Showing posts with label #50FinalisSB2014. Show all posts
Showing posts with label #50FinalisSB2014. Show all posts

Friday, February 14, 2014

#SB2014 dan Gunung Kelud tanpa Kalut

Mobil di sebelah kami

Hari ini sungguh ajaib bagiku. Semua peristiwa berjalan penuh haru dan liku. Hingga sore ini aku terpaku, menatap pengumuman #SB2014...dan aku tak percayaaa...

Bangun jam 04.00 kurasakan sesak di dada. Ini tidak biasa. Kulirik AC mati dan suamiku di kamar mandi. Jadi kuhidupkan lagi barangkali bisa mengusir rasa sesak ini.

Jalan Berkabut debu
Ternyata tidak. Dan kabar mendadak sepulang suamiku dari sholat berjamaah shubuh di masjid, sungguh mengagetkan. Hujan abu!!
Apakah Merapi meletus?

Segera aku googling dan mendapat kabar yang meletus adalah gunung Kelud. Sepertinya mustahil, gunung Kelud itu jaraknya sekitar 300km dari Jogja, mengapa separah ini? Lebih parah dari yang kami alami saat letusan merapi, padahal jarak rumah kami dari Merapi hanya 30km.

Pagi ini, kuisi dengan berkeliling kampung membagi masker yang kebetulan memang ada satu dos di rumah. Desaku seperti kuburan, warga memilih menutup pintu. Ibu Wandi tetangga dekatku, mengeluhkan dagangan sarapan paginya yang tak laku. Aku ikut pilu.

Dari sekolah anak-anak dipastikan bahwa semua diliburkan. Gadis nomer duaku semalam barusan pulang dari Bandung, dan si sulung juga sedang TA, jadi rumah ini lengkap formasi kami setengah lusin anakku, satu ponakan dan ibuku.

Kami isi dengan bersenang-senang. Tadinya mengantar kakak pertama berkeliling mencari obyek foto. Lalu kami OL bersama. 

Dan jreng-jreng hujan turun rinai. Semua lupa dengan OLnya. Heboh kami menengok bagaimana curahan air hujan layaknya kopi susu. Air memercik mengotori dinding. Hujan air campur abu vulkanik.
Hanya sebentar, segera selesai dan kembali berganti hujan abu tipis.


Pet.
Jam 09.30 listrik mati..ti. Kesempatan untuk menggiring anak-anak membersihkan halaman yang berlapis lumpur vulkanik. Senang melihat semua bersemangat membersihkan rumah. Suasana meriah walau memakai masker dibawah rinai abu vulkanik.

Jam 13 kami start untuk berangkat ke Semarang. Nanti malam ada forum untuk suamiku dan besok pagi ada Seminar Parenting untukku. Sekalian mengajak si no 5 untuk menengok calon sekolah SMPnya.

Dengan semangat ‘45, kami berangkat aku, suamiku, supir dan 3 anak. Si nomer 1,3 dan 4 memilih di rumah karena esok belum tentu libur sekolah.
Jalan raya sungguh mengerikan. Tak kelihatan warna lain, semua didominasi putih abu. Bahkan pepohonan dan wajah para caleg di poster-poster. Jika ada kendaraan melintas, tiba-tiba jarak pandang hanya 1m. Setelah 30 menit perjalanan merayap. Kami memutuskan putar haluan. Sekedar mencari tempat makan sambil berkoordinasi dengan panitia di Semarang. Diperkirakan hingga Muntilan, Magelang dan Ambarawa, keadaan tidak jauh berbeda. Konon Semarang hanya hujan abu tipis.

Dengan berat hati, kami mencari warung makan mengisi perut yang mulai berontak. Diwakili oleh Revo yang sudah merengek bahkan sejak sampai di ring road. Perjuangan mencari warung makan ternyata tidak mudah karena banyak yang tutup. Yang buka diserbu pembeli hingga antriannya membuat frustrasi.

