Showing posts with label KEB. Show all posts
Showing posts with label KEB. Show all posts

Wednesday, January 14, 2015

KEB ... Oh, KEB ...!


Postingan spesial ini saya buat untuk meramaikan Ultah KEB yang ketiga. Sekalipun tidak bisa ikut kopdaran seru di Bandung ... hiks, enggak ada salahnya ikutan bahagia lewat postingan serentak.


Kenalan dengan KEB

Saya enggak tahu persinya siapa yang nyolekin saya, pada awalnya. Begitulah saya lalu tertarik untuk gabung KEB. Dan....nyesel!!
Acara Buber

Friday, February 14, 2014

#SB2014 dan Gunung Kelud tanpa Kalut

Mobil di sebelah kami

Hari ini sungguh ajaib bagiku. Semua peristiwa berjalan penuh haru dan liku. Hingga sore ini aku terpaku, menatap pengumuman #SB2014...dan aku tak percayaaa...

Bangun jam 04.00 kurasakan sesak di dada. Ini tidak biasa. Kulirik AC mati dan suamiku di kamar mandi. Jadi kuhidupkan lagi barangkali bisa mengusir rasa sesak ini.

Jalan Berkabut debu
Ternyata tidak. Dan kabar mendadak sepulang suamiku dari sholat berjamaah shubuh di masjid, sungguh mengagetkan. Hujan abu!!
Apakah Merapi meletus?

Segera aku googling dan mendapat kabar yang meletus adalah gunung Kelud. Sepertinya mustahil, gunung Kelud itu jaraknya sekitar 300km dari Jogja, mengapa separah ini? Lebih parah dari yang kami alami saat letusan merapi, padahal jarak rumah kami dari Merapi hanya 30km.

Pagi ini, kuisi dengan berkeliling kampung membagi masker yang kebetulan memang ada satu dos di rumah. Desaku seperti kuburan, warga memilih menutup pintu. Ibu Wandi tetangga dekatku, mengeluhkan dagangan sarapan paginya yang tak laku. Aku ikut pilu.

Dari sekolah anak-anak dipastikan bahwa semua diliburkan. Gadis nomer duaku semalam barusan pulang dari Bandung, dan si sulung juga sedang TA, jadi rumah ini lengkap formasi kami setengah lusin anakku, satu ponakan dan ibuku.

Kami isi dengan bersenang-senang. Tadinya mengantar kakak pertama berkeliling mencari obyek foto. Lalu kami OL bersama. 

Dan jreng-jreng hujan turun rinai. Semua lupa dengan OLnya. Heboh kami menengok bagaimana curahan air hujan layaknya kopi susu. Air memercik mengotori dinding. Hujan air campur abu vulkanik.
Hanya sebentar, segera selesai dan kembali berganti hujan abu tipis.


Pet.
Jam 09.30 listrik mati..ti. Kesempatan untuk menggiring anak-anak membersihkan halaman yang berlapis lumpur vulkanik. Senang melihat semua bersemangat membersihkan rumah. Suasana meriah walau memakai masker dibawah rinai abu vulkanik.

Jam 13 kami start untuk berangkat ke Semarang. Nanti malam ada forum untuk suamiku dan besok pagi ada Seminar Parenting untukku. Sekalian mengajak si no 5 untuk menengok calon sekolah SMPnya.

Dengan semangat ‘45, kami berangkat aku, suamiku, supir dan 3 anak. Si nomer 1,3 dan 4 memilih di rumah karena esok belum tentu libur sekolah.
Jalan raya sungguh mengerikan. Tak kelihatan warna lain, semua didominasi putih abu. Bahkan pepohonan dan wajah para caleg di poster-poster. Jika ada kendaraan melintas, tiba-tiba jarak pandang hanya 1m. Setelah 30 menit perjalanan merayap. Kami memutuskan putar haluan. Sekedar mencari tempat makan sambil berkoordinasi dengan panitia di Semarang. Diperkirakan hingga Muntilan, Magelang dan Ambarawa, keadaan tidak jauh berbeda. Konon Semarang hanya hujan abu tipis.

Dengan berat hati, kami mencari warung makan mengisi perut yang mulai berontak. Diwakili oleh Revo yang sudah merengek bahkan sejak sampai di ring road. Perjuangan mencari warung makan ternyata tidak mudah karena banyak yang tutup. Yang buka diserbu pembeli hingga antriannya membuat frustrasi.

