Wednesday, April 2, 2014

Sarapan pagi...Sarapan Cinta


Sarapan pagi adalah salah satu hal penting dalam hidupku. Sungguh lho, kalau sedang puasa, tanpa makan seharian terasa nikmat saja, bahkan saat tidak sempat makan sahur. Namun saat tidak meniatkan puasa, ketinggalan belum sarapan, jam 9 pagi sudah gemetaran tak keruan. Eh cuma aku atau anda juga demikian?

Apa yang anda bayangkan saat mengucapkan ‘sarapan’?
Kalau hari-hari ini, kata itu telah membuat aku ‘hidup’ di pagi hari. Maklum emak-emak dengan banyak anak, perasaan tanggung jawab itu membuat lupa pada semua ngilu dan pegal-pegal saat bangun tidur.


Pastilah saya melompat jika kesiangan, karena si nomer 3 dan 4  sudah duduk manis di kursi makan di dapur jam 05.45. Apalagi hari-hari ini si nomer 3 membawa rombongan jejaka belajar bersama menghadapi Unas...waah acara sarapan pagi tak kalah ramai dengan warung makan.

Tapi, itulah kebahagiaan, saat melihat anak-anak menanti, memesan makanan dan menghabiskannya dengan lahap. Artinya bagiku adalah kata-kata:
“Umi aku sehat...”
“Umi aku bersemangat hari ini...”
“Umi masakannya enaak...”
Walaupun kata-kata itu tidak selalu terucap. Seringkali hanya singkat: 
“Terimakasih Mi....” saat kuulurkan nasi dan lauk-pauk.

Jika si nomer 3 dan 5 menambah dengan pesan:
“Bungkusin aku untuk makan siang di sekolah...” itu artinya masakanku sedang lebih enak dan cocok dengan selera mereka. Yuhuu...!

Anak-anak sebenarnya telah membayar makan siang di Sekolah, namun jika sarapan terasa menarik, mereka memilih membawa makanan dari rumah. Dan kejadian ini bukan hanya sekali dua kali. Perasaan seorang ibu bangga saat anak-anak menyukai masakannya...tapi kalau sering-sering kan boros juga haha...

Menu apa yang menjadi pilihan saat sarapan?
Anak-anak suka jika aku membuat nasi kucing. Eh apaan tuh?
Nasi berbungkus daun. Lauknya oseng tempe super pedas dan telur dadar atau secuil bandeng, itulah nasi kucing. Anak-anak kadang makan dua bungkus sekaligus.

Menu lain adalah, nasi goreng...pastilah banyak temannya ya, terutama jika nasi kemarin sore masih banyak hihi. Lauknya telur dadar, ayam goreng, abon atau nugget.
Kadang juga sempat siapkan soto atau sop. Tapi anak-anak kurang suka sarapan berkuah, katanya cepat kenyang tapi cepat lapar. Wokee...kan emak ini nurut saja selera anak-anak. Sayur kuah yang disukai selain itu adalah opor ayam, kare telur dan sambal goreng kentang  ala mercon. Sarden, kornet, balado terong juga pilihan menarik.

Sayurannya kapan dong?

Kalau punya stok, suka saya masakin sambal tumpang atau pecel madiun hmmm kebayang baunya yang mengundang...duuh jadi laper ngomongin makanan melulu.
Hampir tidak pernah saya menyiapkan sarapan roti, tapi si nomer 1 selalu sarapan roti atau selain nasi...memang dasarnya gadisku ini anti makan nasi...Kesukaannya beberok terong ekstra pedass...

Beberok terong 
Menu diatas adalah jadwal Senin sampai Jumat. Kalau Sabtu? Ah gak jauh beda haha...Cuma karena sebagian libur jadi lebih santai. Apalagi Ahad saat kami di rumah, lebih senang keluar jajan wisata kuliner.

Ada banyak tempat menarik untuk sarapan bersama keluarga di Jogja. Misal datang ke Sunday morning di kawasan kampus UGM. Menu andalan lontong opor dan mie rebus. Halah mau makan mie saja pakai jauh-jauh. Iya soalnya di rumah jarang-jarang diijinkan makan mie instan.