Batal ke Semarang, jadinya acara makan

Dan di sinilah kami, makan di Ayam Bu Tini, membungkus dan pulang lagi. Perjalanan pulang adalah perjuangan menembus debu vulkanik dan jalanan yang licin. Bagaimanapun kami bersyukur karena mengendarai mobil. Sungguh kasihan mereka yang berjalan kaki atau mengendarai motor. Tubuh, wajah, helm, motor berlapis debu, sudah mirip korban erupsi Merapi.


Adzan ashar menyambut kepulangan kami saat membongkar kembali bekal muatan perjalanan gagal. Suamiku langsung start ke Purbalingga karena esok pagi jadwal Seminar dan kampanye.

Saat hendak rehat, tiba-tiba ingat...pengumuman 10 finalis SB2014 jam 16 tepat!

Bergegas aku meminjam PC, dan tarra....aku melongo. Ada namaku di sini.


Rasanya tak percaya. Bahkan hingga menuliskan ini. Masak sih aku masuk...masak? Hmmm....menggelengkan kepala. Mengucak mata. Tetap saja, ada namaku.

Alhamdulillah saja deh semoga makjur gak salah pilih. Rasanya pengin jongkok saja lihat penampilan blog dan perkenalan #50FinalisSB2014 yang keren-keren. Tapi kupercaya saja ini taqdir agar aku makin giat belajar, giat menulis dan memberi arti dalam dunia yang kutekuni.

Terimakasih untuk semua Makpan, Makjur, Makpon, dan seluruh emak anggota KEB yang menginspirasi. Tanpa KEB entah bagaimana denyut nadi blog-ku karena pernah mengalami aritmia. Itu istilah untuk denyut jantung yang tidak beraturan.

Semoga aktif di KEB dan masuknya saya menjadi 10 Finalis Calon Srikandi Blogger 2014 makin bermanfaat bagi diri saya sendiri dunia akhirat, dan juga bagi semua masyarakat.

Jujur saja, tanpa menjadi calon SB2014 pun saya sudah sangat bersyukur bahwa dalam usia setengah baya ini saya mengenal KEB. Bisa belajar banyak pada para emak dan selalu menyimak setiap ilmu yang terserak di grup para emak.

Maafkan saya jika belum banyak berkiprah. Semoga ke depan ada banyak hal yang bisa dilakukan bersama KEB. Dan tentu ada banyak hal yang harus kukejar agar sukses meletakkan gelar yang kubuat untuk diriku sendiri: gelar Emak Gaptek.

Teriring doa untuk semua warga seputar Gunung Kelud, dan semua masyarakat yang terdampak erupsi baik gunung kelud maupun G Sinabung. Semoga Allah segera menyudahi ujian ini dan semua menyadari dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. 

Balai Belajar masyarakat (BBM) membuka kantung donasi bertajuk: “Dari warga Merapi Peduli warga Sinabung”. Silahkan yang ingin menyumbang bisa transfer ke rekening saya BCA Ida Nur Laela no rek 456 056 9535. Saya bercita-cita menyapa warga Kelud dan menyalurkan bantuan sesegera mungkin.


Saturday, February 8, 2014

INGIN JADI JUARA



Malam ini Po mengekor saat saya memasukkan mobil dan merapikan garasi. Wajahnya keruh. Maka kuajak dia mengobrol serius segera setelah saya mengunci pintu-pintu.
"Umi aku mau jadi juara..." rengeknya.
"Kenapa pengin jadi juara Po?"
"Aku mau dapat piala...aku belum pernah dapat piala..."
"kalau mau jadi juara itu kan harus ikut lomba Po..."kataku.
"Aku mau ikut lomba..."

Waah malam-malam mau bikin lomba apaan?
"Ayoo kita adakan lomba melukis..."
"Lombanya sama siapa?"
"Sama bang Dif..." Bang Difa adalah kakak Revo yang duduk di bangku klas 6 SD. Revo masih kelas 1. Tentu sangat aneh melombakan dua orang yang berjarak 6 tahun. Revo memahami itu.

