Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam HR. Muslim:
"Barangsiapa yg menghidupkan sunnah nabi yg hampir punnah, yg sudah mulai langka di masyarakat, maka kita mendapatkan Pahala menghidupkan sunnah disamping pahala mengerjakan sunnah tersebut."
3). Para Ulama membahas dan mengkaji mengapa 10 hari pertama ini begitu berharga?
◆Ibnu Hajar menjelaskan:
"Karena hanya di 10 hari inilah, seluruh Ibadah pokok mungkin untuk dikerjakan, bisa untuk diAmalkan."
◆Ibadah pokok yaitu 5 rukun islam:
1). Syahadatain
2). Shalat
3). Zakat
4). Puasa
5). Haji hanya bisa dikerjakan di 10 hari pertama ini dan ini yg membuat unggul dari bulan-2 yg lain.

✏ Bagaimana cara menyambutnya...?

1• Prioritaskan Amalan-2 yg waijb seperti Shalat 5 waktu, Zakat, Bayar Hutang Puasa, Birrul Walidain, MeNafkahi Keluarga, Taat kepada Suami, Mengasuh dan Mendidik Anak dll.
◆ALLAH berfirman dalam hadits qudsi riwayat Bukhari:
"Tidak ada satu pun Amalan yg lebih aku cintai dibanding Amalan yg Aku wajibkan atas dirinya."
● Khususnya mengerjakan Hajjatul Islam (haji yg pertama) bagi yg mampu.
◆ALLAH berfirman dalam QS. Al Hajj (22) ayat 27:

‏﴿٢٧﴾ وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

(27) Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dgn berjalan kaki, dan mengendarai unta yg kurus yg datang dari segenap penjuru yg jauh.
Yg mengundang kita adalah ALLAH dan yg memberikan undangan adalah Nabi ibrahim -'alaihissalam-.

◆Oleh krn itu ALLAH berfirman; "Orang yg memiliki Iman akan berangkat walaupun harus berjalan kaki atau naik unta yg kurus, dari seluruh penjuru Dunia."

◆Ulama mengatakan:
"Tidak ada satu ayat pun yg mewajibkan kita untuk beli rumah, untuk beli mobil, tapi ALLAH mewajibkan kita untuk berangkat Haji."
◆Umar bin Khattab berkata:
"Barangsiapa yg mampu Haji namun ia tidak mengerjakannya, maka aku tidak peduli apakah ia mati dalam keadaan Islam, Yahudi, atau Nashrani."
●Keluarga Imam Damasyqi, untuk bisa Haji maka mereka menjual rumah.
◆Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
"Tamu ALLAH ada 3, (1). Orang yg berJihad, (2). Orang yg berHaji, (3). Orang yg berUmroh. ALLAH mengundang mereka dan mereka penuhi undangan-NYA, maka ALLAH kabulkan doa mereka."
◆Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
"Selang-selinglah antara Haji dan Umroh karena dua Ibadah ini akan menghilangkan dosa dan kemiskinan."

2• Puasa
•1). Puasa Arafah, yaitu Puasa tanggal 9 Dzulhijjah.
◆Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam HR. Muslim:
"Puasa tanggal 9 Dzulhijjah menghapuskan Dosa yg lalu dan yg akan Datang."
•2). Puasa Senin-Kamis
•3). Kalau bisa Puasa setiap hari, maka puasa setiap hari, dari Tgl 1-9 Dzulhijjah.
◆Dalilnya dalam HR. Abu Daud, bahwa nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- berpuasa di 9 hari pertama bulan Dzulhijjah, walaupun Aisyah mengatakan bahwa beliau tidak pernah melihat nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- berpuasa di 9 hari Dzulhijjah.
◆Aisyah dan istri-istri nabi yg lain adalah orang yg terpercaya, maka kaidah mengatakan:
"Jika dua-2nya valid, maka yg menetapkan lebih didahulukan daripada yg meniadakan, karena yg menetapkan memiliki info yg tidak dimiliki oleh yg meniadakan. Mereka hanya menyampaikan apa yg mereka lihat."
(Al Baihaqi).

