Tuesday, January 31, 2012

Kebun Kurma


Wisata Haji (5)
Oleh : Ida Nur Laila



Kunjungan  ke kebun kurma menjawab penasaran kami tentang serba-serbi buah ajaib ini. Aku mengira bahwa kebun kurma yang akan kami kunjungi menempati area yang sangat luas. Demikian pula tempat penjualan produk kurma, kubayangkan sangat besar dan luas. Namun kenyataan sepertinya tidak demikian. Paling tidak yang kuamati. Atau pengalamanku yang terbatas. Jalan menuju kebun kurma cukup sempit untuk bus besar yang kami tumpangi. Jika berpapasan agak kesulitan. Namun tempat parkir cukup lapang untuk menampung banyak bus.


Dalam perjalanan kadang kami harus berhenti untuk berpapasan. Pada kesempatan inilah aku melihat ayam-ayam berkeliaran. Wah rupanya ukuran dan warnanya mirip juga dengan ayam di kampungku di pelosok Bantul.
Begitu sampai, kami memasuki area penjualan produk kurma. Ini adalah kali pertama bagiku menyaksikan berbagai macam buah kurma dalam jumlah yang banyak. Bentuk, ukuran dan warna, serta khasiat dan harga berbeda-beda.

“Mencicipi halal...makan banyak halal. Sepuluh kilo halal, tapi makan di sini. Jika dibawa pulang, satu butir bayar...” demikian kata penjualnya dengan jenaka.
Kami tersenyum mendengarnya. Mencicipi kurma cepat sekali merasa kenyang. Jadi tak mungkin kita mampu mencicipi banyak-banyak.
Ada banyak kurma tersedia, kurma nabi/kurma ajwah, yang paling mahal. Harganya 80 riyal per kilo, warnanya coklat gelap. Menurut pembimbing, jika di Makkah harga kurma nabi bisa mencapai 120 riyal perkilonya. Menurutku karena terlalu keras rasanya kurang enak....hehe mungkin kurang enak di kantung. Ada hadits Nabi tentang kurma Ajwah:
“Qola Rasulullah SAW : man tashabbaha kulla yaumin sab’a tamaraatin ‘ajwatan lam yadhurrahu fii dzalikal yaumi summun walaa sihrun (shohiihul Bukhari). 
Yang artinya : Sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu. Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan sunnah memakan buah kurma ajwah di pagi hari. “

Pada hadits diatas dikatakan kurma ajwah (yaitu kurma yang ditanam langsung oleh Rasulullah SAW di Madinah), jadi bukan kurma yang biasa. Kurma ini bentuknya tidak lebih besar dari kurma yang lainnya, biasanya hanya setengah ibu jari kita, warnanya lebih hitam dari kurma yang lain, ada juga yang menyebutnya kurma Nabi, karena memang ditanam langsung oleh Rasulullah. 
Hadits ini menjelaskan bahwa kurma ajwah bisa untuk menangkal racun dan sihir, mungkin karena kandungan yang ada di dalam kurma ini yang menyebabkan bisa untuk menetralisir racun, karena itulah nabi menganjurkannya memakan 7 buah di pagi hari. Lalu kenapa bisa untuk menangkal sihir, ini menjelaskan bahwa kurma ini membawa keberkahan bagi yang memakannya, di sebabkan Nabi SAW sendiri yang menanamnya, bibit dari kurma ini telah bersentuhan dengan tangan baginda Nabi saw yang mulia, yang memang membawa keberkahan, karena itulah kurma ini bisa menangkal sihir. 
Pohon kurma ajwah ini masih ada di Madinah sampai sekarang, jadi sudah lebih dari 14 abad atau 1429 tahun sejak pertama kali di tanam oleh Rasulullah saw, jumlahnya hanya sekitar seratusan pohon. Wallahu a’lam. 
gambar pinjam google

