Monday, June 10, 2019

Sahabat

Sahabat

By. Ida Nurlaila

Langit merona ketika engkau tertawa
Memekar bunga-bunga
Dalam mimpi kita
runtuh perlahan saat mengular cerita
"jangan mengunjungiku, jika hanya menggali luka"

Kita duduk bersisian di tirus pohon kenangan
menjulang menembus awan
Hingga tak sanggup memanjat
ranting berkarat
Batang berlubang
Sulur berurat bilur

"tidak, bukan itu maksudku"
Bergegas aku mencerna kerut dan lipat sembab
Terlalu banyak
Tak jua usai mengeja maknanya
Kukibas saja penghapus
Berceceran remah kapur warna
Menodai bait lagu lama
"kusisakan satu warna saja"
"satu warna belaka?" tanyamu terengah lelah
"mungkin setengah"
Aku tak yakin, warna putih meluruh abu di luas papan hitammu
Engkau mengerut melipat lutut

Hidup memang perlu jeda
Atau justru hidup hanyalah jeda?
Sedikit berbisik aku mengakhiri
"Bahagia disari dari peristiwa
Bukan mengambang terjajah rasa meraja
Ia mengendap di bening jiwa"

Semoga engkau mendengarnya
Sembari mengelap sunyi di sudut mata

Jogjakarta, 10 Juni 2019

No comments:

Post a Comment