Monday, September 14, 2015

Adab 10 menyambut idhul adha

🌺🍃🌻🌿
Bismillah, sore ini إن شآء الله, pemerintah melalui Kementrian Agama akan melakukan Sidang Itsbat penentuan tanggal 1 Dzulhijjah 1936 H.
Mengingatkan bagi ikhwah yang sudah meniatkan untuk berqurban tahun ini, apabila besok ditetapkan 1 Dzulhijjah, maka mulai malam ini sejak tenggelamnya matahari, untuk tidak memotong kuku atau rambutnya.
Berikut sebagai muroja'ah:

🔏✒FIKIH RINGKAS dalam BERKURBAN 8⃣🔪
======================

🔰 Beberapa Hukum Berkaitan dengan Orang yang Berkurban🔰

📋📌 Berikut beberapa hukum yang harus diperhatikan oleh seorang yang ingin berkurban:

• 🅰 Ikhlas Mengharap Ridha Allahsubhaanahu wa ta’aalaa...

🌹Niat yang ikhlas adalah kunci diterimanya sebuah amalan...

🔘 Seorang yang berkurban dengan kambing yang mahal harganya, gemuk tubuhnya, dan bagus bentuknya tetapi tidak diiringi dengan keikhlasan maka tidak akan memiliki arti sedikitpun di sisi Allahsubhaanahu wa ta’aalaa,
⚠ “Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darahnya (hewan sembelihan), akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)

📌✔ dan ketakwaan yang paling agung adalah mengikhlaskan niat...

• 🅱 Tidak Boleh Memotong Kuku dan Mencukur Rambut...

📆🌙 Memasuki  sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah...

🚫 Seorang yang telah berniat berkurban tidak boleh memotong kuku dan semua rambut yang tumbuh di tubuh...

🌴 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kulitnya sedikitpun.” 
🔒 (HR. Muslim no. 1977 dari Ummu Salamah radhiyallaahu ‘anha)...

⛵Dalam riwayat lain, “Janganlah sekali-kali ia memotong rambutnya atau memotong kukunya.”

🔆🔅 Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud larangan memotong kuku dan rambut adalah menghilangkan kuku baik dengan cara memotong, mematahkan, atau cara lainnya...
⭕ Sedangkan larangan memotong rambut adalah dengan mencukur, memendekkan, mencabut, membakar, menggunakan obat perontok, atau cara lainnya....
❌ Larangan tersebut berlaku bagi bulu ketiak, kumis, bulu kemaluan, dan seluruh rambut yang tumbuh di tubuh.”

🔎 (Al-Minhaj 6/472)