Saya membeli kurma susu yang katanya baik untuk wanita, baik untuk ibu hamil dan menyusui. Namanya kurma labanun. Bentuknya cukup besar, berwarna kuning coklat lembut, rasanya manis sedang, harganya 30 riyal/kg. Ada juga kurma rijal yang katanya seperti obat kuat. Harganya sama. Ada berbagai kurma dengan variasi harga mulai 10 riyal/kg. Saya juga membeli kurma segar yang butirannya besar-besar, harganya hanya 10 riyal. Rupanya buah kurma memang istimewa, buah segarnya sudah manis. Bahkan kurma mentah, atau kurma muda yang butirannya masih kecilpun sudah manis. Saya membeli satu stoples seharga 10 riyal.
Kalau di tanah air mungkin mirip sengan sawo manila masak ranum. Tapi lebih enak lagi. Sayangnya kurma segar ini tidak tahan lama. Paling 1-2 hari. Jika disimpan dikulkas tetap manis namun sudah kehilangan kesegarannya. Jika membeli kurma segar di pedagang kaki lima, berhati-hatilah karena ada pedagang kurang jujur yang mencampurnya dengan buah yang terlalu matang atau setengah busuk.
Di Indonesia kurma paling banyak di cari saat bulan puasa dan lebaran. Sesungguhnya Kurma sangat bagus di konsumsi karena banyak mengandung mineral, kurma juga mencegah anemia dan lesu darah. Kurma merupakan sejenis buah yang kaya akan zat besi, kalsium, fosforus, sodium, potasium, vitamin A dan C dan juga niasin. 
Dengan kandungan yang demikian, banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan makan buah kurma, dan paling bagus bila kurma dibuat jus. Berikut beberapa khasiat buah kurma:
1.    Buah kurma dapat mencegah stroke
2.   Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf
3.    Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing
4.    Buah kurma, baik kering maupun basah dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik
5.    Kurma mengandung potasium yang tinggi. Potasium bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, untuk terapi darah tinggi, serta membersihkan karbon dioksida dalam darah. Potasium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf
6.    Mengkonsumsi 100 gram kurma, dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar sehingga kadar kolesterol dalam darah menurun
7.    Berbagai mineral yang diperoleh dari kurma bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh
8.    Mengandung zat tannin yang tinggi yang dapat digunakan untuk anti-diare, anti-hemostatis, dan anti-hemoroid, Obat flu, radang tenggoroka.  Mengatasi mabuk/ ingin muntah. Meningkatkan thrombosit pada penderita demam berdarah. Kurma dapat meningkatkan produksi ASI
Dewasa ini di tanah air tersedia aneka produk olahan kurma yang dapat dikonsumsi secara instan. Justru di kebun kurma, kami tidak menemukannya. Oya, tersedia juga aneka makanan yang dapat dijadikan oleh-oleh. Saya membeli aneka permen coklat yang dijual kiloan dan manisan buah plum yang sungguh lezat. Beberapa teman membeli kacang arab, jagung arab dan kismis untuk dibawa sebagai buah tangan ke tanah air. Disini juga menyediakan jasa pengiriman. Ongkos kirimnya hanya 10 riyal per kg. Namun sampai ke tanah air sekitar dua minggu...waah. Jadi jangan pernah memaketkan kurma segar....
Di salah satu sudut kebun kurma terdapat cofee corner. Satu sudut beralaskan karpet hijau disela-sela pohon kurma yang rindang. Terdapat kursi dan sofa-sofa yang agak usang.  Pengunjung mendapat suguhan kopi panas gratis dalam cangkir-cangkir mungil yang boleh diminum sepuasnya. Kopi arab memiliki rasa dan aroma yang berbeda dengan pada umumnya kopi di tanah air. Sepertinya lebih tajam. Jadi walaupun gratis, biasanya juga hanya berminat minum satu atau dua cangkir. Duduk-duduk di bawah rimbunnya daun kurma, diwaktu pagi menjelang siang sambil menyeruput kopi panas, angin bertiup sepoi-sepoi....hhhmmm sungguh pengalaman tak terlupakan.
“Jika sekitar bulan Juni. Lebih indah lagi, karena kita dapat menyaksikan tandan kurma yang hampir siap petik “ kata pembimbing. Sayangnya ini bulan November, jadi masih lama lagi jika mau menyaksikan kurma yang terjuntai di pohon.
“Semoga Allah mengizinkan kita hadir ber-umrah pada bulan tersebut...” kataku.
Aku sempat berfoto dan berbincang dengan ustadz Dr. Mushlih yang hadir ditemani putranya, mas Muhammad. Setelah puas belanja oleh-oleh dan duduk-duduk, kami meninggalkan lokasi kebun kurma. Hari sudah beranjak siang, namun masih ada satu tempat lagi yang harus dikunjungi, bukit Uhud.
(bersambung) 

No comments:

Post a Comment