Thursday, April 18, 2013

PENAMPILAN HATI Oleh-oleh Umroh 2013 (3)






“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (Hadits Riwayat Muslim).






“ Di tanah suci ini, ada banyak keistimewaan. Diantaranya ya ibu-ibu, memakai kucir di jilbabnya, atau memakai bunga di atas kepalanya dan tidak malu. Coba kalau di tanah air, mungkin tidak ada yang mau...”
“ Bapak-bapak ini, pergi ke Mall, memakai pakaian ihram, juga biasa saja...hanya ada di tanah suci semua pengecualian ini...”




Memang jika kita ziyarah ke Mekkah dan Madinah, merasakan nikmatnya bebas berpenampilan, selama menutup aurot tentu.
Tak ada yang merepotkan penampilan kita. Apakah serasi atau tidak. Mahal  atau murah....
Kebanyakan perempuan  Arab memakai baju gamis hitam-hitam dan juga bercadar. Adapaun para peziarah, jamaah haji ataupun umroh, banyak yang ikut-ikutan mengenakan baju hitam –hitan dan kerudung hitam. Biasanya tanpa cadar, hanya memakai masker pada saat-saat tertentu.
Aku juga demikian. Kubawa 7 baju, dua pakaian serba putih, empat gamis hitam dan satu baju abu-abu. Jadi sepertinya aku tak pernah ganti baju ya...





Orang Afrika memakai kerudung warna-warni, orang Turki, dan Timur tengah lain susah dibedakan dengan orang Arab lantaran bajunya juga hitam. Orang-orang Eropa dan Rusia memakai gamis, ada yang warna gelap dan ada yang cerah. Kerudung mereka kecil dan jarang berkaus kaki.
Orang indonesia suka baju putih-putih, kerudung putih atau juga pakai batik.
Orang India, Pakistan, Banglades, memakai gamis atau kadang baju berlilit kain panjang bermotif.
Sepertinya berpakaian menjadi sesuatu yang mudah.
Saya membayangkan di tanah air, apalagi mau kondangan, betapa repotnya orang memikirkan penampilan.

Lalu saat berbaris dalam shof sholat, kami berdiri dalam keragaman cara menutup aurat dan cara sholat.
Kami saling tersenyum dan memaklumi  perbedaan tatacara sholat. Saling merapat dan bertautan kaki.




Sungguh nikmat memahami bahwa Allah melihat pada hati-hati kami dan bukan pada penampilan kami.  Bukan berapa mahal harga rukuh bordir dari sutra, atau sekedar potongan kain tidak berjahit yang dikenakan dengan dibelit-belitkan saja.. ...
Apalagi dengan cuaca kering di sana, kita nyaris tidak berkeringat dan tidak berbau badan walaupun jarang mandi atau jarang ganti baju. Makin sempurnalah kenikmatan itu.

Jadi untuk anda yang akan berangkat berhaji atau berumroh, jangan pernah risau dengan penampilan.
Ok ?

7 comments:

  1. Nice blog Ibu..tetap semangat and keep blogging

    ReplyDelete
  2. Bener banget, Mak. Aku umroh cuma bawa baju dikiit. Cuma 7 biji; gamis hitam 2, baju putih umroh 2, gamis biasa 1. Bawa juga daster buat tidur di hotel, cuma 2. Hihihi, jadi selama di hotel ya dasternya itu-itu aja. :D Keluar pun nggak pake kerudung yang ribet-tibet. Kerudung segi empat cuma bawa satu buat berangkatnya karena pake seragam umroh. Sisanya ya cuma bergo gede-lebar, biar sekalian bisa dipake sholat. Jadi aku sholat jarang bawa abaya/mukena. Pakenya ya gamis-gamis itu. :) Simpel banget. Nggak pake dandan juga. Enak.

    Jadi kangen Makkah. Belom bikin tulisannya juga nih udah bbrp bulan yg lalu perginya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuuk mak bikiin...pengalaman kita mirip yaa...

      Delete
  3. Subhanallah... Melihat fotonya... benar-benar membuat saya ingin sekali berada disana. Cerita tentang keragaman pakaian ini menarik, bagaimanapun juga pakaian asalkan syar;i sudah cukup, mau menggunakan motif bunga-bunga kah, atau kupu-kupu kah, atau bunga-bunga yang ada ulatnya kah, kesemuanya merupakan kebebasan dan warna dalam berislam.. Salam kenal, dari owner mystupidtheory. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha...ada ulatnya ada kepompongnya....makasih kunjungannya.

      Delete
  4. Barangkali membutuhkan,
    konveksi seragam umroh, kantor dan sekolah. Harga murah dijamin kualitas memuaskan.
    www.konveksimuslim.alhasanu.com

    ReplyDelete