Saturday, May 30, 2015

Hantu Sang Mantan

Waah judulnya ngeri banget. 

Eit, ini bukan postingan horor malam Jumat, tapi 'hantu' dalam makna yang lain. Jadi simak saja fragmen di bawah ini.
Sepasang keluarga muda yang sedang dilanda konflik kecil, terpaksa berjauhan sekalipun bukan dalam artian pisah ranjang. Komunikasi via sms atau WA diantara mereka kadang menimbulkan konflik baru.

"Mas, ini mantanku sms. Boleh dibalas, apa enggak?"
Pertanyaan sederhana dari sang istri yang cantik, sebenarnya tak akan menimbulkan gejolak jika hubungan mereka sedang manis. Tapi ini sedang pahit eh asam.

Bagaimana mensikapi pertanyaan itu?

Bagi suaminya, pertanyaan itu membawa bara cemburu. Sebenarnya mereka pasangan serasi, paling tidak secara fisik yang lelaki ganteng, yang perempuan cantik. Tapi justru di situlah godaannya. (Kecemburuan sang istri, atas para penggemar suaminyalah yang membuat ia mudik ke rumah ortunya).

"Jadi, dia mulai berhubungan kembali dengan sang mantan?"
"Jadi, sang mantan mencoba pdkt lagi?"
" Atau dia mengancamku, bahwa ia masih punya banyak penggemar?"
Pertanyaan yang tercipta dari persepsinya sendiri yang membuat hatinya panas dan  otak lelaki itu menguap tak keruan.

Ooh malapetaka cinta. 
Sakitnya tuh di sini.

Begitulah, seandainya ia bisa menyanyi.
Tapi saya melihat hal lain, yang bisa dibilang positif.
"Dia minta ijin, untuk boleh tidaknya menjawab SMS, itu artinya istrimu masih menghormati keberadaanmu."

Lelaki muda itu mengernyitkan dahinya.
Biarlah kujelaskan agar tidak menjadi rumit baginya.
"Kalau dia niat selingkuh, pasti dia akan sembunyikan komunikasinya dengan sang mantan, tapi ini dia bertanya padamu."
Ia mengangguk-angguk.

Eh, pembaca setuju enggak dengan analisa saya:
"Orang yang menyengaja selingkuh, kalau ia agak waras, pasti menyembunyikan dari pasangan. Lain cerita kalau sudah enggak waras."
Kalau dia masih minta ijin, bertanya sekalipun suaminya tinggal nun jauh di sana, insya Allah sama sekali tidak berniat selingkuh.
Sekalipun ia tetap salah karena terlalu jujur. Terlalu lugu.

Lho jujur kok salah.
Iya memang. Terlalu jujur pada pasangan, dan mengatakan semua hal tentang lintasan fikiran atau aib masa lalu, adalah kesalahan.
Kesalahan pertama, jangan pernah bercerita tentang barisan para mantan dan penggemar.... ciee.

Sekalipun dulu ada sekompi barisan para mantan dan fans club, jangan pernah tunjuk hidung mereka berikut semua story, pada pasangan sah. Karena mereka adalah masa lalu yang tidak sah.
Kedua, jangan menginformasikan hal yang tidak perlu, yang jika diinformasikan justru akan membuat pasangan cemburu, marah bahkan meradang.

Misal dalam kasus di atas. Lebih baik sang istri membalas sms dengan kalimat:
"Maaf saya tak bisa lagi berhubungan dengan anda, demi keselamatan rumah tangga." Titik. Dan jangan ceritakan pada suami.
Benar-benar titik! 
Setelahnya hapus semua chat dan tak pernah lagi berkomunikasi dalam bentuk apapun.

"Apakah saya tidak tergolong orang yang memutus tali silaturahim?"
Tanya seseorang yang masih saja berkomunikasi dengan sang mantan.
Bismillah, insya Allah tidak. Niatannya adalah menjaga keutuhan rumah tangga. Niatannya adalah tidak melakukan hubungan personal dengan lelaki non mahram yang suaminya alergi kepada orang tersebut. Allah Maha Tahu.
Jika berkomunikasi bersama didampingi suami, okelah sesekali. Selama suaminya rela saja.

Jadi anda yang ingin utuh dan jauh dari gangguan 'hantu' sang mantan, jagalah interaksi. Jangan jadikan diskusi tentang mantan mewarnai rumah tangga dan menjadi pemicu pertengkaran. Jangan ceritakan jika sang mantan masih berbisik, melalui sms atau telpon, "kutunggu jandamu".
Jangan ceritakan. 

Apalagi sebuah lintasan hati yang terucap:
"Kalau kamu enggak sayangi aku, dia masih mau kok menungguku!"
Walah.... bisa menjadi 'hantu' seumur hidup!
Eh, larangan berlaku juga untuk penggemar baru. Bukan hanya mantan.

Kalau sudah terlanjur cerita?
Yah, jawabnya lain kali ya.

28 comments:

  1. silaturahmi sama mantan itu sih nyari mati :D
    lucu aja ada org yg suka tny klo gk berhubungan sm mantan itu mustus silaturahmi apa gak. Sepertinya mereka gak mengerti siapa saja yang harus di-silaturahmi-in :D

    ReplyDelete
  2. Duh judulnya bikin panas dingin xixixiiii.... *setip2 nama mantan dari semua pembicaraan

    ReplyDelete
  3. Mak lus lucuuu..hahaha...

    Aku pernah diposisi ini, mantan suami nongol tb2, bukan lwt sms, tp langsung tlp, n lgsg dijawab suami jg sih, sementara aku tentu saja nempel deket suami alias nguping, hehe, dan ternyata si mantan suami nongol brmaksud utk minjem duit...
    *tepukjidat...
    Tiwas ketar ketir..
    :)

    ReplyDelete
  4. hihi...saya pernah tuh pas sebelum nikah. seorg mantan penggemar mau ktmu saya di tpt kerja. eh, kok ya saya sms perihal itu kepada calon suami yg sekrg jd suami saya. suami jawab, "ya gpp." ga tau apa yg ada di pikirannya.
    sampai skrg pun males tanya.

    ReplyDelete
  5. Mantan bisa jadi seperti hantu ya maak hehehe. Kalo FB mantan nge add FB sebaiknya di approve apa ignore mak Ida? Hehehe

    ReplyDelete
  6. Saya belum nikah tapi suka risih kalau teman laki-laki yang sudah nikah ngajak chat. Nggak tahu kenapa. feelingnya ga nyaman aja kalau orang-orang tertentu ngajak ngobrol. Beberapa yang sudah nikah saya ladeni obrolannya tapi mereka tahu diri, seperlunya saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak. jaga diri deh, dari pada salah faham...

      Delete
  7. iya setuju sama mba efi, aneh aja gitu yaa yang dah nikah masih ngjak kenalan orang2, pengen ngobrol ngalor ngidul geje...kurang kerjaan aja gitu..risih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, suruh ngobrol sama istrinya saja

      Delete
  8. Setuju mba, Hantu mantan merupakan hantu paling menakutkan, lebih seram dari pada pocong dan kuntilanak

    ReplyDelete
  9. Kamera mana kamera? saya ga kuat mba ada penampakan Hantu sang mantan

    ReplyDelete
  10. hihihi bener-bener 'hantu' kalau gitu, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak Myra...moga enggak punya hantu ini deh

      Delete
  11. terimakasih..jadi sekrang tahu hrsu bersikap bagaimna ke mantan..hhe

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. ternyata ceritanya tak seseram judulnya..hhe
    kirain cerita horor ternyata postinga yang bermanfaat..sukses

    ReplyDelete