"Aku maunya Bang Difa lombanya betulan, nggak boleh pura-puraan..."
"Ya, bak Difa nanti betulan kok nggambarnya..." kataku.
"Betul lho, aku tahu bedanya kalau betulan atau pura-pura..." Revo masih setengah tidak percaya.
“Betul nih, aku nggambarnya betulan...?” Abangnya ikut tidak yakin.
“Betulan dong bang...!” jawabku sambil memutar otak. Revo tentu tidak mau kalah, dan harus menang. Sementara tentu tak adil jika ia menang beradu gambar dengan kakaknya. Tidak adil juga jika kakaknya sudah menggambar dengan sungguh-sungguh dan saya ‘mengalahkannya’ hanya demi menyenangkan Revo.

Cling...aha dapat juga idenya. Lombanya akan kubuat dalam dua kategori!

Lukisan Revo

...dan menggambarlah mereka berdua.

Setelah penjurian lomba dengan dua peserta, keduanya mendapat juara I. Revo juara kategori A, untuk kelas 1-3 SD. Bang Difa juara kategori B untuk kelas 4-6 SD. Po dapat piala bekas punya kakaknya dulu. Po senang sekali dan pengin terus belajar. Bang Difa yang sudah memahami acara itu, hanya senyum-senyum saja.Dan inilah gambar Po sang Juara.

"Cerita dibalik gambar menurut penuturan Revo: Po dan bang Dif lomba sepak bola. Sedang istirahat bolanya ditaruh di atas meja. Ada lampu di atas mereka. Skor sementara 5:2 untuk bang Difa vs Revo. Lombanya masih akan terus berlanjut".

Menjelang tidur nanti, akan kuframe acara lomba kakak adik ini dengan pemaknaan. Sesungguhnya menjadi juara hanya bonus. Bonus dari etos dan kerja keras kita untuk memperjuangkan sesuatu. 
Juara bukan tujuan, tetapi semangat meraih prestasi, berjuang terus belajar dan berlatih itulah yang lebih penting.

Anak-anak mungkin belum memahami itu, sehingga juara bagi mereka adalah tujuan. Atau jangan-jangan banyak orang tua yang juga berfikir demikian?

Sekarang saya sedang mengikuti perhelatan menuju Srikandi Blogger 2014 yang diadakan oleh KEB (KumpulanEmak2Blogger). Sejak semula mengikuti ajang ini, niat saya hanyalah untuk belajar. Alhamdulillah dapat masuk 50 besar. Jujur saya merasa belum layak untuk maju ke babak selanjutnya mengingat belum banyak yang saya lakukan di dumay. Saya juga merasa sebagai emak gaptek yang bekerja keras untuk memahami kemajuan IT dengan berguru pada para emak lain, para blogger dan bahkan pada anak-anak saya.

Ngeblog bagi saya adalah satu diantara jalan saya untuk meraih kebaikan diri dan menebar kemanfaatan yang lebih luas. Bukan menjadi juara. Maka tak perlu pula saya berusaha membaguskan diri semata-mata untuk meraih juara. Kalau toh ada yang mengapresiasi hobi ngeblog ini, itu rejeki saya. Rejeki tambahan. Rejeki utamanya adalah pencerahan bagi saya pribadi dan orang lain.

Saya membayangkan penjurian itu seperti melakukan proses rontgent atau USG. Tak mungkin seseorang tiba-tiba membaguskan isi perut dan dadanya agar hasil rontgen-nya bagus. Semua itu adalah aktivitas jangka panjang yang berefek menyehatkan organ. Bukan kerja sehari dua hari dan bim salabim hasil lab jadi bagus.

Kalau ditanya apakah senang menjadi juara? Tentu semua senang, Apalagi jika mendapat hadiah. Hadiah euy, siapa tidak mau hadiah? Namun jauh lebih senang dan puas jika kita telah memberikan langkah dan usaha terbaik kita dalam segala hal. Saat demikian, terlepas orang menilai kita menjadi juara atau tidak, sesungguhnya kita telah menjadi pemenang, mengalahkan kemalasan, ketidak pedean dan semua hal negatif yang menjadi batu sandungan.

Jadi apakah tetap ingin jadi juara?

Tetap dong, juara di mata diri sendiri maupun di mata Allah.



Buat para pembaca masih ada kesempatan mengikuti GA Resensi Buku Wonderful Husband. DL 12 Februari 2014.


