Friday, November 8, 2013

SPREIMU, HARIMAUMU !

Po suka main gorden dan sprei
“ Kapan terakhir kali anda mengganti sprei tempat tidur? “
Ah hanya pertanyaan yang sepele. Eh tidak sepele juga sih. Mengganti sprei sangat terkait lho dengan pola hidup bersih dan sehat #wah kayak slogan saja.
Itu juga kalau kasurnya berseprei!
Pertanyaan ini sering saya lontarkan pada ibu-ibu rumah tangga.
Terkadang saya terkaget-kaget saat bertamu dan kebetulan memasuki kamar tidur karena numpang sholat atau ganti baju, atau numpang ke toilet, lalu mendapati bau apek mengerikan dari bantal dan sprei....yang bisa tercium tanpa harus berbaring di atasnya. Hmmmp....( tutup hidung).

Kami di rumah membiasakan untuk mengganti sprei pada hari Jumat. Jika tidak ada kasus khusus, seperti kena ompol dan noda lain, maka mengganti sprei dilakukan sepekan sekali. Tak peduli apakah tempat tidur dipakai atau tidak.
Kasus khusus juga berlaku jika pengguna tempat tidur sedang menderita sakit. Bisa jadi tiap hari harus diganti.
Lepas sprei, bersihkan kasur, putar busa bagian atas 180 derajat.
Sering saya menyarankan untuk rajin mengganti sprei pada pasien yang datang ke apotek membeli obat jamur, obat kutu, sakit belekan, batuk pilek, atau sakit cacar air. Penyakit menular itu bisa ditularkan lewat alas tidur dan alat mandi.
Percayalah bahwa setiap hari ada saja debu yang mengendap di sprei anda. Kulit mati dari tubuh kita juga terlepas disertai keringat dan sekret lain. Ada juga kan yang suka menggambar pulau dengan air liur Juga pestisida jika suka memakai obat nyamuk. Bagi penderita asma, harus lebih sering lagi mengganti sprei.

Apakah ada landasan ilmiah berapa hari sekali sebaiknya mengganti alas tidur ?
Saya coba googling, nih saya kutipkan :
“Sebaiknya selalu ganti sprei dan sarung di tempat tidur setidaknya satu kali seminggu. Kenapa? Karena jika lebih dari satu minggu pasti akan banyak debu yang menempel pada sprei dan sarung. Tidak hanya itu, di dalam debu terdapat sebuah makhluk yang berukuran sangat kecil bernama tungau yang bisa menembus pori-pori sprei dan sarung bantal. Kotoran tungau ini  adalah salah satu pencetus alergi yang bisa membuat orang menjadi sesak napas, kulit kemerahan, bersin-bersin, ataupun gatal-gatal. Dan ini bisa terjadi pada semua orang sekalipun mereka tidak memiliki bakat keturunan alergi,” DR. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI, menjelaskan disini.
Pasang sprei, sarung bantal dan guling yang bersih.
Apakah yang mungkin berbiak di tempat tidur kita jika jarang mencuci sprei atau menjemur kasur ? Ada lho, misalnya tungau.
Apakah anda pernah mendengar tentang tungau ?
Tungau adalah hewan kecil sangat kecil sehingga kadang kesulitan untuk kita melihatnya. Tungau ini pencetus alergi. Tungau debu banyak hidup di daerah tropis dan lembab. Mereka makan dari debu kulit dan keringat yang menempel di sprei atau kasur.

