Saturday, December 3, 2011

Yang Kualami di Tanah Suci (3)

Sakit - 1
Oleh : Ida Nur Laila

Rabu, tanggal 23 november 2011, sehari menjelang kepulangan, aku sakit. Pusing dan sedikit batuk.  Aku tidak begitu tahu sebabnya. Sejak datang ke Mekkah pada Sabtu pagi, aku dalam keadaan sehat wal afiat. Sempat menyelesaikan prosesi umrah membadalkan bapak yang sudah meninggal dan belum kesampaian ziyaroh ke tanah suci. 
Menurut ustadz, kita boleh mengumrahkan atau menghajikan orang lain yang sudah meninggal, syaratnya kita sendiri sudah pernah berhaji, jika akan menghajikan, atau sudah pernah berumrah jika akan mengumrahkan. Bapak memang sangat ingin naik haji, namun uang pensiunan yang sedianya dicadangkan untuk ndaftar berhaji, terpakai untuk biaya rumah sakit. Bapak jatuh sakit  sejak 2 minggu  masa pensiun hingga 4 bulan kemudian bapak meninggal. Sakit kanker mesenterium. Aku merasa punya PR untuk menyampaikan cita-cita bapak, berhaji dan ber-umrah.
Dalam perjalanan dari Madinah ke mekkah, kami mengambil miqot di masjid Birr Ali pada Jumat sore. Sempat sholat maghrib, mengenakan pakaian ihram dan sholat sunah ihram 2 rekaat. Kami sampai mekkah jumat  malam, setelah transit satu kali di sebuah tempat transit yang tidak sempat kutahu namanya. Maklum jam 10.30. jadi kami hanya mampir ke toliet, membeli teh dan kopi panas, berjalan melemaskan kaki di seputar bus, lalu meneruskan perjalanan. Dini hari jam 02.00, kami thowaf dan sa’i, lalu sholat shubuh.

Sabtu sore aku datang bulan. Sejak itu aku banyak tinggal di kamar untuk menulis pengalaman selama di tanah suci. Sesekali keluar membeli keperluan seperti air minum atau snack. Sesekali mengantar teman yang tua berangkat ke masjid, atau sekedar mencari udara segar, meliput orang yang beraktivitas di halaman masjid. Berfoto dengan beberapa kenalan perempuan dari Niger, Morokko, Tunis, dan  Turki. Namun aku banyak di kamar. Maka aku merasa sedikit aneh ketika merasa tidak enak badan justru saat tidak banyak aktivitas.
Mungkin karena pada selasa malam aku menulis hingga jam 01.00 waktu Mekkah. Jadi setara dengan jam. 05.00 waktu indonesia, artinya aku tidak tidur semalam suntuk. Jadi kecapekan tanpa terasa.
Atau menu makan beberapa hari ini terasa terlalu asin bagiku, jadi mungkin tensi darahku naik. Rabu pagi dokter travel , dr. Suluh, sudah tidak bertugas lagi karena ybs sudah bersiap bertolak ke tanah air pagi ini. Jadi aku tidak bisa mengecek berapa tensiku. Maka aku minum saja captopril dan analgesik. Lalu berusaha beristirahat seharian. Pagi aku masih sempat mengantar rombongan yang bertolak, ada sekitar  100 orang yang berangkat ke tanah air.
Aku sakit, mungkin juga dikarenakan kesedihanku yang sangat, lantaran kemungkinan besar aku tidak bisa thowaf wada sebelum kembali ke tanah air.Padahal betapa inginnya aku untuk hari -hari terakhir bisa sholat dan thowaf di Masjidil Haram. Aku sudah minta beberapa teman mendoakan agar aku segera suci dari haid, sebelum kembali ke tanah air. Semoga doa itu segera terkabul. Aku sendiri selalu bermohon kepada Allah.
Mungkin juga aku sudah home sick. Apalagi menyaksikan rekan2 yang angkat koper dengan wajah cerah pada hari ini.Melihat wajah mereka yang berbinar-binar penuh semangat untuk kembali menjumpai keluarga, anak, istri, suami sanak saudara dan teman2. Menjumpai siapapun yang menunggu di tanah air. Mungkin aku sakit karena perasaan yang campur aduk. Entahlah.
Yang jelas kepalaku berat, tubuhku melayang-layang. Aku tidak bisa sarapan, tidak ingin makan siang dan menolak makan malam. Seharian berbaring, minum obat, makan roti , tidur dan menulis.
Masih ada pekerjaan yang belum kuselesaikan, yakni membagikan barang bekas kepada fakir miskin dan para pengemis.  Biarlah nanti sore kulakukan jika jika aku merasa keadaanku lebih baik. Seorang teman minta ditemani tinggal di kamar, lantaran teman sekamarnya semua sudah pulang, ia takut sendirian di kamar. Maka aku berpindah kamar dan kembali tidur. 

BERSAMBUNG

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete