Thursday, April 18, 2013

WAKTU YANG BERLARI Oleh-oleh Umroh (2)



Salah satu kesan yang rata-rata dialami para jemaah adalah sangat cepatnya waktu berlalu saat ziyarah ke Mekkah dan Madinah.  Bangun pagi sekitar 02.30. bersiap ke masjid karena janjian sholat tahajud berjamaah di lantai 2 masjidil haram. Jarak antara hotel Elaf multaqo dengan masjid sekitar 200 m. namun tentu butuh sekitar 15 menit untuk turun dari kamar hingga sampai ke lantai 2 masjid.







Biasanya kami sholat tahajud 11 rekaat, lalu ustadz menyampaikan taushiyah sedikit. Kemudian menanti sholat jamaah shubuh. Sehabis shubuh kami berkumpul kembali membaca dzikr al-ma’tsurot hingga menjelang waktu syuruq.
Setelah itu itu ustadz menyampaikan taushiyah lagi dan beberapa arahan. Kami pulang setelah melaksanakan sholat syuruq.
Lebih enak langsung makan pagi lantaran sekalian tidak perlu bolak-balik ke kamar. Alasan lain khawatir keburu gelaran makanan sudah diangkat.
Setelah makan inilah acara mandi dan bersih-bersih kamar. Sholat dhuha dilaksanakan di kamar. Biasanya jam 8 kita sudah harus siap berangkat ziyarah dan city tour mengunjungi tempat bersejarah.





Menjelang dhuhur sudah kembali. Buru-buru ke masjid mengejar  dhuhur berjamaah. Pulang kembali makan siang dan istirahan barang 30 menit, sudah bersiap lagi ke masjid menjemput waktu ashar. Kalau kuat sekalian menunggu maghrib dan isya dengan bertilawah di masjid atau jalan-jalan ke seputar masjid. Ada juga acara tur keliling masjid di pandu ustadz pada sore hari itu.

Sholat isya adalah ibadah yang paling berat lantaran jika dikonversi ke waktu Indonesia, jam 20.00 di arab setara dengan jam 12 malam di Indonesia. Kadang rasa ngantuk datang juga.
Pulang isya, langsung antre makan dan kembali ke kamar jam 21.00. ada juga yang suka thowaf malam-malam. Istirahat dan besok siap lagi beraktivitas pada 02.00.


Ada juga jadwal 2 x umroh yang memakai waktu antara dhuhur hingga ashar. Jadi kami habiskan waktu di masjid, bahkan kadang hingga maghrib menjelang.


Begitulah, hari-hari terasa berkejaran. Namun begitu, ada saja yang sempat belanja, sekalian sebelum ke masjid atau sepulang dari masjid.
Membeli keperluan makanan seperti camilan, mie, buah-buahan. Atau belanja oleh-oleh yang tersedia banyak pilihan.
Jika tidak pandai mencari waktu untuk bersosialisasi, seringkali kita tidak sempat berkenalan dengan jamaah satu sama lain.





Subhanallah nikmatnya waktu jika diisi dengan kebaikan.


Semoga berkah dan terus berlanjut hingga di tanah air. Amin.
Mertosanan kulon, 18 April 2013

No comments:

Post a Comment