Tuesday, August 26, 2014

Lima Sekawan dan Bacaan yang Membentuk Karakter

Lima Sekawan -Credit

Mendengar kata lima sekawan selalu membuat telinga saya tegak.
Pasalnya, saya termasuk yang sangat gemar cerita detektif dan petualangan. Pada masa kecil saya melahap kisah seperti Lima Sekawan, Sapta Siaga, Hercule Poirot...kini sudah tua pun masih menikmati Dektektif Conan heheh.

Menjadi kanak-kanak pada tahun 80-an masih sangat terbatas ragam cerita anak, sehingga cerita dari luar menjadi favorit.

Di kemudian hari saya tahu bahwa bacaan akan membentuk karakter pembacanya. Mimpi dan cita-cita seringkali terinspirasi oleh apa yang dibaca. Begitulah, sayapun pernah berharap setiap hari adalah libur sekolah dan bertemu dengan kisah misteri.

Kenyataannya saya tidak pernah bertemu dengan misteri apapun!


Judul, penampilan dan Isi sungguh menarik- credit


Sekarang setelah punya anak-anak, saya berfikir seribu kali sebelum memilihkan bacaan untuk mereka.

Bagaimana cerita bisa membentuk karakter?

Belajar dari dongeng berbagai bangsa. Orang Cina mengajarkan kegigihan dan kerja keras melalui kisah, dan lihatlah bagaimana mereka bekerja tak kenal lelah menjemput kesuksesan materi.

Orang Jepang sangat bangga dengan jiwa luhur samurai yang terus mereka hidupkan melalui kisah-kisah. Hingga kini mereka terkanal dengan ketekunan dan kerja kerasnya.

Adapun orang Amerika menyajikan cerita futuristik sehingga anak-anak mereka terdorong terobsesi dengan antariksa, alat komunikasi, transportasi dan persenjataan canggih.

Bagaimana dengan di Indonesia?
Indonesia sebenarnya sangat kaya dengan ragam cerita rakyat yang penuh hikmah dari seluruh pelosok nusantara. Seakalipun ada beberapa cerita yang perlu dibingkai ulang pemaknaannya seperti kancil mencuri ketimun....

Indonesia juga punya sejarah panjang kisah perjuangan yang dapat menjadi epik menarik. Tetapi mengapa anak-anak lebih suka dengan cerita impor dari luar? 
Bisa jadi karena kemasan dan penuturannya kurang ramah anak.

Buku anak memang seharusnya tersaji menarik untuk anak-anak. Beberapa hal yang menjadi catatan saya tentang buku anak yang menarik pertama adalah penampilan. Cover dan penampilan buku akan membuat anak meraih atau mengabaikan buku yang terpajang.

Cover dengan ilustrasi yang indah dengan warna-warni yang menarik, dengan judul yang menarik, setidaknya membuat tangan anak-anak berusaha meraih dan mengintip isinya. Apalagi jika ukuran buku juga sesuai dengan tahapan usia anak.

Namun cover saja tidak cukup, tanpa cerita yang menantang sesuai dengan bahasa anak-anak, tentu juga kurang membuat betah melanjutkan. Font huruf dan ilustrasi di dalam juga mendukung. Apalagi jika bisa tersaji dalam bentuk semi komik, lebih menarik lagi.

Sayangnya, buku dengan kriteria demikian biasanya berharga lumayan. Lumayan mahal maksudnya. Sehingga hanya terjangkau kalangan tertentu saja.

Saat mengunjungi pameran buku, terkadang saya menemukan buku yang cukup bagus isinya. Namun ketika saya tunjukkan ke anak, belum tentu mereka setuju untuk membacanya. Kan tidak nyaman jika anak-anak membaca cerita dengan terpaksa. Seperti membaca buku pelajaran karena akan ujian saja...

Sebagai seorang muslim, ada nilai-nilai yang harus kita wariskan pada anak-anak. Yaitu kecintaan dan meneladani Rasulullah. Cerita 25 kisah nabi dan rasul pada masa kecil saya, hanya berupa komik yang sungguh tidak menarik. Ada juga yang berupa buku dengan cetakan dan ilustrasi seadanya.