Batal ke Semarang, jadinya acara makan

Dan di sinilah kami, makan di Ayam Bu Tini, membungkus dan pulang lagi. Perjalanan pulang adalah perjuangan menembus debu vulkanik dan jalanan yang licin. Bagaimanapun kami bersyukur karena mengendarai mobil. Sungguh kasihan mereka yang berjalan kaki atau mengendarai motor. Tubuh, wajah, helm, motor berlapis debu, sudah mirip korban erupsi Merapi.


Adzan ashar menyambut kepulangan kami saat membongkar kembali bekal muatan perjalanan gagal. Suamiku langsung start ke Purbalingga karena esok pagi jadwal Seminar dan kampanye.

Saat hendak rehat, tiba-tiba ingat...pengumuman 10 finalis SB2014 jam 16 tepat!

Bergegas aku meminjam PC, dan tarra....aku melongo. Ada namaku di sini.


Rasanya tak percaya. Bahkan hingga menuliskan ini. Masak sih aku masuk...masak? Hmmm....menggelengkan kepala. Mengucak mata. Tetap saja, ada namaku.

Alhamdulillah saja deh semoga makjur gak salah pilih. Rasanya pengin jongkok saja lihat penampilan blog dan perkenalan #50FinalisSB2014 yang keren-keren. Tapi kupercaya saja ini taqdir agar aku makin giat belajar, giat menulis dan memberi arti dalam dunia yang kutekuni.

Terimakasih untuk semua Makpan, Makjur, Makpon, dan seluruh emak anggota KEB yang menginspirasi. Tanpa KEB entah bagaimana denyut nadi blog-ku karena pernah mengalami aritmia. Itu istilah untuk denyut jantung yang tidak beraturan.

Semoga aktif di KEB dan masuknya saya menjadi 10 Finalis Calon Srikandi Blogger 2014 makin bermanfaat bagi diri saya sendiri dunia akhirat, dan juga bagi semua masyarakat.

Jujur saja, tanpa menjadi calon SB2014 pun saya sudah sangat bersyukur bahwa dalam usia setengah baya ini saya mengenal KEB. Bisa belajar banyak pada para emak dan selalu menyimak setiap ilmu yang terserak di grup para emak.

Maafkan saya jika belum banyak berkiprah. Semoga ke depan ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama KEB. Dan tentu ada banyak hal yang harus kukejar agar sukses meletakkan gelar yang kubuat untuk diriku sendiri: gelar Emak Gaptek.

Teriring doa untuk semua warga seputar Gunung Kelud, dan semua masyarakat yang terdampak erupsi baik gunung kelud maupun G Sinabung. Semoga Allah segera menyudahi ujian ini dan semua menyadari dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. 

Balai Belajar masyarakat (BBM) membuka kantung donasi bertajuk: “Dari warga Merapi Peduli warga Sinabung”. Silahkan yang ingin menyumbang bisa transfer ke rekening saya BCA Ida Nur Laela no rek 456 056 9535. Saya bercita-cita menyapa warga Kelud dan menyalurkan bantuan sesegera mungkin.


Thursday, January 30, 2014

PEREMPUAN SADAR INTERNET


“Eternit niko nopo nak?” (Eternit itu apa nak?).
“Eternit niku pyan mbah”  kataku sambil menunjuk atap. (Eternit itu langit-langit rumah mbah).
“Mboten niku...sing teng komputer niko lho!” (bukan itu, yang di komputer itu lho...)
“Oo internet...?”
Begitulah perempuan tua di lingkunganku, mereka tidak tahu internet. Beda banget dengan generasi sekarang yang dari lahir sudah melek internet.

Gambar dari sini.
Keajaiban internet mulai diciptakan pada 29 Oktober 1969 oleh Leonard Kleinrock, seorang insinyur dan ilmuwan Amerika Serikat yang disebut sebagai Bapak Internet. Sekarang merambah ke seluruh dunia. Di Indonesia 18% dari 240 juta penduduk telah melek internet. Data terakhir dirilis APJI Desember 2012 menunjukkan bahwa di Indonesia hampir 50,7% perempuan mengakses internet.

