Friday, March 21, 2014

Tak Cukup Air Mata untuk Aisyah adinda kita dari Medan



Lagu Aisyah Adinda Kita

Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita
Angka SMP dan SMA sembilan rata – rata
Pandai mengarang dan organisasi
Mulai Muharam 1401 memakai jilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat pantasnya

Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita
Index Prestasi tertinggi tiga tahun lamanya
Calon insinyur dan bintang di kampus
Bulan Muharam 1404 tetap berjilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat pantasnya

Aisyah adinda kita tidak banyak berkata
Aisyah adinda kita dia memberi contoh saja

Ada sepuluh Aisyah berbusana muslimah
Ada seratus Aisyah berbusana muslimah
Ada sejuta Aisyah berbusana muslimah
Ada sejuta Aisyah, Aisyah adinda kita

Syair dari sini.



Sayup-sayup kuingat lagu indah dari Bimbo yang menjadi favoritku saat memulai berjilbab puluhan tahun yang lalu.

Namun kini menyanyikannya membuatku berurai air mata karena Aisyah kecil 2014 ini adalah kisah pilu gadis Medan yang mengayuh ‘becak rumah’ Nawawi sang ayah.

Sejak usia setahun ditinggal ibunya. Aisyah diasuh ayah tercintanya yang berprofesi sebagai supir. Semenjak ayahnya sakit dan tak lagi berpenghasilan, merekapun terpuruk hingga menjadi tunawisma. Seiap hari Aisyah hanya merawat ayahnya yang terbaring lemah dalam becak yang dikayuhnya dari satu tempat ke tempat lain. Aisyah yang ini tak sempat mengenyam bangku sekolah.

Kini Pemkot Medan telah memberikan bantuan untuk pengobatan Nawawi ayah Aisyah dan berjanji menyekolahkan Aisyah. Semoga masa depan yang lebih baik menantimu Aisyah.
Masih berapa banyak lagi kisah generasi muda bangsa yang kurang beruntung seperti Aisyah atau Iqbal yang belum ditemukan.

Gambar dari.sini.

Bagaimana seharusnya seorang warga negara yang peduli anak?
1.     Jika melihat anak kecil sendirian, apalagi nampak tidak sewajarnya, tanyakan perihal dirinya: dari mana asalnya, dengan siapa, sedang apa dll.
2.     Jika memang dibutuhkan, hubungkan dengan pihak terkait. Mungkin saja ia anak hilang, korban penculikan atau anak yang kekurangan seperti Aisyah.
3.     Jika anda punya akses, kabarkan dan tuliskan kisah-kisah anak terlantar atau anak kurang beruntung di sekitar anda.
4.     Selalu buka mata telinga atas setiap keganjilan yang sempat ada saksikan, anda dengar atau terjadi di sekitar anda. Seperti kisah panti asuhan di Jakarta yang belum lama merbak beritanya.
5.     Bergabunglah menjadi relawan NGO pemberdayaan, pendidikan, perlindungan atau donasi untuk anak-anak.
6.     Jika anda mememiliki semangat dan rejeki untuk berbagi, anda dapat menjadi anak asuh bagi anak-anak yang membutuhkan.
7.     ...? (anda dapat menambahkan sendiri bentuk kepeduliaan versi anda).



Sekarang masa kampanye para caleg, semoga mereka yang melamar menjadi pemimpin negeri ini melihat dengan hati dan peduli pada nasib jutaan  another Aisyah maupun another Iqbal yang belum “ditemukan”.

Video tentang Aisyah gadis kecil dari Medan dapat dilihat di sini 

34 comments:

  1. sedih :((
    tulisannya bikin saya muhasabah kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak...kayaknya harus lebih banyak lagi mengasah kepedulian

      Delete
  2. Aisyah... kisahnya memang memilukan. Miris sekali mengetahui beratnya beban yang ditanggung anak sekecil itu. Namun satu hal, Aisyah anak yang hebat. Dia tak pernah terlihat murung dan tertekan, wajahnya selalu ceria. Ah Aisyah... bagikan kecerianmu pada anak2 lain di sekitarmu.

    Banyak juga anak2 lain yang juga bernasib seperti Aisyah... masih kecil tapi sudah harus merawat orangtuanya. Semoga banyak orang2 yang peduli dan membantu mereka. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. semoga Aisyah dan sang ayah diberikan kesembuhan dan kelancaran menjalani kehidupan serta rejeki tanpa batas dari Alloh swt,,,aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin melihat kesungguhan kerja keras aisyah, semoga dunia terus berputra mak, ada saatnya mereka terangkat.

      Delete
  4. hiks ..kalau aku deket udah kubawa pulang Aisyah mbak.. sedih T-T

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mak, curahkan untuk anak-anak yang dekat dulu

      Delete
  5. Masya Alloh,.. Ya Robb, Lindungi aisyah selalu, cukupkan rezekinya, cintai dan sayangi ia selalu. Amin...

    ReplyDelete
  6. Mengharukan, Mak. Aku sampai merinding :(

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. betul mama CalVin, masih banyak Aisyah-Iqbal di luar sana yang belum ditemukan "media'. blogger termasuk yang punya akses untuk mempublikasikan

      Delete
  8. Ya Allah.... tak terbayang kaloaku jd dia....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aisya memang kuat mak...semoga kelak menjadi gadis baik yang hebat

      Delete
  9. Tadi pagi lihat di TV, hari ini adalah hari pertama Aisyah sekolah lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul dey, jalan masih panjang untuk Aisyah.

      Delete
  10. Aku nangis setiap beritanya keluar

    ReplyDelete
  11. Sedih mak.... kok bisa ya sekian lama lalu lalang di sepanjang jalan baru sekarang terdeteksi dan mulai pada bantu setelah di blow up... Kadang ketika saya diskusi dan ikut ke jalan bareng Save Street Child banyak nemuin kasus yang hampir sama....
    KEtika anak2 itu bener2 cari duit buat biaya ortunya bukan buat hidup dijalan seperti yang lain....sekarang terbentur PERDA yang justru kejam pengamalannya tidak seperti amanah UUD T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, katanya memang dia mobil, tidak menetap. semoga pemerintah ke depan lebih peduli dan bijak keluargakan peraturan mak

      Delete
  12. Replies
    1. apalagi kelembutan hati seorang ibu seperti mak Myra

      Delete
  13. Ibu, aku nangis kalau lihat berita tentang Aisyah :'(
    Ia gadis yang berbakti terhadap Ayahnya.
    Miris banget Bu. Semoga Aisyah dan ayahnya mendapatkan kehidupan yang semakin baik dan layak ya Bu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin makasih mak Prit, semoga segera dikarunia anak gadis yang berbakti mak

      Delete
  14. Sedih pas lihat berita2 tentang ini :'(
    Semoga kedepannya kehidupan Aisyah dan Ayahandanya semakin terjamin.

    ReplyDelete
  15. Gk kerasa air mata ini menetess sedih bgt.... cb dbwt film lyar lebar pst....jd sadarkn masyarakat..

    ReplyDelete
  16. Aisyah, masih sangat kecil, tapi baktinya pada orangtua sungguh bikin haru.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. subhanallah memang kita belajar dari aAsyah

      Delete
  17. Replies
    1. iyaa...sepertinya kita harus lebih peduli ya

      Delete