•• Buletin Al ilmu 1432H••

-----------------------------------------

🌠📝 Majmu'ah Manhajul Anbiya
~~~~~
⛅⛅⛅⛅⛅

YANG HARUS DIJAUHI OLEH YANG INGIN BERQURBAN

(Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah)

Jika salah seorang kalian ingin berqurban dan telah memasuki bulan Dzulhijjah, apakah dengan melihat hilal atau menyempurnakan bilangan Dzulqa’dah menjadi tiga puluh hari, maka diharamkan baginya mengambil sedikitpun dari rambut, kuku atau kulitnya hingga ia selesai menyembelih hewan qurbannya berdasarkan hadits Ummu Salamah radiallahu anha, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إذا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أحدكم أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عن شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian telah melihat bulan Dzulhijjah (dalam lafazh yang lain: Jika telah memasuki sepuluh hari Dzulhijjah)  dan salah seorang kalian ingin berqurban, maka hendaknya dia menahan dari mengambil rambut dan kukunya.”(HR.Ahmad dan Muslim).

Dalam lafazh yang lain:

“Jangan dia mengambil sedikitpun dari rambut dan kukunya hingga ia berqurban.”[1]

Jika dia meniatkan berqurban dipertengahan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, maka dia harus menahan (tidak mengambil rambut dan kukunya) semenjak awal dia berniat dan tidak ada dosa atasnya apa yang telah lalu sebelum ia berniat.

Adapun hikmah dari larangan ini, tatkala seorang yang berqurban menyertai orang yang sedang menunaikan ibadah haji dalam sebagian amalannya yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih qurban, maka ia menyertainya pula dalam sebagian kekhususan amalan ihram berupa menahan diri dari mengambil rambut dan yang semisalnya.

Hukum ini khusus untuk orang yang berqurban. Adapun yang diikutsertakan namanya dalam qurban, maka ia tidak tidak ada hubungannya dengan hukum ini sebab Nabi n mengatakan “Dan salah seorang kalian ingin berqurban”, Beliau tidak mengatakan “atau yang diikutsertakan namanya dalam qurban.” Demikian pula Nabi n berqurban dengan mengikutsertakan nama keluarganya, namun tidak dinukilkan bahwa beliau n memerintahkan kepada mereka untuk menahannya.

Berdasarkan hal ini, diperbolehkan bagi keluarga orang yang berqurban untuk mengambil rambut, kuku dan kulitnya pada sepuluh hari Dzulhijjah.

Apabila seseorang yang ingin berqurban sudah terlanjur mengambil rambut, kuku atau kulitnya, maka hendaknya ia bertaubat kepada Allah subhaanahu wata’ala, jangan mengulangi perbuatannya dan tidak ada kaffarah (penebus dosa) baginya. Hal tersebut bukan menjadi penghalang baginya untuk berqurban, tidak seperti anggapan sebagian orang awam. Dan jika ia mengambil sesuatu darinya karena lupa atau tidak mengerti hukumnya atau rambutnya gugur sendiri tanpa ia sengaja, maka tidak ada dosa baginya. Jika ia membutuhkan untuk mengambilnya, maka boleh baginya dan tidak ada dosa seperti:

-        Jika kukunya patah dan menyakitinya, maka ia boleh memotongnya, atau

-        Ada rambut yang masuk ke matanya, lalu dia menghilangkannya atau dia perlu memotongnya karena ingin mengobati lukanya, dan yag semisalnya.

_____________
[1]HR.Muslim, Kitab: Al-Adhahi,bab: Nahyi man dakhala ‘alaihi ‘asyara dzilhijjah wahuwa muriidut tadhiyah an ya’khudza min sya’rihi,no: 1977. Abu Dawud Kitab: Adh-Dhahaya,bab: Ar-rajulu ya’khudzu min sya’rihi fil ‘asyr,no: 2791. Tirmidzi, Kitab: Al-Adhahi,bab: Tarku akhdzisy sya’ri liman araada an yudhahhi,no:1523. An-Nasaai, Kitab: Adh-Dhahaya,bab no:1,hadits no:4361. Ibnu Majah, Kitab: Al-Adhahi bab: Man araada an yudhahhi falaa ya’khudz fil ‘asyr min sya’rihi,no:3149. Ahmad(6/289).