Bagaimana sebenarnya perempuan dan internet?
Dari pengamatan saya, ada 9 tipe perempuan dan internet:
1.   Tidak kenal dan tidak berurusan dengan internet, seperti embah dalam contoh diatas.
2.   Tidak kenal internet tapi galau, misalnya ibu-ibu tidak tahu tentang internet tapi anaknya kecanduan game online.
3.   Korban cybercrime, eksploitasi melalui media internet, menjadi pelaku atau korban pornografi, penipuan, identitas palsu, pembobolan, serta pelecehan melalui media.
4.   Kecanduan sosmed hingga hidupnya terjajah oleh internet.


5.   Korban budaya konsumerisme yang makin subur karena media internet, silau oleh iklan dan menghabiskan uangnya terbawa tren.
6.   Bisa memanfaatkan media internet untuk mempublikasikan karya, prestasi, penemuan, kreatifitas atau menangguk uang melalui bisnis online.
7.   Bisa mengambil keuntungan popularitas melalui internet, sebagai artis, politisi atau profesi lain.
8.   Menyuarakan hak, pendapat, pemikiran atau melakukan pencerahan melalui internet.
9.   Bisa memanfaatkan internet untuk pengembangan diri, pendidikan anak, atau mendidik lingkungan.

Coba dipikir-pikir pembaca termasuk yang mana ya? Atau punya variasi tipe lagi?

Gambar dari sini.
Terkait perempuan dan internet, pernahkah mendengar tentang Dewa Ayu Windu Sari Devi? Dialah Miss Internet Bali 2013 dalam ajang pemilihan Miss internet pertama di dunia. Penyelenggara menyatakan bahwa acara ini berbeda dengan miss-miss yang lain. Kalau yang lain punya inner beauty, maka miss ini punya internet beauty...ah entahlah tafsirnya apa. Konon diantara tujuannya untuk mengkampanyekan internet sehat.
Kuis: Miss Internet ini termasuk nomer berapa dari tipe di atas?

Sebagai konselor, saya melihat tidak sedikit dampak negatif internet dan sosmed bagi para perempuan dan keluarganya. Beberapa kasus yang saya tangani, salah satu sebabnya adalah perselingkuhan via internet atau sosmed.
Contoh: seorang ibu beranak 5 yang memilih meninggalkan suami dan anaknya karena tergoda teman fb yang juga mantan teman SMAnya. Ironisnya, pada awalnya ibu ini dibuatkan dan diajari fesbukan oleh anaknya. Tentu anaknya tidak mengira bahwa dampaknya begitu parah bagi keluarga mereka. Tentang fenomena godaan dunia maya dan cara membentengi suami istri dari setan modern ini pernah saya muat di blog (1).


Bagaimana sebaiknya sikap bijak perempuan terhadap internet?
Berhubung internet telah menjadi bagian dari kehidupan, maka harus kita kampanyekan sikap SADAR internet, yakni cerdas, kritis, waspada dan beretika.
Cerdas: mengambil hal positif dari penggunaan internet.
Kritis: peran kontrol sosial.
Waspada: menerapkan internet sehat untuk meminimalisir dampak negatif.
Beretika: disiplin dalam koridor hukum, budaya dan etika.

Semoga anggota Kumpulan Emak Blogger dapat menjadi bagian dari kampanye perempuan sadar internet.

Sumber dapat ditengok di lampiran


Monday, January 27, 2014

Menjadi Finalis 50 besar #SB2014

Assalamu’alaikum para emaks yang keren, akhirnya dipanggil jury untuk giliran promo...oke deh dicoba.
Bismillah, bagian pertama ini kuberanikan diri berdiri di depan kelas  #50FinalisSB2014 untuk memperkenalkan diri. Nama emak dari pelosok desa Bantul ini : Ida Nur Laela. Itu nama asli pemberian ayahku. Nama pena dan dumay Ida Nur Laila, pemberian suamiku, katanya biar lebih keren hihi...

Saturday, November 9, 2013

SEMUA GARA-GARA KEB!


Duuh judulnya provokatif banget.... 
Memang begitu adanya. KEB itu sukses memprovokasi aku untuk hal yang positif, rajin menulis!