Link lomba dan persyaratannya lihat di :

Friday, January 31, 2014

TEMA PEREMPUAN DAN INTERNET SB 2014


 
Dalam ajang keren pemilihan Srikandi Blogger 2014 yang digawangi oleh KEB, terpilih 50 emak tukang ngeblog yang menurut saya hebat-hebat.

Tantangan babak kedua adalah promo diri dan ngeblog bareng dengan tema perempuan dan internet. Melongo melihat postingan emak yang sangat bernas dan variasi tampilannya, saya mengabadikan daftar URL postingan di blog saya.

Sekalian mohon ijin ya para emak semua dan mak pan. Terutama buat pengingat saya sendiri kalau sedang cari inspirasi, dan juga memudahkan siapa saja yang membutuhkan. Oya saya sertakan kalimat yang memikat hati saya. 

Silahkan simak link berikut ya. 

URL postingan Perempuan dan Internet.
Ade Anita
http://www.adeanita.com/2014/01/perempuan-dan-internet.html
 Internet bisa menyimpan dengan amat rapi rahasia paling rahasia seseorang yang menggunakan mereka. Tapi sekaligus internet bisa mencuatkan sesuatu yang sebenarnya amat sangat biasa menjadi amat luar biasa.

Ir. Anita Handayani
http://anitanet.staff.ipb.ac.id/perempuan-dan-internet/#more-20433
Menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan, bidang teknologi, khususnya TIK (Teknologi Infomasi Komputer), masih sangat dekat dengan identitas laki-laki sedangkan perempuan sering kali hanya sebagai obyek.

Arie Dwi Vitaranti
http://godeksfamily.blogspot.com/2014/01/perempuan-dan-internet.html
Bagi saya pribadi masuknya saya menjadi salah satu anggotanya secara langsung membuka mata dan pikiran saya, bahwa dunia perempuan tidak akan stuck di dalam rumah saja, saya harus bisa menata pikiran untuk berusaha sribu langkah lebih maju dari sekarang, karena percuma jika saya paham dan kenal dunia internet tetapi tidak bisa menggunakannya secara pintar dan bijaksana.

Arin Murtiyarini
http://asacinta.blogspot.com/2014/01/internet-dalam-pendewasaanku.html
Saya memilih kacamata pelangi, berharap bisa memandang suatu hal dari sudut pandang yang indah.

Astin Astanti
http://astinastanti.blogspot.com/2014/01/perempuan-bersahabat-dengan-internet.html
Kini, aku tidak perlu khawatir lagi akan bahaya internet. Aku berusaha memaksimalkan penggunaan internet dengan bijak dan sehat. Dengan pemikiran bahwa teknologi berkembang adalah untuk mempermudah segala sesuatu, tentunya dipergunakan dengan baik dan tidak disalahgunakan.

Caroline Adenan

http://catatanoline.blogspot.com/2014/01/internet-di-mata-perempuan.html
Dengan internet, wanita bisa memanfaatkan teknologi untuk bekerja lebih produktif dan efisien dari rumah tanpa perlu meninggalkan anak-anak serta dapat menghasilkan karya terbaiknya untuk orang-orang disekitarnya.

Chela Ribut Firmawati
http://gurukecil-chela.blogspot.com/2014/01/perempuan-dan-internet-untuk.html#more
Keindahan berbagi dan menjangkau dunia luar.

Christanty Putri Arty

http://www.omahantik.com/2014/01/paradigma-perempuan-dan-internet.html
perempuan yang berstatus ibu rumah tangga seperti diberikan peluang baru untuk lebih membuka diri dengan wawasan luas dan menciptakan prestasi maupun karya baru menakjubkan.

Dey

http://www.deyfikri.com/2014/01/perempuan-dan-internet-adalah-saya.html
Memang, banyak kasus tidak menyenangkan terjadi pada perempuan yang berawal dari sini. Intinya, sebagai perempuan harus bisa menjaga dirinya sendiri. Begitu juga dengan para lelaki, baik-baiklah memperlakukan perempuan di manapun, termasuk di internet.

Diah Didi
http://www.diahdidi.com/2014/01/perempuan-dan-internetbaik-atau.html#more
Dengan bimbingan kita, maka anak-anak tidak akan tersesat dibelantara internet yang luas ini.

