Tuesday, November 3, 2015

Anakku hyperaktif?

📝  NOTULEN DISKUSI ONLINE 📝
Di group WA USTADZAH KB-TK
➖➖➖➖➖➖➖➖

📆 Hari/Tanggal : Sabtu/31 oktober 2015
⏰ Jam : 19.30 - Selesai
📚 Narasumber : Bunda Dewi Purnama Dewi.
🎤 Moderator : Fitri
📝 Notulen : Anis FR

PROLOG

💐💝Assalamu'alaikum wr.wb..alhamdulillah mari kita panjatkn pd Allah SWT,rasa syukur kita krn beribu2 nikmat yg selalu kita rasakan disetiap saat.salam serta sholawat smga tetap tercurahkn pd Rosululloh SAW yg tlah mbawa kita dr jln gelap jahiliyah menuju jln penuh nur ini,smga kt tetap istiqomah smpai akhir jaman Aamiin....akhwaty ,saat ini kt akn diskusi tntang anak yg AKTIF,SUPERAKTIF DAN HIPERAKTIF...

💐kt senang py anak yg aktif atau diem? Maunya kita anak2 kita nurut sama kita,pendiam dan gak macem2...begitu ya? Sehingga ktk mlihat ada anak orang lain naik2 meja,main perang2 ngan,mainab air ato main tembak,mk kt sudah langsung mengecap negatip pd anak itu.padhal anak aktip itu blum tentu lngsung negatip.

Tak sedikit orang tua yang mengeluhkan tingkah laku anak-anak mereka yang sangat aktif. Dari pagi sejak bangun tidur sampai malam hari menjelang waktunya tidur anak-anak tidak bisa diam dan selalu bergerak tanpa mengenal lelah.

Tingkah laku anak yang selalu “aktif” sebenarnya sangatlah wajar. Karena pada dasarnya masa kanak-kanak adalah masa dimana anak belajar mengenal lingkungannya melalui berbagai macam aktivitas gerak. Tetapi, ada beberapa anak yang aktivitas geraknya berlebihan, sulit diatur, nakal dan suka membuat onar. Kalau sudah seperti ini, biasanya orang tua langsung menganggap dan melabeli anaknya sebagai anak yang hiperaktif.

Sekilas memang sulit membedakan antara anak aktif dan hiperaktif. Tapi sesungguhnya kita bisa membedakan antara anak aktif “normal” dengan anak yang hiperaktif. Seperti apa perbedaannya?

Anak aktif adalah anak yang memiliki kelebihan energi dan memiliki aktivitas gerak lebih tinggi dibandingkan anak-anak lainnya. Otaknya normal tanpa gangguan.

Ciri-ciri:
* 1.Hiperaktivitas.
Anak tak bisa diam dalam waktu lama dan mudah teralihkan perhatiannya pada hal lain. Ciri lainnya, tidak fokus bicara alias mengeluarkan saja apa yang ingin dikatakannya tanpa peduli apakah lawan bicara mengerti/tidak apa yang dibicarakannya. Anak juga cuek ketika ada yang memanggilnya.

* Anak sulit "diberi tahu".
*Destruktif. 
* Impulsif.
* Tak kenal lelah. 
* Intelektualitas rendah. 

2. SUPERAKTIF
Ciri-ciri:
* Bisa tetap fokus. 
Meski sekilas anak ini terus bergerak/ tak bisa diam, tapi dia tidak mengalami gangguan pemusatan perhatian. la tetap fokus dengan apa yang dikerjakannya saat itu. Bila diberikan mainan yang membutuhkan penyelesaian, seperti pasel, ia akan menyelesaikannya. Beda dengan anak hiperaktif, yang cepat bosan dan tak menyelesaikan permainannya.

* Konstruktif. 
Tenaganya yang berlebih digunakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan padanya. Setidaknya, ia akan berusaha untuk menyusun secara konstruktif permainan yang diberikan.

* Bisa merasa lelah. 
Setelah lelah melakukan aktivitasnya, anak juga bisa capek. Biasanya kalau capek, ia akan berhenti dan istirahat/tidur.

* Intelektualitas lebih baik.

3. AKTIF
Ciri-cirinya hampir sama dengan anak superaktif, bedanya, tenaga anak aktif lebih sedikit.
Meski sama-sama terus bergerak, tapi anak aktif punya batasan yang hampir sama dengan anak normal. Umumnya cerdas, ia terus bergerak untuk mencari tahu hal-hal yang membuatnya penasaran. la bisa menyelesaikan dengan baik tugas yang diberikan.  Pada beberapa bidang, umumnya juga lebih kreatif

faktor-faktor penyebab hiperaktif pada anak :

Faktor neurologik

  lamanya proses persalinan,, bayi yang lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok dan minum alkohol.

Faktor toksik
bahan-bahan pengawet memilikipotensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah (lead) , ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar X pada saat hamil juga dapat melahirkan calon anak hiperaktif.

💐cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang tergolong hiperaktif :

💐Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktifitas

💐Kenali kelebihan dan bakat anak

💐Membantu anak dalam bersosialisasi

💐Menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif (misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib), memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak

💐Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya

💐Menerima keterbatasan anak

💐Membangkitkan rasa percaya diri anak

💐Dan bekerja sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnnya.