Jamur: Jamur itu tergolong tumbuhan sederhana, bukan binatang. Jamur berkembang biak dengan spora. Dalam keadaan normal, sedikit sekali spesies jamur yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.  Secara umum jamur adalah organisme yang hidup bebas di mana-mana dan apabila terjadi infeksi oleh jamur pada seseorang yang sehat, biasanya berasal dari lingkungannya dan masuk ke dalam tubuh lewat pernapasan, tertelan, ataupun secara langsung kontak dengan kulit. Dari sekitar 50.000-200.000 spesies jamur yang telah diketahui, hanya kurang dari 200 jenis jamur saja yang tercatat dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Pada beberapa kondisi dimana kekebalan tubuh menurun, jamur yang normalnya hidup dalam tubuh pertumbuhannya menjadi berlebihan dan menyebabkan infeksi 1). Jamur yang suka tinggal di tubuh manusia seperti panu, ketombe, atau jamur yang suka tinggal di genitalia seperti candida albicans. Jamur berbiak dengan spora. Spora nih tahan beberapa waktu dalam suhu kamar untuk nanti mendapat tempat melekat dan bertumbuh.
Waah jangan sampai kita jadi media pembiakan jamur ya...

Ada lagi nih yang menjijikan, cacing! Pengulangan daur kehidupan cacing, khususnya cacing kremi, bisa terjadi melalui alas tidur. Cacing kremi bertelur di malam hari. Saat bertelur para emak cacing ini pergi ke daerah anus dan menimbulkan rasa gatal gak ketulungan #pengalaman pribadi, huek. Anak yang menggaruk duburnya yang gatal, bisa saja membawa telur cacing di tangannya. Lalu berpindah ke alas tidur. Suatu ketika bisa tertelan lagi karena anak menghisap jari atau mulut menempel di alas tidur yang ternoda telur cacing. Ngeriii...

Kepinding juga suka menyelinap di lipatan tempat tidur. Duuh apakah jaman modern ini masih ada kepinding atau tinggi...heheh. tapi memang masih ada ya kasusnya. Jadi sering-sering saja memeriksa tempat tdur anda agar tidak menjadi tempat berbiak kepinding.

Waah yang ini kasus yang masih terus bergulir, kutu! Sepertinya kutu tidak akan punah dan selalu berjaya. Dagangan saya obat racun kutu laku keras. Apalagi bagi yang tinggal di asrama. Nah diantara media penularan melalui handuk dan alat tidur. Jadi jika mendapati anggota keluarga berkutu, segera diobati dan ganti alas tidur sesering mungkin.

Binatang lain seperti kelabang, semut...dan sebagainya, tambahkan saja yang kecil-kecil. Heheh kebun binatang mini bisa pindah ke atas tempat tidur.
Ada kasus yang pernah saya baca tentang seorang gadis yang suka makan di tempat tidur...ih jorok ya...!Nah di telinga si gadis itu ditemukan banyak semut hiyy...

Nih kisah selengkapnya : Seorang gadis berusia 16 tahun mengakui telah kemasukan semut sebanyak 25 ekor semut. Gadis ini memiliki kebiasaan buruk memakan kue di atas tempat tidur. Dia mengaku terkadang menyentuh telinganya ketika sedang makan cemilan lalu tertidur tanpa membersihkan sisa-sisa remahannya. Remahan ini yang mengakibatkan banyak semut berdatangan ke atas tempat tidur, dan sebagian memutuskan menetap di telinga sang gadis karena disana terdapat banyak makanan yang cukup untuk hidup mereka.

Setelah beberapa bulan, kemudian dia memeriksakan telinganya ke dokter ahli telinga yaitu dokter Hung Yaun-tsung, dokter itu mengakatakan Telinga yang sakit karena kemasukan serangga adalah hal yang lumrah menurut Hyung, Ia sehari-hari memang sering menerima pasien dengan telinga yang kemasukan serangga seperti kecoa, nyamuk dan semut. "Tapi ini pertama kali saya menemukan begitu banyak semut di dalam kedua telinga," tambahnya.2)
Alasi bed cover
Waah kok ngeri-ngeri...
Makanya buatlah jadwal mengganti sprei yang rutin dan fleksibel. Misalnya tadi sepekan sekali untuk pemakaian normal. Jika anak banyak main di atas kasur, atau setelah dipakai tamu, atau kena noda makanan dan lain-lain, maka langsung diganti begitu terasa, terlihat dan terbau kotor.
Tempat tidur seharusnya menjadi tempat sehat dan ternyaman untuk istirah kita. Jangan sampai menjadi sumber pembiakan penyakit.
Bukan mulutmu saja yang harimaumu. Bahkan sprei bisa menjadi harimaumu.

