Showing posts with label cinta Indonesia. Show all posts
Showing posts with label cinta Indonesia. Show all posts

Thursday, March 12, 2015

Wonderful Couple ala Kompasianer Terfavorit 2014

Cahyadi Takariawan Launching Buku Terbaru di Bandung

Keluarga adalah pondasi utama bagi kebaikan sebuah masyarakat, bangsa dan negara bahkan peradaban. Untuk itu jika menghendaki negara yang kokoh harus dimulai dari kebaikan keluarga. Demikian yang selalu disampaikan oleh ustadz Cahyadi Takariawan.

Pak Cah, demikian panggilan akrab ustadz Cahyadi Takariawan, selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan upaya penguatan ketahanan keluarga. Dimulai dengan membentuk Jogja Family Center (JFC)  di tahun 2000, Pak Cah dan Bu Ida --istrinya--- mulai aktif dalam pembinaan, konseling, serta pendampingan keluarga. Kemudian pada tahun 2012 yang lalu ikut terlibat dalam pembentukan lembaga serupa, Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Dari pengalaman menjadi konselor keluarga lebih dari 14 tahun itulah Pak Cah menuangkan nasihat untuk pengokohan keluarga melalui tulisan dan berbagai forum. Tidak mengherankan karena rutinitasnya menulis tema keluarga di Kompasiana, ia terpolih sebagai Kompasianer Favorit 2014 pada kategori Best People Choice dari Kompasiana.

Thursday, March 20, 2014

Kampanye Politik Menjijikkan?


Kadang saya mendengar ungkapan sinis yang ditujukan bagi orang yang berpartai politik, seolah berpolitik itu suatu ‘kesalahan’. Kadang saya membaca tulisan atau komentar yang miring seseorang ketika punya pilihan berpartai itu justru memecah belah atau menyempitkan ruang gerak.

Hmm jadi bingung ya, sebenarnya apa yang salah dalam bernegara ini?
Bukankah negara kita telah memilih sistem demokrasi dan menyelenggarakan pemilu tiap 5 tahun sekali?
Bukankah mendirikan partai dan aktif di partai itu legal? Mengapa terkadang orang yang berpolitik mendapat sanksi sosial, sekalipun hanya komentar tak bersahabat?

“Politik itu kotor!” demikian kata seorang suami yang melarang istrinya aktif di partai.
“Banyak politisi busuk!” kata yang lainnya.
Duuh pedes banget ya. Hiks ...sekalipun tidak salah.
 
Gambar dari sini