 📖
Dari Kitab :
"Talkhis Kitab Ahkam Al Udhiyah wa Adz Dzakat"

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah

Terjemah :
Al-Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

👇💐
http://salafybpp.com/index.php/fiqh-islam/234-yang-harus-dijauhi-oleh-yang-ingin-berqurban

📚 TIS

Monday, August 17, 2015

Menghafal Al-Qur'an di RUMAH TAHFIZH AL QUR'AN (RTA) UTSMANI YOGYAKARTA


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Nglempongsari 1/7 Sariharjo Ngaglik Sleman DIY Indonesia

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

PENDAFTARAN SANTRI MUKIM KHUSUS AKHWAT 

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

🌹TUJUAN🌹

1. Menyiapkan akhwat muslimah yang berkarakter Qur'ani

2. Mencetak akhwat yang hafal 30 juz Al Qur'an (hafizhah) dengan bacaan yang baik dan benar

3. Mencetak kader musyrifah yang amanah

🌹PROGRAM🌹

1. Program tahfizh Al Qur'an selama satu (1) tahun.

2. Khusus bagi yang mengambil konsentrasi musyrifah, ditambah satu (1) tahun pengabdian.

🌹SYARAT PESERTA🌹

1. Minimal lulus SMA / sederajat

2. Usia minimal 17 tahun

3. Wajib mukim di RTA Utsmani dan berhenti dari aktivitas sebelumnya

4. Belum menikah dan berkomitmen tidak menikah selama satu tahun belajar

5. Lancar membaca Al Qur'an dengan tajwid

6. Sudah memiliki hafalan minimal 1 juz.

🌹SELEKSI PESERTA🌹

Seleksi peserta melewati tiga (3) tahap sebagai berikut:

1. Tahap Pertama adalah seleksi administratif.

2. Tahap Kedua adalah seleksi kualitas bacaan Al Qur'an.

3. Tahap Ketiga adalah seleksi kemampuan menghafal Al Qur'an.

🌹SELEKSI TAHAP PERTAMA🌹

1. Peserta yang sudah mendaftar harus memenuhi dan melengkapi persyaratan administrasi, yang terdiri dari :

a. Biodata atau CV (curiculum vitae)

b. Surat Ijin Orang Tua

c. Surat Pernyataan Komitmen Santri

d. Surat Keterangan Sehat dari Dokter

2. Persyaratan administrasi sebagaimana dimaksud pada poin 1 a sampai 1 c, bisa diunduh dari web RTA Utsmani dengan alamat www.rumahtahfidzutsmani.com

3. Setelah semua form sebagaimana dimaksud poin 1 a sampai 1 c diisi, segera dikirim melalui alamat email rtautsmani@gmail.com

4. Surat Keterangan Sehat dari dokter harap di-scan dan dikirim melalui alamat email rtautsmani@gmail.com

5. Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap Pertama dilakukan melalui SMS dan website resmi RTA Utsmani.

🌹SELEKSI TAHAP KEDUA🌹

1. Peserta dari wilayah DIY bisa datang langsung ke RTA Utsmani untuk mengikuti seleksi kualitas bacaan Al Qur'an, pada tanggal 19 - 20 September 2015 mulai pukul 08.00 - 16.00.

2. Peserta dari luar wilayah DIY mengikuti seleksi kualitas bacaan Al Qur'an melalui telepon, pada tanggal 21 - 22 September 2015 mulai pukul 08.00 - 16.00.

3. Peserta yang melakukan seleksi kualitas bacaan Al Qur'an melalui telepon, mendapatkan informasi jadwal seleksi dari Panitia melalui SMS.

4. Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap Kedua dilakukan melalui SMS dan website resmi RTA Utsmani.

🌹SELEKSI TAHAP KETIGA🌹

1. Peserta yang lulus Seleksi Tahap Pertama dan Kedua, wajib mengikuti Seleksi Tahap Ketiga, yaitu seleksi kemampuan hafalan.

2. Proses seleksi dilaksanakan selama empat (4) hari mukim di RTA Utsmani Yogyakarta.