.  Donna Imelda
http://donnaimelda.com/2344/perempuan-dan-internet-dunia-dalam-genggaman/
. Dunia dalam genggaman, tapi ia bagai pisau bermata dua. Akan kita gunakan untuk mengetahui dan melihat lebih banyak belahan dunia atau membelah diri anda lalu sia-sia? 

Elisa Koraag
http://elisakoraag.blogspot.com/2014/01/perempuan-internet-sinergi-dua-kekuatan.html
“Membesarkan seorang laki-laki,  akan menghasilkan seorang pemimpin. Membesarkan seorang prempuan adalah membangun peradaban bangsa”.

Enny Ernawati

http://www.ennymamito.com/2014/01/aku-dan-internet.html
Perempuan memang pegang peranan penting di rumah untuk mengurus pekerjaan rumah, tapi disisi lain perempuan juga harus cerdas menyikapi perkembangan jaman, informasi dan juga teknologi. Supaya gak gaptek juga..

Evi Sri Rezeki http://myfairytalemytale.blogspot.com/2014/01/internet-sahabat-perempuan.html
Kata orang bijak, menjadi penulis adalah bekerja untuk keabadian. Maka berkaryalah perempuan, abadikan dirimu lewat media internet.

Fera Nuraini

http://bmi-hk.blogspot.hk/2014/01/internet.html
Saya menulis tentang kaum perempuan yang menjadi buruh migrant di luar negeri juga sebagai bentuk perlawanan atas penilaian bodoh yang selama ini disematkan kepada kami.

Fitria Chakrawati
http://fita-chakra.blogspot.com/2014/01/mau-produktif-di-rumah-manfaatkan_29.html
Melalui internet, saya menjalin komunikasi dengan redaktur, editor, illustrator, penulis lain, blogger, dan orang-orang lainnya yang berpotensi menawarkan pekerjaan. Biasanya, saya menggunakan internet untuk melihat hasil karya mereka, mencari tahu kebutuhan naskah, berdiskusi, dan sebagainya.

Grace Melia Kristanto

http://gimmegaiety.blogspot.com/2014/01/internet-bagi-perempuan-yay-and-nay.html
Dari blogwalking di Kumpulan Emak Blogger, saya mempelajari banyak peran mulai dari koki rumahan, pendongeng, penulis, buzzer, guru, dan tentunya ibu yang lebih baik lagi. Internet, lewat KEB, juga memberi kesempatan buat saya untuk mempelajari peran sebagai pengelola komunitas dari mengamati interaksi antar anggota, antar admin, dan antara admin dengan anggota.

Hana Sugiharti

http://kinzihana.blogspot.ae/2014/01/perempuan-dan-internet-dosis-internet.html
Internet bisa disebut makanan pokoknya para blogger

Ida Nur Laila
http://ida-nurlaila.blogspot.com/2014/01/perempuan-sadar-internet.html
Berhubung internet telah menjadi bagian dari kehidupan, maka harus kita kampanyekan sikap SADAR internet, yakni cerdas, kritis, waspada dan beretika.

Ika Koentjoro
http://ikakoentjoro.com/perempuan-dan-internet/
Lewat internet pula, perempuan bisa mengaktualisasikan dirinya tanpa batas dan mampu berkomunitas ditengah kesibukan mereka sebagai ibu rumah tangga dan pekerja.

Indah Nuria Savitri
http://indahnnuria.blogspot.com/2014/01/the-world-is-in-your-hand-ladies.html
Bahkan sekarang ada pepatah yang mengatakan bahwa makan ngga makan yang penting connect! Betul apaa betuuul :D...

Istianah
http://akizeyek.blogspot.com/2014/01/berkarya-melalui-internetkenapa-tidak.html
"The Internet has always been, and always will be, a magic box.”


Isti‘adzah Rohyati
http://www.istiadzah.com/2014/01/beraktualisasi-melalui-nge-blog.html
Setiap aliran sungai punya muaranya sendiri, maka setiap tulisan punya pasarnya tersendiri.

