Saturday, January 4, 2014

Saat istri diam-diam menangis dibalik punggung suami

Serial Surat untuk suami (1)

Sering kudengar kisah-kisah semacam ini. Para istri yang mengeluh bahwa dirinya diam-diam menangis di balik punggung suaminya. Mengapa diam-diam? Karena mereka tak ingin diketahui isaknya. 

Dengan berbagai-bagai alasan yang mungkin berbeda satu sama lain. Anda para pembaca perempuan, pernahkah menangis di balik punggung suami? Anda para suami, pernahkan memergoki istri menangis diam-diam?

Suami yang asyik mendengkur, tak menyadari peristiwa ini. Ada juga yang sebenarnya mengerti, bahwa istrinya diam-diam menangis dibelakang punggungnya, namun mereka tidak bereaksi. Tentu juga dengan alasan. Bisa jadi memang mereka tak tahu harus berbuat apa. Atau justru mereka ingin membiarkan istrinya menuntaskan perasaannya lewat tangisan. Ada juga yang memang tak peduli lagi gerak perasaan istrinya. 

Iih ada ya...! Mestinya yang berlaku demikian punya alasannya.


Adapun para istri, apa alasan menangis dibelakang punggung suaminya?
Ini beberapa jawaban yang kutemukan dari curhatan ibu-ibu:
1.     
Cemburu. Cemburu yang menyulut kesedihan tak terperi. Seorang istri mungkin mencemburui apa saja selama ia merasa diduakan atau dikesampingkan. Ada yang cemburu mendapati suaminya lebih mesra dengan HP, BB atau akun media sosialnya. Kurang menghiraukan dirinya. Tentang ancaman gadget ini pernah saya tulis di sini . Adanya fihak ke tiga juga bisa memicu rasa cemburu. Pihak ketiga tidak melulu yang dicurigai sebagai wil. Bisa saja ibu mertua, ipar, pembantu, urusan pekerjaan, teman-teman, hobi bahkan ...anak.

2.     Merasa tidak dihargai. Seringkali perasaan ini muncul dari kurang verbalnya suami dalam urusan memberikan pujian atau sekedar ucapan terimakasih. Istri merasa telah melakukan banyak hal untuk keluarganya, namun suami tidak ‘melihat kebaikan itu’. Menurut saya sebenarnya bukannya suami tidak melihat. Mereka melihat dan mereka mengerti, hanya saja sebagian suami ada yang berat untuk mengucapkan penghargaan. Atau bahkan gagal mengekspresikan perasaannya.

3.     Merasa diabaikan. Sebenarnya perasaan ini juga efek dari cemburu dan merasa tidak dihargai. Istri yang merasa bahwa kehadirannya, perbuatannya dan ucapannya tidak bisa merebut hati suami, sungguh merasakan kepedihan. Saat bertanya, tidak dijawab. Saat datang, tidak dilihat, saat melakukan sesuatu, tidak dikomentari. Eh solusinya sudah saya tulis di postingan yang ini.

4.     Apa lagi ya...? Mungkin lebih banyak lagi variasi alasan yang lebih teknis. Namun satu lagi adalah fuktuasi perasaan seorang perempuan yang dipengaruhi sistem hormonal, kadang tidak bisa difahami laki-laki. Perempuan dalam setiap bulannya mengalami siklus sensitif yang dirinya sendiri belum tentu menyadari dan memahami, apalah lagi suaminya. Perempuan yang sedang sakit, sedang hamil dan sedang hopless tentang urusan memiliki anak atau tidak, juga lebih sensitif.

Apa yang harus dilakukan suami?
Saya bukan laki-laki, tetapi saya mewakili perempuan dengan subyektivitas saya. Para suami hendaknya memperhatikan bahasa verbal dan bahasa pesan non verbal seorang istri. Seorang istri yang bertanya, seringkali sebenarnya mereka sudah memiliki jawaban yang mereka inginkan. Lucu ya. Tapi begitulah kenyataannya.

Contoh sederhana nih: istri menanyakan penampilannya hari ini.
“Gimana dandananku Mas?” pertanyaan umum saat akan bepergian dan istri telah meluangkan beberapa waktu untuk mematut diri. Atau setelah potong rambut ke salon.
Jika suami hanya mendengus, apalagi tanpa memandangnya, bisa dipastikan istri kecewa dan merasa diabaikan.

Sesungguhnya jawaban yang diinginkan hanya acungan dua jempol sambil tersenyum lebar. Atau ungkapan sederhana:
“Mama cantik...”
“Sudah pantes...!”
“Wow...!”

