Sunday, May 11, 2014

Jalan Panjang Refresing ke Pantai Goa Cemara


Acara berlangsung seru

Berencana melakukan perjalanan bersama rombongan, artinya harus menyiapkan diri untuk sesuatu yang tak terduga.
Dan itulah yang saya alami hari Ahad pagi ini.

Kami bersama rekan–rekan sekecamatan Banguntapan bermaksud piknik ke Pantai Goa Cemara. Salah satu pantai yang eksotik karena memiliki lorong-lorong dari hutan cemara yang kanopinya telah saling bertautan.

Sejak beberapa hari yang lalu saya telah membuat pengumuman di kampung dan pada hari Sabtu mendapat laporan dari operator lapangan bahwa ada 30 peserta dari kampungku.
Aku meminta mereka berkumpul jam 06.00 karena rencana keberangkatan jam 06.30.

Whoa...busnya datang jam 07.30 setelah kami capek mengobrol di bawah sinar mentari pagi dan memakan nasi kotak sarapan.
Saya yang agak nervous dan berkali-kali menelepon panitia sie transportasi.

Dan begitu bus datang...jeng-jeng...ternyata busnya kecil dan hanya mampu memuat 26 orang. Padahal peserta telah membengkak menjadi 43 orang....


Saya meminta satu bus lagi, dan sedang dikoordinasikan apakah masih ada atau tidak. Jadi kami putuskan untuk mencegat di tempat yang disepakai sambil menunggu kabar ketersediaan tambahan armada.
Sementara sebagian berdiri berjejalan dulu sampai ke tempat transit.

Saya mencoba plan B yaitu menambah armada dengan mobil yang ada di rumah. Kuminta anakku mengantarkan mobil visto, biarlah aku yang akan menyetir, toh tidak terlalu jauh. Satu lagi masih ada Pajero, cuma kesulitan saya cari supir.
Dua supirku semua punya urusan. Sudah 5 orang teman yang bisa menyetir kutelepon dan tak ada yang bisa.

Eh seorang tetanggaku menawarkan suaminya yang juga sopir. Alhamdulillah ada harapan. Sekalipun ternyata ia tidak bisa, namun dia sanggup mencarikan tetangganya yang juga supir. Walah berputar-putar ya.

Dalam penantian di perempatan jalan itulah, Revo rewel karena sudah jam 08.30 dan kami belum juga beranjak.  Seorang teman yang membawa motor Tossa dengan bak belakang yang diberi atap, menarik minat Revo, dan iapun sukses ikut tanpa rewel walaupun saya sedikit khawatir tentang keselamatan berkendara.

Alhamdulillah ada satu bus yang sengaja dipesankan untuk kami sehingga semua bisa terangkut bahkan cenderung longgar. Kubatalkan pesanan supir untuk membawa mobil dari rumah.

Aku? Hadeuh, karena terlanjur dianteri mobil, jadi aku berangkat menyetir bersama ibu dan seorang teman. Azka yang kemarin meminjam mobilku seharian mengsms:
“Umi hati-hati ya nyetirnya ...nggak usah ngebut....”
Duuh rasanya terharu yang diingetin sama anak sulungku.

Paduan hutan cemara dan ombak laut selatan 
Setelah menanyakan rute, aku menyempal untuk membeli bensin. Dalam perjalanan singkat aku merasa ada yang tidak beres dengan mobil visto. Setiran dan rodanya bergetar. Di pom bensin kulihat sebentar tak ada yang salah dengan ban depan kanan yang menurutku guncangannya sangat tidak biasa.

Kusempatkan SMS anakku:
“Kenapa mobilnya kok geter-geter...?” tak lama Azka menjawab.
“Ya itulah dia...”

Whoaa rupanya dari kemarin ia sudah mengetahui problem ini, cuma belum lapor padaku saat pulang semalam

Tiap dipakai jalan kecepatan 60 km perjam, getaran makin kuat. Sepanjang jalan aku memutar otak untuk mencari solusi. Kulihat di depanku ada mobil teman, aku menelepon dan berhasil membuat janjian untuk nebeng di mobilnya, biarlah mobilku kutinggalkan di suatu tempat.

Kami berhenti di jalan Parang Tritis dekat pertigaan Tembi.
Temanku meminta suaminya membawa mobilku, dan oper muatan kami menumpang di mobilnya.

Hihi satu mobil akhirnya disesaki 10 orang....
Begitulah, singkat cerita kami sampai di pantai Gua cemara.