Sejak punya blog di akhir 2011, jadi dua tahun yang lalu tepatnya postingan pertamaku tgl 26 November 2011, hingga aku bergabung di KEB sekitar tgl 20 Agustus 2013, selama kurun waktu 2 tahun jumlah postingan di blogku 70 post . Sementara sejak bergabung dengan KEB akhir Agustus 2013 hingga hari ini tgl 9 November 2013, aku posting 56 tulisan. Masih ditambah dengan 3 tulisan di blog baru yang kubuat beberapa yang lalu. Jadi total 59 tulisan dalam 80 hari terakhir. Itu juga karena ada jeda internet ngadat atau pergi keluar kota jadi nggak sempat menulis. Hehehe mungkin kalau stand by terus lebih banyak...

KEB juga menginpirasi aku untuk membuat blog baru dengan spesialisasi ilmu Farmasi yang kumiliki. Aku jadi ingin berkontribusi dari sisi kesehatan praktis dengan gaya emak-emak rumahan. Ternyata sambutan luar biasa. Dari jumlah penayangan, untuk blog pertama yang akan ulang tahun ke dua pada tgl 26 November nanti, riwayat penayangan sepanjang waktu 'hanya' 19.249 Penayangan hingga detik ini. Sementara blog 'bayi ' yang baru lahir 5 hari yang lalu telah tayang 428 kali hingga detik ini. Dari sana aku tahu bahwa blog dengan tema khusus mungkin akan lebih menarik untuk dikunjungi dari pada blog gado-gado yang memuat tulisan apa saja yang kuminati. Eh betul nggak sih mak...?

Eh saya belum berbicara tentang kualitas tulisan ya...belum berani. Ini tahapnya baru semangat mengeluarkan isi hati, isi mata, isi telinga dan isi otak. Nanti deh seiring dengan waktu semoga tulisanku makin membaik.

Dari KEB aku jadi tahu di dunia blog para emak ini, ada banyak ilmu yang bisa kudapat tanpa harus pergi dari rumah atau beli majalah. Dunia maya yang disajikan para emak ini seperti buku besar yang tak ada habisnya dan terus selalu ditulis. bukan hanya ilmunya, tapi juga semangatnya. Semangat yang tidak dijual di toko buku manapun, yang tak perlu dibeli dengan pelatihan yang mahal. Cukup dengan mengikuti aktifitas grup dan rajin blogwalking membuat adrenalin terpacu untuk ikut berlari bersama emak-emak yang sudah start duluan.

Tak ada habisnya kusyukuri dan kuucapkan terimakasih kepada para mak min KEB, mak Mira Sahid sang penggagas yang brilian dan semua anggota yang luar biasa. Semua punya kontribusi dengan warna masing-masing. Menginspirasi dan memberi arti. Terimaksih ya...peluuuk untuk ribuan mak anggota KEB satu persatu.

Terus berkarya mak-mak, gerakkan jemari diatas keyboard dan melukis dunia yang indah dan penuh makna dengan cinta kita. Jangan ragu ajak teman-teman untuk gabung dan berkarya lewat KEB.


Mejeng saat mengisi Pelatihan

Sunday, October 27, 2013

KOPDAR JOGJA MUMPUNG ADA FIESTA MEET CHEF ARNOLD


Peserta mayoritas emak-emak dari beberapa komunitas seperti Tupperware, KEB, dan Pemburu kuis
Ahad pagi ini menjadi hari istimewa bagiku. Pasalnya untuk pertama kali sejak gabung dengan KEB beberapa waktu ini, aku akan kopdar dengan emak blogger yang domisili Jogja dan sekitarnya. Acara fiesta meet chef Arnold jadi alasan untuk ngumpul silaturahmi KEB di Jogja. Deg-deg-an juga...meluncur ke JEC (Jogja Expo Center).
penuh nuh!

Nah ini dia liputannya. Aku bikin singkat-singkat saja ya...coz sedang capek berat nih.

Pertama datang ketemu sama mak Icha Farichatul Jannah yang ceria, dengan baju ungu motif dan kerudung pink. Eh segera bergabung di pendaftaran mak Lies Wahyoeni dari Purworejo....ck...ck naik bus lho! Semangat ‘45 ya...plok...plok...plok.
Mak Lies, Mak Ida dan Mak Icha
Setelah daftar, bertiga masuk, celingak-celinguk cari yang kira-kira adalah mak Carra. 

Asal tebak yang pakai kaos pink...nah betul. Ternyata sudah ada juga mak Nunung Nurlaela dan mak Siti Hairul Dayah dan mak Arifah Wulansari. Seru ya...salim-salim dan cipika cipiki. Lalu gabung juga mak Istiqomah Ps dama dedek Naura.