3. Peserta sudah harus tiba di RTA Utsmani paling lambat pada tanggal 28 September 2015 jam 12.00 WIB.

4. Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap Ketiga dilakukan melalui SMS dan website resmi RTA Utsmani.

🌹WAKTU🌹

📙Pendaftaran 

18 Agustus - 17 September 2015

📙Proses Seleksi Tahap Pertama

18 Agustus - 17 September 2015

📙Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Pertama

18 September 2015

📙Proses Seleksi Tahap Kedua

19 - 22 September 2015

📙Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Kedua

23 September 2015

📙Proses Seleksi Tahap Ketiga

28 September - 1 Oktober 2015

📙Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Ketiga

2 Oktober 2015

📙Aktif Belajar

5 Oktober 2015 - 5 Oktober 2016

🌹KOMPONEN BIAYA PENDIDIKAN🌹

Biaya Tahunan
(Opsional sesuai kemampuan)

🔗Rp. 1.000.000 
🔗Rp. 1.500.000

Biaya Bulanan 
(Opsional sesuai kemampuan)

🔗Rp 200.000
🔗Rp 250.000
🔗Rp 300.000

Ada keringanan biaya bagi yang tidak mampu.

🌹TEKNIS PENDAFTARAN🌹

Pendaftaran bisa melalui SMS atau whatsapp (WA) dengan format:

Nama_Usia_Asal_No.HP_Alamat Email

kirim ke nomer 085742806369 (SMS/WA)

Contoh :

IndahRahmawati_19_Jambi_081392XXX_indahr2000@yahoo.com

🌹INFORMASI🌹

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap silakan melalui:

1. Website Resmi RTA Utsmani, www.rumahtahfidzutsmani.com

2. Telepon ke nomer  085742806369 (mbak Ovi Annisa) atau 081237697987 (mbak Auliya).

3. Email ke alamat rtautsmani@gmail.com

🍁🍁🍁🌴🌴🍁🍁🍁

Pembina RTA Utsmani

1. KH. Abdul Wahid
2. Ustadz Cahyadi Takariawan
3. Dr. Siti Urbayatun, Psi.
4. Ida Nur Laila, S.Si., Apt.

Direktur RTA Utsmani

Ir. H. Abdul Aziz
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Friday, July 17, 2015

Adab-Adab Hari Raya Idul Fitri

Assalamualaikum manteman....

Insya Allah semua sepakat, lebaran jatuh pada tanggal 1 syawal....
Dan alhamdulillah ternyata sepakat pula satu syawal 1436 H, jatuh pada hari Jumat.

Yuuk perhatikan yang berikut, sekalipun tadi telah terlaksana, tak ada salahnya diposting ulang. Saya copas dari postingan anonim yang beredar di grup WA.

ADAB ADAB ‘IEDUL FITHRI"

➡1. Mandi Sebelum Berangkat Shalat.
➡2. Memakai pakaian terbaik dan minyak wangi.
Untuk wanita dilarang memakai wewangian dan hanya boleh dipakai untuk suaminya.
➡3. Menyantap Makanan Sebelum Berangkat shalat Idul Fitri. Adapun pada hari raya Idul Adha
disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan sholat
➡4. Pergi menuju lapangan tempat pelaksanaan
shalat Ied. Lebih utama melaksanakan sholat Ied di
tanah lapang ketimbang di masjid.
Karena Rasulullah tidak pernah melaksnakan sholat Ied di dalam masjid kecuali saat hujan. Namun dibolehkan
untuk melakukannya di masjid bila tidak
menemukan tanah lapang.

Hari Raya=Hari Jumat

Subhanallah, tahun ini terkumpul dua hari yang mulia. Hari Raya jatuh pada hari Jumat.

Bagaimana jika Terkumpul Hari Jum’at dan Hari Raya Dalam Satu Hari?

Berikut tuntunannya:

- Jika hari raya dan hari Jumat berbarengan dalam satu hari, gugurlah kewajiban sholat Jum’at bagi
orang yang telah melaksanakan sholat ‘Ied, namun bagi Imam hendaknya tetap mengerjakan sholat
Jum’at agar dapat dihadiri oleh orang yang ingin menghadirinya dan orang yang belum sholat ‘Ied.

Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata,
“Diperbolehkan bagi mereka (kaum muslimin), jika ‘ied
jatuh pada hari Jum’at untuk mencukupkan diri
