Monday, January 26, 2015

Gigiku Ompong, Ma!

Anda yang memiliki kanak-kanak, akan menjumpai fase ompong dalam masa peralihan gigi susu ke gigi permanen. Anda sendiri mungkin sulit mengingat pengalaman pribadi fase itu saat terjadi pada gigi kita sendiri. Demikian pula saya, sedikit saja ingatan saat gigi tanggal.

Dokpri

Mengapa saya menulis topik tentang gigi?
Dua hari yang lalu gigi seri rahang atas Revo tanggal. Berturutan hanya berjarak dua hari. Jadilah wajahnya lucu menggemaskan dan sedikit memprihatinkan. Haha istilah memprihatinkan ini versi saya. Biasanya orang lain akan terhibur dengan ompongnya Revo.


Peristiwa ompong ini menjadi alasan menghangatnya bahasan tema gigi anak.
"Kok lambat ya bu tanggalnya gigi Revo. Anak saya sudah sejak 5 tahun," komentar seorang teman.
Usia Revo sekarang 7,5 tahun. Benarkan lambat?

Gigi seri rahang bawah sudah tahun kemarin. Sekarang giliran yang atas.
Saya mencoba mengingat saat pergantian gigi ke 5 kakak Revo. Waah enggak ingat tepatnya pada usia berapa. Haha kebanyakan anak sih!

"Tapi gigi Revo bagus ya, masih utuh dan putih-putih. Kalau gigi anak saya rusak," lanjut teman yang berkomentar tadi.

Revo memang cukup rajin gosok gigi. Terutama saat mandi pagi dan sore. Kalau mau tidur kadang mau, kadang menolak. Sedihnya, saya adalah ibu yang lembek, jadi kadang tak mau memaksa Revo gosok gigi sebelum tidur. Alhamdulillah hingga kini ia belum pernah sakit gigi.

Diantara kuncinya adalah jauh dari permen. Sebagai anak lelaki, Revo tak suka permen. Apalagi coklat. Ada satu kakak Revo yang gigis lantaran dari kecil kecanduan permen. Usia 3 tahun sudah kuning dan geripis. Kemudian tumbuhnya berantakan. Setelah dewasa kami rapikan dengan kawat gigi. Pakai ongkos yang tidak sedikit deh, biar rapi. Yang lainnya relatif selamat.

Ternyata hemat jika orang tua mau bersusah payah, eh maksudnya berusaha  mendisiplinkan anak merawat gigi sejak dini.

Pengalaman seorang teman yang karena satu dan lain hal tak dapat membersamai masa balita anaknya, patut menjadi pelajaran. Ada kurun waktu 2 tahun ia menitipkan anaknya orang orang tua. Saat sang anak berusia 5-7 tahun. Kini si anak berumur 13 tahun dengan masalah serius pada gigi karena tumbuh berantakan.Anak tersebut harus mengalami perawatan gigi untuk pemulihan.

Merawat gigi susu ternyata tak dapat disepelekan. Hal ini dapat berpengaruh kepada banyak hal, diantaranya:

1. Masalah status gizi. 
Anak dengan masalah gigi menjadi sulit menikmati makan. Mungkin saja asupan gizinya berkurang dan itu dapat mengganggu proses perkembangan  fisik serta kecerdasan.

2. Mengalami rasa minder karena penampilan gigi yang buruk serta bau mulut. Hal ini akan mempengaruhi kepribadian dan pergaulan.Mungkin saja ia akan menjadi bahan olok-olok teman.

3. Tanggalnya gigi susu yang belum pada waktunya akan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan wajah dan tulang rahang.

4. Memperngaruhi prestasi belajar.Turunnya konsentrasi dan kehadiran di sekolah dapat mempengaruhi daya ingat dan prestasi belajarnya.

5. Mempengaruhi kemampuan verbal. Tetbatasnya pengucapan beberapa huruf karena enggan membuka mulut atau masalah pada rongga mulut.

6. Resiko jangka panjang seperti penyakit jantung, diabetes. Hasil penelitian yang berkelanjutan menunjukan ada kaitan antara peradangan kronis pada gusi dengan beberapa masalah pada jantung, stroke dan penyumbatan pembuluh darah. Melindungi kesehatan mulut akan membantu mengontrol kadar gula darah. Buruknya kesehatan mulut juga beresiko infeksi dan rentan terkena rhematois arthritis.

7. Bagi orang tua membawa dampak ekonomi dan mengganggu kinerja karena tambah lagi urusan.Bolak-balik ke dokter gigi mengantar anak.

Apalagi ya?

Anda tak menginginkan hal tersebut menjadi kenyataan pada keluarga anda tentunya. So, kita rawat gigi susu anak dengan baik.

Termasuk saat anak mengalami proses ompong karena pergantian dari gigi susu ke gigi permanen. Jika perlu konsulkan dengan dokter.

Tips merawat gigi anak, saya sarikan dari berbagai makalah,  sebagai berikut:

1. Gosok gigi anak minimal sehari 2 kali, terutama sesudah makan dan sebelum tidur. Ajari anak cara menyikat gigi dengan benar, yakni menjangkau seluruh permukaan dan sela-sela gigi. Gerakan memutar akan merawat gusi.

2. Bila perlu lakukan kumur-kumur dengan obat kumur minimal seminggu sekali untuk mencegah terjadinya plak dan karang gigi.