Kucari rombongan lain dan terutama Revo yang konon malah ketiduran di motor Tossa. Ternyata Revo tidak ada di bak belakang motor itu. Rupanya di perempatan Palbapang, mereka bertemu mobil Visto dan karena mengira aku yang berkendara, Revo minta pindah ke mobil....jadi ia justru ikut temanku yang membawa mobilku...halah!

Anak-anak yang mau maju dapat doorprize

Revo dapat panci yang bisa untuk helm
Bisa juga untuk main pasir

Walaupun dengan kecepatan 30-40km/jam, suami rekanku ini tetap melajutkan perjalanan ke Goa Cemara dengan mobil yang bermasalah pada ban depan kanan. Ban sudah sobek di sisi dalam dan minta ganti.

Itulah yang menyebabkan getaran mengerikan saat dinaiki dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Hingga pulangnya, kami kembali menumpang mobil temanku tadi dan suaminya tetap membawa mobilku, dengan merayap tentu saja. Untungnya, alhamdulillah beliau orang yang sabar.

Hmm beginilah jika melakukan perjalanan, semestinya dikoordinasikan kepastian hingga ke jumlah orang dan jumlah kendaraan. Yang terjadi jika hanya berdasar perkiraan adalah situasi tak terduga. Alhamdulillah semua masih bisa dikendalikan. Perjalanan selamat dan acaranyapun lancar menyenangkan.

Tak ada yang kusesali, karena itulah tabiat perjalanan, tak ada yang selalu nyaman. Namun selama kita menikmati dengan pikiran positif dan kegembiraan...yang terjadi akan menjadi kenangan indah tak terlupakan.


Jadi apakah ini bisa disebut refreshing?  Yah, tetap refreshing sajalah. Terutama karena Revo bisa puas memanjat pohon cemara dan main pasir. Apalagi pulangnya membeli 3 ekor kelomang. Hiburan murah yang menggembirakannya.

Yang gembira memanjat selama acara itu Revo

18 comments:

  1. dari informasi yg saya dapat, cemara udang yang tumbuh di goa cemara dan kuwaru, ditanam sekitar tahun 90an oleh masyrakat desa parangtritis. Tujuannya utk mencegah abrasi pantai. Kini, usaha mereka alhamdulillah bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah berjasa sekali karena menjadi tempat yang sungguh nyaman untuk bermain di pantai ...makasih infonya.

      Delete
  2. wah bagus ceritanya mak, deg2 an dengan perjalanan yg kurang nyaman. Smoga pesertanya nggak kapok coz happy ending..hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mak...alhamdulillah happy ending

      Delete
  3. Udah lama ga maen ke pantai. Paduan hutan sama ombaknya cantik, ya, mak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayuuk ke jogja mak, ntar tak anter ke goa cemara

      Delete
  4. Wah saya belum kesitu, terakhir ke Jogja saya ke Baron, Krakal, Sundak, dan Indrayanti.. :) Bismillah semoga suatu saat nanti bisa kesana lagi.. amiin..
    (Ada yg mau menampung saya..???)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku siap menampung dan menemani dan mentraktir haha

      Delete
  5. Wisata dengan rombongan memang harus siap segalanya.cek and recek harus matang. Ya pengalaman dan mencari solusi terbaik sudah dilakuakan sehingga selamat dan happy semua..jadi ingin ke sana nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kunjungannya mak, pengalaman adalah guru terbaik

      Delete
  6. Ah, serunya liburan rame-rame hehehe. Saya kadang kesal aja sih kalo rombongan itu pasti ada aja yang terlambat ngumpul. padahal sebelumnya sudah diwanti-wanti jangan kesiangan. yo tetep aja hehehe tapi yang penting kan asyik alhamdulillah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. serunya rombongan mak, harus saling toleransi

      Delete
  7. Anak-anak selalu tahu cara menikmati hidup. hehe....
    Jangan tinggi2 panjatnya, nak.
    Eh.. komentar salah fokus ya. hihi...
    Meski kondisi mobil tidak maksimal, acara tetap jalan dan alhamdulillah lancar ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak susi...belajar dari anak nih...alhamdulillah lancar

      Delete
  8. indah banget ya,,itu revo main sama eyang ya???

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. iya mak, cemara asyik buat di panjant. bawahnya pasir jadi kalau jatuh gak sakit kalii

      Delete