dengan sholat ‘ied saja dan tidak menghadiri sholat Jumat.” (Ahkamul Iedain , Dr. Abdulloh At Thoyyar).

Wallahu a'lam.

Naah di kampung kami tetap terselenggara sholat jumat. Para warga dengan suka cita juga datang melaksanakan sholat Jumat.

Hehe kan diskon 50%.
Sholat dhuhur 4 rekaat, sholat Jumat 2 rekaat, masih bonus dapat taushiyah.

Monday, March 17, 2014

Syukur dan Husnudzon.


Memang kita bisa memetik banyak hikmah dari manapun. Cerita inspiratif juga tersebar melimpah di dunia maya. Namun rasanya berbeda ya jika mendengarkannya dituturkan oleh orang yang kita percayai? Eh berasa gitu nggak sih? Kalau saya senang mendengar kisah hikmah yang dituturkan, tak sekedar saya baca. Nah ini salah satunya saya sajikan...hihi tapi saya tidak membacakannya, baca sendiri yah..!

Pada suatu hari, saya mengaji dari seorang ustadz, biar berkah, saya bagikan hikmah kepada anda para pembaca: 

Syukur dan husnudzon.

Ada seorang yang mengeluh, doanya tidak segera dikabulkan. Datanglah ia ke seorang ustadz untuk menyatakan kemarahannya.
“ Sudah setahun saya berdoa, tidak juga dikabulkan. Lantas dimana Allah...? Kalau seperti ini, saya tidak mau berdoa lagi...!”

Ustadz yang bijak tersenyum pada muridnya yang sedang gundah.
“ Kamu ini tidak minta saja, diberi, apalagi jika minta....”
“ Kapan saya tidak minta tapi diberi ...?” tanya tamunya heran.
“ Bukankah engkau tidak pernah minta dilahirkan dengan kelengkapan fisik seperti ini ? Dan Allah menciptakan anda dalam kesempurnaan ini. Bukankah anda tidak pernah berdoa minta udara, dan Allah berikan gratis kepada anda ?”
Orang itu diam terpekur. 

“ Tapi mengapa doa saya belum dikabulkan juga...?”
“ Berdoa harus shabar dan husnudzon pada Allah. Jika Allah menyayangi kita, bisa jadi doa kita dikabulkan dalam bentuk yang lain...”
“ Tapi mengapa orang yang berbuat jahat, bermaksiyat, justru malah diberi rizki dan kekayaan...? “
“ Pernahkah anda memberi seorang pengamen yang kumal dan suaranya sumbang, menyanyi di depan anda ?”
“ Pernah ya ustadz...”
“ Mengapa anda memberinya sedangkan ia sungguh bau dan suaranya sungguh menyebalkan...?”
“ Agar ia segera berlalu dan saya tidak perlu membauinya terlalu lama dan tidak mendengar suara cemprengnya...”

“ Memang kita tidak boleh menyamakan Allah dengan manusia, namun barangkali demikian, justru karena doa kita penuh puji-pujian, ditunda pengabulannya agar rajin berdoa, karena berdoa sendiri merupakan ibadah yang mendatangkan pahala....dan tidak semua doa dikabulkan seperti apa yang diminta. Bayangkan jika ada sepuluh pemuda menyukai seorang gadis, semua rajin beribadah dan berdoa, yang akan dikabulkan tetap satu saja. Kan tidak mungkin semua mendapatkan gadis yang sama. ...”

Lelaki yang mengeluh itu manggut-manggut.

***
Berdoa dan husnudzon pada Allah, mungkin sesuatu yang terdengar mudah, namun saat mengaplikasikan tidak mulus. Apalagi terkait faktor waktu dan kenyataan yang masih mengulur taqdir.

Saya ingin melengkapi bahasan ini dengan kisah yang saya dengar dari seorang ustadz. Dalam versi yang lain saya pernah membacanya. Entah ada berapa versi dari kisah ini, mungkin anda pernah menemukan versi yang lain. Namun saya tuturkan saja seperti saya dengar dari seorang ustadz.