Kaswarganti Catur Nugraheni W
http://uniek-kaswarganti.blogspot.com/2014/01/emak-melek-internet.html
Bila merasa kontrol diri lemah, carilah komunitas yang bisa memberi dukungan.

Lianny Hendrawati
http://www.liannyhendrawati.com/perempuan-di-era-netizen-2/
Sebenarnya lebih banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan dengan memanfaatkan teknologi dan internet. Perempuan bisa melihat dunia secara luas dan seharusnya bisa memanfaatkannya secara cerdas dan bijaksana sehingga bisa mengoptimalkan kinerjanya dalam berbagai bidang.

Lidya Fitrian
http://www.fitrian.net/2014/01/perempuan-dan-internet.html
Ditangan perempuan yang bisa bekerja serba multitasking sebanding dengan internet yang bisa melakukan multitasking juga.

Lilis Wahyoeni
http://lieshadie.wordpress.com/2014/01/30/menjadi-perempuan-bermakna-karena-internet/
Dengan internet maka sekali menekan tombol online, sebuah bisnis segera terbangun, persahabatan erat cepat terjalin, wawasan dan ilmu lekas terserap, kebaikan langsung  tertebar. Bersama internet  kitapun menjadi perempuan yang bermakna bagi sesama !

Meliyana
http://margeraye.blogdetik.com/2014/01/30/internet-jodoh-dan-perempuan/
jangan sampai internet itu merendahkan harga diri kita sebagai perempuan.



Mugniar Marakarma
http://mugniarm.blogspot.com/2014/01/merasa-nyaman-itu-pilihan.html
Kegiatan me time yang bagus adalah yang membuatseseorang bisa memahami dirinya sendiri dengan lebih dalam dan lebih baik dari sebelumnya, memandang banyak hal dengan positif dan optimis, serta membuatnya siap menghadapi tantangan hidup.

Meti Mediayastuti
http://www.metimediya.com/perempuan-dan-internet.html
Hal kedua adalah KONTROL segala media dan konten yang diakses oleh anak kita karena pemerintah Indonesia dan perusahaan media tak mampu melakukannya. Kalau bukan kita yang melakukannya, siapa lagi?, tetep kembali pengawasan kita Ibunya.

Nia Kurnia Haryanto
http://niaharyanto.blogspot.com/2014/01/perempuan-dan-internet-antara.html
Untuk semua perempuan, mari buktikan bahwa paradigma perempuan itu ‘makhluk’  rumahan yang miskin ilmu dan informasi adalah salah besar. Kita bisa membuat dunia lebih baik. Kita bisa melakukannya secara elegan. Dengan tangan, hati, dan pikiran kita. - See more at: http://niaharyanto.blogspot.com/2014/01/perempuan-dan-internet-antara.html#sthash.HLyWCrgx.dpuf

Nurul Aslamiati
http://nurulnoe.com/perempuan-hebat/
Kami ada untuk berbagi dan menginspirasi, berkarya dan menabar manfaat bagi sesama.

Olyvia Bendon
http://obendon.com/2014/01/30/perempuan-di-dunia-maya/#more-6465
Ketika dunia manusia dibatasi oleh sebuah benda mati yang bisa dimainkan di tangan dan membuat menjelajah ke benua lain hanya lewat ujung jari, selamat datang di dunia digital!

Pungky Febriani
http://galaksipungky.blogspot.com/2014/01/ibu-rumah-tangga-serba-internet.html
Berkarya sebanyak-banyaknya karena di internet, apalagi dunia blog, bertebaran guru sebenar-benar tanpa tanda jasa

Rahmah
http://chemistrahmah.com/simbiosis-mutualisme.html
perempuan dan internet memiliki hubungan simbiosis mutualisme yang harus terus dikembangkan dan dijaga agar tetap sesuai dengan koridornya. - See more at: http://chemistrahmah.com/simbiosis-mutualisme.html#sthash.QCXgLKWs.dpuf

Rahmi Aziza
http://www.rahmiaziza.com/2014/01/ibu-rumah-tangga-melek-internet-wajib.html
Jangan sampai ketinggalan jaman. Kita harus mampu mengikuti perubahan. Demi anak tercinta juga, generasi penerus bangsa.