Bikin lapar mata
Akhir Maret kemarin kami sarapan di kawasan tempat wisata Imogiri. Seruu loh, banyak kuliner tradisional yang menarik. Betul menggoda selera. Harganya juga terjangkau. Menunya ada bubur, lontong opor, pecel, bakmi lethek, brongkos, aneka sayur, telur coklat, rendang daging, bakmi jawa, terancam, oseng daun pepaya, mangut lele....duuh jadi lupa saking banyaknya.

Suasana wisata kuliner sarapan tradisional

Pokoknya melihat displaynya saja sudah bikin lapar mata. Anakku saat ditanya rekapan perhitungan oleh mbak kasir, ternyata mengambil lauk dua-tiga macam. O ya ada nasi Pandan unti yang mak nyuss.

Nasi pecel dan Wedang Uwuh.

Mie Lethek Sarndakan

Nasi pandan unti
Minumannya ada yang spesial: Wedang uwuh...artinya tuh minuman sampah...haha. Penasaran? Datang sendiri dah sarapan pagi di kawasan parkir wisata makam raja-raja Imogiri.

Semua yang di atas adalah sarapan jasmani, namun jangan lupa sarapan ruhani dengan sholat dan berdoa di pagi hari, bekal untuk seharian agar kuat mental dan menjadikan hari kita sebagai ibadah.

Selain itu, bekal cinta untuk ananda yang akan berangkat sekolah bagiku bukan hanya sarapan dan uang jajan, tetapi senyum manis, sapaan sayang penuh motivasi dan inspirasi  dari orang tua...tentu membuat anak kita merasa berangkat dengan kebahagiaan.

Jadi jangan pernah memberi omelan untuk sarapan pagi ya...kalau omelet telur sih boleeh banget.




Mau dong novel iniih...



22 comments:

  1. Saya kalau sarapan belinya gudeg pinggir jalan Bu, hahaha. Rp 5.000 gudeg tahu dibungkus bisa buat makan 2 kali. Nasinya masak sendiri. Beras 3 kg bisa buat makan 20 hari. Lumayan ngirit lah Rp 130.000 bisa buat bahan makan hampir satu bulan. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah patut ditiru nih...dimana gudeg yang enak dan murah meriah itu?

      Delete
  2. saya suka sambel tumpang hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuuk ke rumah tak masakin sambel tumpang...

      Delete
  3. sarapan bagi saya dan keluarga penting mak ^_^ ehhehe :D

    ReplyDelete
  4. Aihhh...jadi pengin ke Sunmor Makkkk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuuk bobok di rumahku ajak anak dan suami, ntar pagi tak anter wiss seruu loh

      Delete
  5. saya sama saja bu, kalau tidak sarapan pasti keliyengan.. hehe..

    setuju sekali dengan yang terakhir, tentang sarapan ruhani.. itu tidak boleh ketinggalan pastinya..
    :)

    ReplyDelete
  6. Mak..aku ketagihan pecel Yogya..rasanya pas bgt di lidah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesama hobi nih pecel lotek yuuk tak traktir

      Delete
  7. aku datang...
    Wah menarik sekali sarapan paginya....
    *sungguh ini bikin aku ngiler

    Keren bangettttt
    Aseli....
    pengen nyobain sesekali....

    Semoga bukunya jadi milik mbak ya... :)
    Ditunggu :D Pengumumannya maksudku hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaah siip ayooo boleh ke jogja dan sarapan gratis di rumahku...ntar bisa barter buku

      Delete
  8. omelet itu menu yang paling sering kami makan buat sarapan hehehe ketauan cari yang simple ya mbak

    ReplyDelete
  9. aiiihhh mak menu sarapan atau makan siang kah xixixii, sarapan di rmhku paling berat itu nasi goreng. Selebihnya hanya roti, omelet, bubur ayam atau hanya minum jus saja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaa makan pagi doong...kan ini cowok2 doyan makan

      Delete
  10. aku sama dengan ibu, ga bisa kalau ga sarapan.bisa masuk angin kalau ga sarapan (kecuali puasa)..mungkin lantaran terbiasa, karena ibuku ga mengizinkan anaknya berangkat aktivitas ke luar rumah kalau belum sarapan...bahkan ibuku ga sungkan untuk menyuapi satu-satu anaknya+suaminya kalau bandel ga mau sarapan hihi...^^

    ReplyDelete