3. Sikatlah gigi dengan tekanan.sedang. Tekanan yang kuat akan merusak permukaan email gigi. Adapun tekanan yang lunak menyebabkan gigi kurang bersih.

4. Jika perlu menggunakan dental flos atau benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

5. Makanlah makanan yang bergizi dan seimbang. Kurangi karbohidrat dan permen atau makanan bertepung karena dapat menempel pada gigi.juga makanlah makanan yang berserat.

6. Penggunaan pasta gigi dengan unsur fluoride yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dihindarkan. Tetlaku banyak fluoride akan menyebabkan kerusakan gigi dan keracunan.

7. Minumlah air yang mengandung fluor dan mineral.

8. Melakukan pemeriksaan gigi 6 bulan sekali, serta membersihkan plak dan karang gigi.

Selain hal diatas, jangan dilupakan untuk memilih pasta gigi dengan benar. Pilih bulu sikat yang menengah atau lembut. Jangan terlalu keras karena akan merusak enamel gigi dan memotong gusi.Sikat gigi diganti minimal 3 atau 6 bulan sekali. Jika sebelum itu tekstur dan bentuk bulu  sudah rusak, maka segera diganti. Sesuaikan ukuran sikat gigi dengan besaran rongga mulut anak.

Beberapa orang tua mengeluhkan anaknya yang menolak menyikat gigi. Jangan menyerah ya. Dengan semua pemaparan diatas, proses pembiasaan menyikat gigi adalah perjuangan.

Pada bayi dapat mulai dilakukan pemijatan dan mengusapan gusi menggunakan spons yang halus sebagai sarung tangan.

Selanjutnyan gunakan sikat gigi jari untuk membersihkan gigi balita. Mula-mula cukup dengan air hangat. Saya pribadi saat kesulitan mendapatkan sikat gigi bayi, menggunakan kain berbahan seperti handuk. Alhamdulillah tidak menyakiti gigi dan gusi.

Setelah anak terbiasa, maka kenalkan pasta gigi yang sesuai untuk usia anak. Sebagian anak suka menggosok gigi karena rasa pasta giginya dan menelannya. Sekalipun sebenarnya kurang baik, tapi berikan toleransi agar anak tidak mogok menyikat gigi.Ajari anak meludahkan busanya.

Pada usia 2 tahun, anak dapat diajari untuk mandiri menyikat gigi. Caranya, pangku anak menghadap cermin. Bantulah ia memegang sikat gigi dan memutarnya perlahan. Biarlah ia melihat hasil kerjanya dengan cermin, gigi yang menjadi bersih. Berikan pujian untuk nafas segarnya. Anda juga mencontohkan kebiasaan menyikat gigi dengan benar. Biarlah anak melihat apa yang anda lakukan. Keteladanan ini penting untuk menginspirasi anak.

Jika ada anak yang sakit gigi atau bermasalah giginya, dapat anda jadikan contoh pelajaran bagi anak.

Jika dasar-dasar ini telah dilakukan, seterusnya semoga berjalan debgan baik dan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Diperlukan kesungguhan dan konsistensi orang tua dalam hal ini.

Yuuk rawat gigi anak dan selamatkan masa depan mereka.





20 comments:

  1. Anak-anak memang akan mengalami fase ini ya bu, meskipun Kanaya rajin sikat gigi tapi tetap saja giginya gerigis

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya, apakah kanaya suka permen mak?

      Delete
  2. anakku ga suka permen dan coklay bu, cuma karena kelamaan mimi susu pake dot..jadi kikis giginya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mak, minum dot lalu ketiduran...

      Delete
  3. bukan lambat mbak tapi memang waktu yang seharusnya ,saya pernah tanya dokter. Gigi nya pascal juga pertama tanggal sekitar umur 7,5 thn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mak Lidya...alhamdulillah gigi Revo sesuai jadwal ya

      Delete
  4. berarti sejak kecil emang harus diajari sikat gigi ya, biar giginya bersih spt punya revo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya dong mak. ada dua anakku yang berantakan gegara permen

      Delete
  5. iya, Mbak anak yang terawa giginya itu hemat. Kalau saya termausk yang boros ke dokter gigi hihihi

    ReplyDelete
  6. Saya malah gak ingat sama sekali, Bun. Pernah ompong apa tidak.. :D

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah anak-anakku giginya gak ada masalah, soalnya emaknya galak urusan makan yang manis-manis dan gosok gigi hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mak...hehe biar banyak anak, semoga tetap selamat semua giginya, amiin

      Delete
  8. Mak Ida, gigi anak saya tu rusak berat, tp itu terjadi dengan sendirinya keropis rontok sendiri gitu setelah 10 hari di RS opname
    Kata yang ngerti, itu pengaruh ketasnya antibiotik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. seharusnya dokter kasih prolog dan saran sebelum pilih anti biotik. Misal bundanya mau pakai, anaknya disapih sementara. kasihan kan ananda kalau mendapat efek samping seperti itu. sekarang diambil hikmahnya saja ya mak Icoel.

      Delete
  9. Mak, kalo aku jadi ibu gimana ya.. emaknya sendiri aja males ngerawat gigi, gimana ntar anaknya? :D
    Yaudah kan berarti diri saya harus dibenahi dulu :D

    ReplyDelete