Reni Judhanto
http://another-reni.blogspot.com/2014/01/saat-perempuan-memanfaatkan-internet_30.html
Efisiensi, kepraktisan dan manfaat telah menjadi alasan yang mendorong mereka untuk ‘melibatkan’ diri dengan internet. 

Riana Wulandari
http://emakriweuh.blogspot.com/2014/01/bijak-berinternet-dengan-blog.html#more
Tulisan kita bisa jadi warisan untuk anak-anak kita, generasi mendatang. 

Rina Susanti
http://www.rinasusanti.com/2014/01/internet-dan-saya.html
Selalu ada iri positif yang memacu untuk terus belajar.

Ririn Sjafriani
http://fromblazertodaster.blogspot.com/2014/01/perempuan-dan-internet-dua-kekuatan.html
Hanya dalam hitungan beberapa puluh tahun, teknologi internet berhasil mengubah wajah dunia. Semakin mudahnya pertukaran informasi, semakin banyak sisi kehidupan yang terpengaruh. Mulai dari pengetahuan, media, pendidikan hingga relung-relung pribadi seperti jejaring sosial.

Silviana Apple
http://silvianapple.blogspot.com/2014/01/perempuan-banyak-nanya-udah-bukan.html
Baca dulu sebelum bertanya

Siti Hairul Dayah
http://catatansiemak.blogspot.com/2014/01/mamak-dan-internet-sb2014.html
Bagi keluarga Homeschooling seperti kami. Internet adalah sumber belajar yang sangat kaya. Semua ada di internet. ‘Surga neraka’ sekalipun #langsung digampar sama MUI. Saya bisa membaca tulisan para ahli dengan bantuan internet. Mengunjungi blog-blog yang luar biasa dengan bantuan internet.

Siti Wakhidah Hajar
http://idahceris.com/informasi/perempuan-pemakan-bandwidth/
Perempuan bisa dikategorikan sebagai “Pemakan Bandwidth“, manakala ia mulai menggunakan internet untuk download. 

Suria Riza

http://www.echaimutenan.com/2014/01/kemudahan-berinternet-seorang-emak.html
Dengan banyak menulis di internet, saya menemukan jati diri yang sebenarnya.

Susi Ernawati
http://blogsusindra.blogspot.com/2014/01/2-dunia-perempuan-yang-berbeda.html
Saya terbiasa mendapat informasi terbaru dari internet. Saya mampu menggunakan internet sebagai media pembelajaran sekaligus mencari tambahan pendapatan keluarga.

Susi Sukaesih
http://suzieitaco.wordpress.com/2014/01/30/ciptakan-konten-positif-di-dunia-maya-yuk-nak/
Saya menekankan kepada mereka hal-hal yang mereka posting akan terekam selamanya dan saat ini banyak HRD yang melakukan pencarian karyawan dengan melihat rekam jejaknya di dunia maya.

Waya Komala Putri
http://cerita-waya.blogspot.com/2014/01/menjadi-perempuan-gemilang-dengan.html
Internet  menjadi pintu ajaib yang bisa membuat perempuan terhubung dari satu tempat ke tempat lainnya. Seperti lorong waktu yang bisa mengantarkan kemanapun tempat yang diinginkan. 

Winda Carmelita
http://windacarmelita.blogspot.com/2014/01/tentang-perempuan-internet-dan-ahli.html
Kemudahan berkat internet membantu para perempuan untuk menjangkau dunia

Zakiatul Hidayati
http://zakia.griyasantun.com/2014/01/surga-itu-bernama-rumah/
Internet bagaikan senjata, berbahaya atau tidak, tergantung di tangan siapa senjata itu berada.

Zuhana Adibbudin Zuhro
http://apikecil.wordpress.com/2014/01/30/perempuan-dan-ruang-geraknya-di-dunia-maya/
Bila kita memanfaatkannya sesuai dengan batas kebutuhan, maka tak akan pernah ada kejadian buruk yang terjadi.


Terimakasih untuk semua emak 50 finalis SB2014 yang telah posting serentak semua karya di atas.