Monday, December 19, 2011

Yang Kualami di Tanah Suci (9)

Ahmad dari Ciamis

Oleh : Ida Nur Laila

Buffet makan di apartemen Syauqiyah ada dua lokasi. Satu dilantai 2, diurusi oleh mas Ahmad. Dan satu dilantai 3 diurusi oleh seorang dari Indonesia juga tapi aku tidak sempat mengenalnya. Ahmad dari Ciamis, bahasanya masih medok. Sudah 6 tahun ia bertugas di Mekkah, dan akan pulang ke Indonesia bulan Februari. Katanya ingin berusaha di tanah air dan capek jadi TKI. Katanya juga ia sudah memiliki cukup tabungan untuk bekal usaha.
Ahmad ini orangnya berperawaan kecil. Tingginya sekitar 160 cm. Atau malah kurang. Badannya juga kurusan. Ia seperti tidak kenal lelah. Tugasnya menyiapkan makanan prasmanan. Makanan ini telah dimasak di Aziziyah. Dibungkus dalam kantung plastik dan dimasukkan ke dalam koper. Mas Ahmad tinggal membuka dan menatanya. Nasi, lauk, sayur, buah, kerupuk, roti, selai dan sebagainya.  Makan pagi siang maupun malam. Lalu ia mencuci piring sendok dan segera mengeringkannya untuk dipakai lagi. Air minum panas dingin dan orange juice juga menjadi tanggung jawabnya.
Ia juga menggelar dagangan sederhana di ruang makan. Entah miliknya atau milik temannya yang dititipkan padanya, aku tidak tahu. Dan tidak bertanya.

Kuperhatikan barang dagangan yang digelarnya. Hati onta yang sudah dikeringkan, madu, jintan atau habatussauda, cincin, gelang, tasbih, al Quran, minyak wangi, dan beberapa jenis obat lagi. Ada juga satu dua yang tertarik membeli. Namun sepertinya kurang laku.
Setiap orang yang antri makan, menyempatkan untuk melihat-lihat dan bertanya ini itu, namun jarang yang membeli. Beberapa ibu-ibu tertarik membeli cincin. Ada yang bermata, ada yang berakik.
Selain usaha sampingan dagang. Ahmad juga menerima jasa loundry. Satu baju panjang atau pakaian ihram atau mukena, dihargai 10 riyal perpotong. Diterima dalam keadaan bersih sudah terseterika dalam kemasan plastik per orang. Ada banyak juga order loundry. Saya yakin, ia membuat sub tender untuk jasa mencuci ini, lantaran tidak mungkin dikerjakannya sendiri.
Ahmad juga jualan pulsa. Harganya agak terpaut tinggi dengan yang berjualan di pinggir jalan atau di konter resmi. Misal pulsa 30 riyal dia jual 37 riyal. Jika di pinggir jalan harganya 33 riyal. Di konter resmi harganya 30 riyal. Namun banyak jamaah yang senang membeli darinya, termasuk aku, lantaran tidak perlu berpanas-panas keluar Apartemen. Bahkan Ahmad langsung memandu meng-isikan ke HP. Ada saja jamaah yang bahkan melebihkan pembayaran sebagai shodaqoh. Jadi banyak yang senang dengan Ahmad.
Memang orangnya bawaannya gembira, tidak banyak mengeluh dan terlihat suka bekerja keras. Allah Maha Adil, kerja keras Ahmad, dihargai oleh banyak orang.

1 comment:

  1. SAYA SANGAT BERSYUKUR ATAS REJEKI YANG DIBERIKAN KEPADA SAYA DAN INI TIDAK PERNAH TERBAYANKAN OLEH SAYA KALAU SAYA BISA SEPERTI INI,INI SEMUA BERKAT BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA YANG TELAH MEMBANTU SAYA MELALUI NOMOR TOGEL DAN DANA GHAIB,KINI SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA BAHKAN SAYA JUGA SUDAH BISA MEMBANGUN HOTEL BERBINTANG DI DAERAH SOLO DAN INI SEMUA ATAS BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA,SAYA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKA JASA BELIAU DAN BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU OLEH RAWA GUMPALA MASALAH NOMOR ATAU DANA GHAIB SILAHKAN HUBUNGI SAJA BELIAU DI 085 316 106 111 SEKALI LAGI TERIMAKASIH YAA MBAH DAN PERLU ANDA KETAHUI KALAU MBAH RAWA GUMPALA HANYA MEMBANTU ORANG YANG BENAR-BANAR SERIUS,SAYA ATAS NAMA PAK JUNAIDI DARI SOLO DAN INI BENAR-BENAR KISAH NYATA DARI SAYA.BAGI YANG PUNYA RUM TERIMAKASIH ATAS TUMPANGANNYA.. BUKA DANA GHAIB MBAH RAWA GUNPALA

    ReplyDelete