“ Pada suatu masa hiduplah seorang budak yang istimewa. Budak ini ingin menjadi orang yang merdeka. Maka pada setiap hari jumat, saat tuannya memberinya waktu istirahat, ia bekerja freelance untuk memperoleh upah. Upah itu ia tabung untuk menebus kebebasan dirinya. Melihat tekadnya yang kuat, tuannya memberinya kemudahan untuk pembebasan dirinya.

Singkat cerita, budak itu telah merdeka dan hidup mandiri. Bahkan menikah dan memiliki seorang putra. Saat putranya masih kecil, istrinya meninggal dunia, laki-laki itu bekerja dan membesarkan putranya sendirian. Setelah ia memiliki cukup uang, ia memilih untuk pulang kampung dan membeli seekor kuda.

Sampai di kampung halamannya, orang-orang berkomentar negatif tentang pilihannya membeli kuda. Bukankah kuda tidak berguna di kampung, yang dibutuhkan adalah sapi atau kerbau untuk berladang. Apalagi ia bukan lelaki yang kaya. Bahkan kandangpun ia tidak punya. 

Lelaki itu tidak bergeming dengan olok-olok tetangganya.
“ Saya tidak tahu, saya memiliki kuda ini mushibah atau rahmat, namun saya berhusnudzon pada Allah bahwa ini baik untuk saya.”
Beberapa hari berlalu, suatu pagi laki-laki itu mendapati kudanya tidak ada. Entah pergi atau dicuri orang. 
Orang kampung ramai membicarakannya dan mencibir.
“ Itulah, orang miskin saja punya kuda. Sudah tidak punya kandang, akhirnya hilang juga kudanya.”
Namun laki-laki itu tersenyum saja.
“ Aku tidak tahu, apakah kehilangan kuda ini mushibah atau rahmat bagiku. Namun aku husnudzon pada Allah, bahwa ini baik bagiku ”
Orang kampung tetap mncibir dan mengoloknya.

Namun beberapa hari kemudian, kampung itu dikejutkan dengan datangnya serombongan kuda. Ternyata, kuda-kuda itu menuju rumah lakilaki yang telah kehilangan kudanya. Rupanya si kuda hilang telah kembali dan membawa serta beberapa kuda lain. 

Maka hebohlah orang banyak, mereka ramai mengatakan :
“ Kalian sungguh beruntung, setelah kehilangan kuda malah mendapatkan banyak kuda “
Namun laki-laki itu hanya tersenyum dan berkata :
“ Aku tidak tahu, kuda-kuda yang banyak ini mushibah atau rahmat bagiku, namun aku husnudzon kepada Allah, bahwa ini baik bagiku...”

Waktu berlalu dan si anak remaja tumbuh menjadi pemuda. Ia pun belajar mengendarai kuda. Ternyata ia jatuh dan patah kakinya.
Orang ramai mengoloknya :
“ Makanya tidak usah belajar naik kuda...”
“ Syukurin akibatnya...”
Namun laki-laki itu tidak tersinggung, tetap tersenyum dan mengatakan :
“ Aku tidak tahu apakah kaki anakku patah ini mushibah atau rahmat bagiku, namun aku husnudzon pada Allah, ini baik bagiku.”
Merekapun berobat untuk kesembuhan putranya. 

Tak lama kemudian, terjadilah rekrutmen pasukan besar-besaran. Penguasa yang dzolim, mengadakan wajib militer untuk setiap pemuda. Tak terkecuali pemuda di desa itu. Mereka akan dilatih untuk memusuhi ummat Islam yang berbeda pendapat dengan sang raja.
Penduduk merasa sedih karena anak laki-laki mereka direkrut paksa. Mereka kehilangan tenaga kerja, bahkan bisa kehilangan selamanya.

Adapun pemuda yang patah kakinya, tidak terpilih lantaran kakinya belum sembuh. Maka orang-orang kampung mengirikan nasibnya.
“ Beruntung kaki anakmu patah, ia tidak dipaksa menjadi prajurit....”
Namun sekali lagi, laki-laki itu hanya tersenyum dan berkata :
“ Aku tidak tahu, apakah tidak terpilihnya ia, adalah mushibah atau rahmat, namun aku husnudzon kepada Allah bahwa itu baik bagi kami....”

Maka terjadilah konflik dan pertempuran yang hebat dan banyak anak-anak muda dari kampung itu yang gugur. Gugur karena berperang dibawah bendera raja dzolim.

Waktu berlalu dan penguasa telah berganti menjadi penguasa yang baik.
Anak muda itu juga sudah sembuh kakinya dan normal kembali.
Saat itulah ada penyerangan oleh pasukan Mongol ke negara tersebut. Sang Raja membuka rekrutmen para pejuang untuk mengusir tentara penjajah. 
Bapak dan anak ikut mendaftarkan diri bersama seluruh kuda-kuda mereka.
Bertempurlah mereka membela tanah airnya, hingga keduanya menemui syahid.
Kali ini tak ada yang mengatakan hal negatif tentang mereka. Semoga mereka telah menjemput syurga dan segala kemuliaannya.

***

Apa pelajaran dari kisah di atas ?
1. Jika kita punya prinsip dan tekat yang kuat, janganlah mudah terpengaruh oleh perkataan orang. Yang menentukan hasil adalah perbuatan kita sendiri.
2. Selalu husnudzon pada Allah dalam keadaan apapun, apakah kita tengah mendapat keadaan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Apapun situasinya, akan menjadi lebih baik jika kita husnudzon pada Allah.
3. Sesungguhnya cerita kehidupan belum selesai hingga nafas terakhir menentukan akhir kehidupan kita, beruntung atau merugi.

Hmm mari berusaha, syukur dan husnudzon pada Allah, apapun kondisinya. —



Friday, February 28, 2014

PINTU RIZKI


Ada orang yang memang berbakat memenangi sesuatu. 
Misalnya anakku si nomer 3. Dalam sebuah Acara ia mendapat hadiah Umrah lantaran menjawab pertanyaan yang sebenarnya sangat sederhana. Sungguh kami tak menduganya.

Cerita lain suatu ketika ia dan temannya jalan ke sebuah supermall. Temannya yang belanja sesuatu yang mendapat beberapa lembar kupon undian.
Namanya juga remaja, rame-rame semua mengisi kupon dan memasukkannya ke kotak undian.

Dua hari yang lalu ia bertanya padaku.
"Umi ini aku dapat sms menang undian....diambil apa tidak ?"
"Undian apa ? Betulan apa tipu2...?" ....emak-emak selalu waspada.
"Betulan kok mi, aku masukin undian...di sms namaku keluar..."
"Ya kalau kamu memang pernah ikut, coba saja ke sana..." jawabku ringan.
Aku juga tidak tanya, ia dapat hadiah apa dsb. Aku juga merasa ia akan baik-baik saja. Toh kalau urusan tipu2, anakku tidak punya uang.

Monday, May 21, 2012

Hadits Lemah dan Palsu tentang Bulan Rajab dan Sya’ban


Oleh : Ida Nur Laila

Saya sering mendapatkan pertanyaan lewat SMS, tentang status berbagai hadits yang sering digunakan sebagai kalimat ucapan yang beredar di milis, blackberry messenger, SMS atau media lainnya. Maksud penyebutan hadits tersebut tentu saja bagus, yaitu untuk mengingatkan kepada kebaikan. Bahwa kita sudah masuk bulan Rajab atau Sya’ban, dan perlu bersiap memasuki Ramadhan.
Namun ternyata, beberapa hadits yang sering digunakan untuk ucapan tersebut adalah hadits lemah dan palsu. Sudah banyak blog, web dan milis yang membahas bab ini, namun izinkan saya menyampaikan ulang secara ringkas, agar tidak perlu menjawab satu per satu SMS yang masuk. Bahan-bahan ini silakan dikaji lebih dalam dari sumber rujukan yang saya cantumkan di bagian bawah tulisan.
Hadits-hadits Lemah dan Palsu tentang Bulan Rajab
Hadits Pertama
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa setelah Ramadhan kecuali pada bulan Rajab dan Sya’ban”.
Al-Hafizh Ibnu Hajar –rahimahullah- berkata, “Hadits ini mungkar”, atau  sangat lemah.
Hadits Kedua
Dari ‘Ali ra, “Barangsiapa yang berpuasa satu hari darinya –yakni dari bulan Rajab- maka Allah akan menuliskan baginya (pahala) berpuasa 1000 tahun”.
Ibnul Qayyim Al Jauzi mengatakan bahwa hadits ini maudhu’ (palsu).