Acara molooor hampir 1 jam. Trus dibuka dengan suara (tidak) merdu dari mas host yang kepedean. Tapi lumayan deh kemampuannya mencairkan suasana. Jadi semua segera bisa ‘panas’ di ruangan yang sejuk.
Mak Carra, Mak Arifah , Mak Nunung dan Mak Siti Hairul Dayah
Pada awalnya tuh, kita nggak dapat tiket tanda peserta yang ada nomer undiannya dan berfungsi sebagai alat tukar merchadise. Eh berkat tweet dari Mak Carra nih...dapat juga. Makasih Mak Carra!

Tampilah ibu Ana yang menerangkan seluk beluk produk fiesta seafood, diselingi tanya jawab dan bagi-bagi doorprize. 
Saat bosan menunggu, aku sengaja keluar untuk beli produk fiesta yang hari ini konon harga khusus. 

Ibu Ana dari Fiesta dan mas Host
Baru milih-milih di depan counter...eh dibelakangku datang dan duduklah orang yang ditunggu-tunggu...chef Arnold! 

Agak melongo oleh baby face dan coolnya, aku malah gak bisa ngomong apa-apa. Lalu datanglah para panitia minta foto-foto. Aku juga cuma nonton. Mau ikutan minta foto...ah norak banget ya, kan bukan panitia. Lagian ipad-ku masih di ruangan. 

Jadinya aku cuma nonton mereka foto-foto hanya satu meter dari tempat aku melongo...hehe tapi gak nyesel kok. Kan nanti juga KEB dapat giliran. Kalau bareng-bareng KEB fotonya, moga yang dirumah tidak melotot jealous!

Trus acara demo masak deh!
Kita nih harus tentuin pilihan fokus. Kalau motret terus, gak bisa ngetweet. Kalau ngetweet terus, sampai gak bisa perhatiin apa yang dilakukan chef dalam demonya.

Mak Icha...apronnya rencana untuk masak mie instan....
Hihihi para juara ngetweet kayak mak Farichatul Jannah dan mak Lies Wahyoeni (..duuh yang dapat apron bertanda tangan chef Arnold, selamat ya...!)...gak tahu nyangkut apa nggak resepnya.
Sebab aku dengar bisikan : “Karena aku gak bisa masak, dan gak ngerti apa yang dijelasin chef jadi ngetweet saja...”
Hayo siapa tadi yang bisik-bisik...gludak!
Karena aku nunak-nunuk kalau ngetweet, jadi pilih bikin rekaman video demo masak. Sayang seribu sayang...suaranya gak kedengaran dalam hasil rekamanku, hiks!
Singkat cerita, ini kan yang ditunggu-tunggu...jeng...jeng...foto-fotonya.
Kalau mak Lies buat masak apa ya...
Nah selamat mengunduh bagi yang berkepentingan.

Btw sempat kasihan lihat mas chef yang kekurangan alat dan bahan. Panci untuk masak cuma satu, jadi mas chef sempat minta panitia untuk nyuciin dan ngembaliin ke depan untuk masak lagi. Lalu mas chef kehabisan oleum olive...untuk salah satu resep. Trus sempat nanya...” Gak ada mangkuk bersih lagi ? “ buat naruh avocado yang udah diiris...Padahal event serius ya...!
Karena yang ditunggu (cuma) foto-foto...jadi tips-tips dari mas chef besok saja ya...

Akhirnya kami pulang pokoknya dengan senang, gembira dan dapat merchandise. Ini juga ada fotonya biar yang nggak ikutan pada ngiler...ler!
O ya pulangnya, mak Lies Wahyoeni sempat makan bakso berdua dan mampir rumahku, makasih mak Lies sudah bertamu.

Mak Nunung dan Mak Win

Sampai ketemu dan kopdar lagi di event berikutnya. Makasih buat mak Carra, makpon Mira Sahid makpuh Indah Julianti Sibarani mak RT Sary Melati dan makmins lain: Lusiana Trisnasari, Irma Susanti, Mak Icoel, sama Mak Vema. Makasih juga buat yang sudah menyempatkan kopdar. Makasih juga buat yang membaca postingan ini.  


Gak dapat doorprize...lumayan dapat kenang-kenangan