📝 SESI TANYA-JAWAB📝

Pertanyaan :

1. Apa pengertian destruktif dan impulsif?

2.  Anak didik saya, kalau di kelas sukanya (* ketika ustadzahnya membawa tugas untuk di kerjakan nanti, ia pasti pengen tahu dan ingin membawakan buku/kertas tugas untuk di bawanya)

Lalu, kalau dak di turuti  dia dak mau ngaji/ hafalan, tapi kalau di ijinkan ia janji mau hafalan dan ia menepatinya, Trus terkadang, ia dak mau duduk manis anteng mengikuti hafalan yang di berikan, melainkan ia ikut menghafal/ menirukan sambil bergerak *entah duduk pindah2, jalan2, dll

**usianya 3,7th
**dari segi intelektual mampu mengikuti

Nah anak ini termasuk tipe yang mana bu Dewi?
Jazakillah atas solusinya😊

jawaban :

1. destriluktif dan impulsif adlah ciri2 dr anak yg mengalami gangguan perhatian ato hiperaktif...destruktif artinya anak cendrung merusak apa yg ada disekitarnya,misalnya mainnya,alat tulis ato lainnya.....sedang impulsif adlah dia suka melakukan sesuatu tanpa tujuan...misalnya naik turun tangga,lari2 dsb... Ia jg tdk sabaran,suka memotong pertanyaan dan tdk tenang.

2. anak yg usia 3.7 tahun td msih berada dlm tahapan normal/ aktif .krn bs mengikuti pelajaran,masih mau menghapalkn dan menepati janji.dia hy pgin diperhatikan lebih saja oleh ustadzahnya

Pertanyaan  :

3. Bgni bunda...dkls kmi alhamdulillah byk ank istimewa (aktf dn hiperaktif) sebagian besar anak putra...
Peralihan dr kb k tk a ini mmg d butuhkn perjuangan yg ekstra...
Yg pertama kita ajarkn spy ank disiplin msuk kls...jd tau wktunya bermain dan bljr..
Walaupun dkls mrk msh asyik dgn mainannya..
Nah...gmn ya bun..spy ank itu bs mndengarkn omongan kita..nasihat kita...?
Kadang jk usth mngajark dgn metode yg berbeda..ato ngajarkn hal2 yg baru mrk semangat..tp itu tak berlangsung lama..😣😔
Jg ktika usth mengingatkn tntg sesuatu mrk tak menggubrisnya...usth yg dr kb mmg prnh blg k kmi...bhwa ank yg skrg bnr2 istimewa...usthe ngomong ki blas ra d gubris..gitu katanya...

Dn ini mjdikn terkadang semangat kita naik turun...
YaAllah mampukah kmi mengemban  amanah ini..?

Mohon bunda solusinya..smg bs mjd inspirasi dan pnyemangat untk kmi..
Terimakasih...

Jawaban :

3. kita tdk boleh buru2 mengecap seorang anak HIPERAKTIF....krn anak hiperaktif itu benar2 terjd gangguan di otaknya....yg paling menonjol adlh TDK BISA BERKONSENTRASI lama( 5 menit).. Jd selama dia msh bs kinsentrasi hafalan,nyambung diajak bicara,mau mengerjakan tugas walo hrs diksih reward...mk dia bukan anak HIPERAKTIF...bs jd mereka hy kurang perhatian dr ortu akhirnya terbwa ke sekolah...anak2 KB memang rata2 seprrti itu,krn memang namanya sj kelompok bermain...dan ktk mreka pindah TK,nreka msih membwa kbiasaan utk bermain spt pas di KB....jd usahakn dlm memberi materi tetep ada unsur bermainnya biar anak merasa diajak bermain walo sbenarnya itu sudah msuk materi.
Trs jgn lupa tetep berdoa pd Allah agar ucapan2 kt dipahami dan di mengerti anak2. ...selanjutnya jgn lupa sering diskusi dg ortu anak2.... Krn nurut ane,mereka kurang perhatian dan ksih sayang dr keluarga sehingga tingkah laku mereka aneh2 biar ustadzah memperhatikan mereka.

Kegiatan real utk anak hiperaktif....misalnya anak kelebihan energi dlm hal memukul2,mk kita salurkan ke kegiatan drun band,ato tinju.....suka mencoret2,bs kita arahkn utk menggambar ato kalo ia merusak mainan bs kt arahkn ke bongkar pasang.....INGET nggeh,bukan berarti anak hiperaktif itu gak bs normal.instaAllah bs normal bila penanganan tepat dan ortu byk berdoa pd Allah utk kesembuhannya.selain itu bs diterapi pisik juga misalnya di pijit,bekam atau lainnya

Sebnarnya semua anak itu berbakat utk mjd anak pandai,tp krn kurang stimulus mk bakatnya anak jd tdk kluar.ortu yg terlalu sibuk dan tdk nggagas pendidikan anak mk dg sengaja/ tdk sengaja mereka telah membunuh kpandaian,watak dan karakter anak sehingga anak menjadi lelet dan agak lambat.....jd mhon diskusi sama orangtua nggeh biar masalahnya terbantu.

Alhamdulillah.....
wa Barokallohufikun

1 comment:

  1. Terimakasih Bu Ida :), pencerahan sekali untuk saya

    ReplyDelete