Kini beruntunglah Indonesia memiliki beberapa tokoh penulis cerita anak Islami diantaranya Kak Eka Wardhana. Anak-anak menjadi senang membaca kisah nabi Muhammad dengan buku MuhammadTeladanku. Buku ini adalah contoh buku berkualitas secara isi maupun penampilan. Anak-anak saya betah membaca seluruh serinya dari awal sampai akhir. Harapan kita sebagai orang tua, anak-anak akan terinspirasi dan meneladani pribadi Rasulullah.

Revo melahap Mute-dokpri
Indonesia masih membutuhkan lebih banyak lagi penulis cerita anak dan penerbit yang fokus menyediakan bacaan berkualitas untuk anak-anak. Dan tentu pemerintah seharusnya memfasilitasi buku berkualitas yang menarik untuk dapat menjangkau semua kalangan.

Masyarakat dapat berkontribusi menurut bidangnya masing-masing. Kontrol terhadap isi buku sangat diperlukan. Pornografi yang terselip dalam banyak komik yang dikonsumsi anak-anak adalah salah satunya. Termasuk kasus buku yang memuat seks education yang kurang pada tempatnya baru-baru ini. 

Semoga ke depan makin banyak tersedia buku menarik untuk menginspirasi anak-anak Indonesia. Amiin.

Artikel ini disertakan dalam Lomba Blog #PameranBukuBdg2014

23 comments:

  1. Setuju Mak. Bacaan memang pengaruh yang cukup besar pada pembentukkan karakter. Apalagi untuk anak yang pikirannya masih putih dan fresh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mak ade. makasih sudah berkunjung...

      Delete
  2. ternyata kita saingan ya bu :D hehehe. Saya belum menyerah, :D

    ReplyDelete
  3. bacaanku masa kecil nih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru ya mak lidya...membawa anak-anak ke dunia petualangan...

      Delete
  4. Itu bacaan yang menginspirasi impian masa kecilku dan jadi kenyataan di masa dewasaku ... *halah ... :D

    ReplyDelete
  5. Bener Mak, kita mesti optimis dengan perkembangan buku anak untuk zaman sekarang, karena kita berperang juga ini dengan kehebatan teknologi, gadget :/

    -----
    bit.ly/VPzE5v

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju, pintu buku dibuka maka akan berkurang terpapar radiasi

      Delete
  6. hehey, lima sekawan tuh candu gue dulu, jangan diingetin! gue udah rehab ... <-- apa ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwk...kayak candu ya...lupa belajar juga....sama dong...

      Delete
  7. Bacaanku jaman kecil mbak..lima sekawan..trio detektif. Agak gedean sherlock holmes n agatha christie.. aku dulu pgn bgt jd detektif hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah kayaknya masa kecil para blogger tuh sama selera ya...

      Delete
  8. Ah iya, Mak. Dulu saya mikir kok mereka sering banget ketemu 'masalah' ya? Seru gitu hehehe... Dan jujur aja bacaan aank waktu saya kecil dulu secara penampilan kurang menarik. gambarnya dikit, jalan ceritanya kurang seru, kertasnya ya gitu, deh. Eh tapi sekarang ga kayak dulu, udah keren-kren ilustrasi sama lay outnya.

    ReplyDelete
  9. yaaah mak ida, kirain tadi mau ngebahas pembentukan karakter dalam buku Lima Sekawan eeh rupanya bukan toh.

    saya share yaa tulisannya mak. sekarang yaa agak ragu mau beli buku buat anak - anak, mesti pinter2 milih ya. makasih maaak tulisannya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya sebenere pengin tapi gak sempat karena kejar tayang .makasih ya udah share

      Delete
  10. Tosss bu.. saya juga lima sekawan bacaannya.. belum lagi kisah detektif lainnya...
    yang tentang cerita nabi, dulu orang tua saya pernah membelikan kisah 25 rasul yang dicetak per rasul... saya lupa penerbitnya, bukunya dah hilang entah kemana. Saya coba cari lagi di toko buku sudah gak ada, hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ketemu mak ika...atau beli baru saja ke saya,,hehe mode jualan

      Delete
  11. 5 sekawan, sapta siaga hmm bacaan favoit saya juga swaktu kecil. O ya anak2 skrg lebih geman main gadget, saya setuju untuk mengimbangi dengan bacaan yang menarik secara tampilan dan berkualitas secara isi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah begini memang seharusnya jadi emak ya...makasih kunjungannya mak

      Delete
  12. Enid, penulis favorit saya juga Mak

    ReplyDelete