Ayo ganti spreimu !


sumber kutipan :

17 comments:

  1. geliii kalau inget2 binatang kecil itu maak. Tapi memang ya, suka banyak kutu apalagi waktu anak2 ketularan kutu rambut widiih. selain ganti seprei juga langsung disteam tuh kasur...

    Aku pikir ceritanya yang hoax ttg ants masuk ke brain itu. Beda ya.

    ReplyDelete
  2. waah gak tahu mak, tapi aku pernah lihat liputannya di TV tentang gadis bersemut di telinga itu, makanya tadi aku googling ngutip.

    ReplyDelete
  3. salam kenal mak..
    haduh mak mengingatkanku untuk mengganti sprei esok hari jadwalnya sabtu atau minggu kalo aku...pas libur nggak nyangkul disawah..
    sip sip thank for sharing mak..:)

    ReplyDelete
  4. salam kenal mak
    sya biasa mengganti sprei seminggu sekali,kecuali spt mak jg lakukan klu kena noda, muntah ato hal yg bikin kotoran nampak jelas sya langsung ganti..
    pernah masuk kamar org yg baunya apek..ga nyaman bangeet...jadi deh ga mau niru hal jorok spt itu..

    ReplyDelete
  5. Merinding saya baca tentang hewan-hewan itu mak :D

    ReplyDelete
  6. Untuk melihat seseorang itu bersih atau tidak kata ibuku lihatlah kamar tidur dan kamar mandinya... ^^ Kayaknya ada benarnya ya ibuku itu mak.

    ReplyDelete
  7. Betul mak Haya nufus, ibuku juga bilang begitu, makasih sudah berkunjung. Ri-Uz Athamir, saya juga ngerii, Mak Ruziana dan Mama kinan, berarti kita sehati ya...dalam acara ganti sprei. Semoga keluarga selalu sehat dan jauh dari infeksi berulang.

    ReplyDelete
  8. Sama bu, saya juga kalo ganti sprei dipaskan hari jumat, begitu juga rukuh, handuk mandi, dan sajadah..
    Ya diantaranya karena alasan sayanya snsitif bau tidak sedap mungkin ^_^, kena bau keringat sedikit bawaannya eneg banget ^_^

    ReplyDelete
  9. dapat ilmu baru..sy termasuk yg tersindir membaca ini. malesa.com :(
    Jazakillah bu Ida :)

    ReplyDelete
  10. aku ganti seprei sebulan sekali. kena ompol asal ga pesing juga masih suka kubiarin..*tutup muka..

    ReplyDelete
  11. aku ganti seprei sebulan sekali. kena ompol asal ga pesing juga masih suka kubiarin..*tutup muka..

    ReplyDelete
  12. Kalau saya seminggu 2 kali mak ganti seprei,,, trus kalau kasur yang tidak pernah dipakai sama sekali biasanya seminggu sekali...
    Saya perhatian banget mak sama yang namanya ganti seprei soalnya saya orang yang mudah jerawatan... hehehe jadi kalau g mau jerawatan ya kudu rajin2 ganti seprei hehehe...

    ReplyDelete
  13. dapat resep baru nih...yang suka jerawatan harus sering ganti sprei...

    ReplyDelete
  14. Iya nih, tadi juga baru baca-baa topik yang sama.. ternyata serem juga yee klo jarang ganti sprei.. info juga dah nih buat bini di rumah :D

    ReplyDelete
  15. Thanks for sharing.. Mencari bahan sprei waterproof polos untuk membungkus dan melindungi busa kasur anda?.. Intip koleksi produk kain dari Fitinline yuk..

    ReplyDelete