Tapi mengapa sulit untuk sebagian lelaki mengerti hal ini. Sebagian istri mungkin tak sampai hati berterus terang minta dikomentari, hanya mengatakan : ”Lihat aku mas...” atau sekedar mondar-mandir dengan dandanannya menunggu reaksi suami, tanpa kata-kata. Nah para suami, mainkan peranmu!

Menyenangkan hati istri sendiri itu berpahala. Jika memuji perempuan lain yang bukan mahramnya, itu masalah dan bisa membawa fitnah.
Jika istri bertanya setelah berjibaku memasak untuk suami dan anak-anak,

“Gimana masakanku?” Sebenarnya istri tidak siap dengan jawaban ekstrim seperti tidak enak, keasinan, dll. Jadi jika memang kurang enak, jawab saja dengan kata-kata yang mengambang: “Lumayan...” itu cukup menentramkan.

Untuk masalah yang lebih serius, jika istri bertanya, coba jawab dengan balik bertanya:
“Kalau menurut kamu, gimana tuh...?” Biasanya istri akan nyerocos mengungkapkan jawaban dari pertanyaannya sendiri. Ia hanya membutuhkan pembenaran atau sedikit koreksi dari pendapatnya, itulah yang terjadi. Kecuali jika istri juga menjawab: “Aku tuh nanya pendapatmu. Aku benar-benar tak tahu harus ngapain...” Naah barulah berikan sedikit saran.

Jadi suami, juga perlu melihat perubahan sikap istri. Istri yang biasanya cerewet, jika tiba-tiba berdiam diri, mesti ada maunya atau ada yang mengganggu fikirannya. Berharap suaminya akan menanyainya. Istri yang pendiam, dan tiba-tiba cerewet, juga perlu didengar dan ditanggapi.

Sssttt aya bagi rahasia untuk para suami ya. Istri akan merasa nyaman dan tentram jika selain bahasa verbal yang serba hemat dari para suami, para suami juga menambah porsi ungkapan non verbal. Misal nih, banyak membelai, mencium, mencolek, menggandeng, meremas atau memeluk istri.

Jangan memulai tidur dengan memunggungi istri. Itu menyakitkankan bagi istri. Jika anda memang ingin privacy, sedang nggak mau disenggol istri, tetap awali tidur dengan memeluk dan mencium istri. Apalagi dengan ungkapan sayang.

Setelah beberapa waktu kemudian, anda berbalik memunggungi istri, istri tak akan tersinggung. Jika ingin tidur terpisah. Pamitlah. 

Misal:
“Ayah mau lembur di kamar kerja, ntar kalau ayah ketiduran di sofa, bangunkan ya....”
“Ayah mau nonton film(tv) dulu, mama tidur duluan...’
Itu menunjukkan bahwa suami masih menghargai keberadaan istri. Dalam realitas, ada istri yang menangis semalaman lantaran suaminya kerja lembur dan ketiduran di ruang kerja. Merasa diabaikan.

Yang ditunggu seorang istri saat menangis adalah pelukan hangat dari suaminya yang akan meredakan emosi dan tangisnya. Mungkin tak perlu kata-kata, karena kadang kata menjadi sumber salah faham. Nantilah saling berbincang setelah semua lebih baik.

Agar istri merasa tidak diabaikan dan menepis rasa cemburu, maka libatkan istri dalam dunia suami. Dunia pertemanan, teman sekantor, teman sehobi dan lain-lain. Istri akan mengenal kesibukan dan dunia suami, serta merasa dihargai.

Rasanya masih banyak lagi hal teknis yang ingin saya tulis, sekedar menjawab agar istri tidak sering menangis diam-diam di belakang punggung suami.

Kepada para istri, jadilah istri yang manis dan jujur. Jika memang sedang sedih dan ingin perhatian, katakan saja dengan verbal agar suami lebih ngeh. Jangan hanya menunggu dan berharap suami menyadarinya sendiri perasaan anda. Itu namanya mengharap suaminya menjadi “paranormal’ yang konon bisa membaca fikiran dan menebak perasaan orang.

Menjadi perempuan. Milikilah jiwa yang kuat agar tidak mudah retak oleh persoalan yang tidak penting, tidak prinsip, tidak logis. Belajar menimbang masalah dengan proporsional. Memahami cara berfikir laki-laki sehingga tidak menjadi mudah salah faham atas sikap suami.

Suami dan istri, jadilah satu jiwa dalam biduk rumah tangga. Jika satu terluka, yang lain ikut merasakan dan segera menolong. Tidak melakukan pembiaran. Mari saling merawat jiwa untuk cinta jangka panjang.

Anda punya pengalaman? Atau jawaban?
Boleh kok berbagi di kolom komentar.

O, ya maafkan saya yang tak punya banyak teori. Saya hanya berangkat dari pengalaman sehari-hari.



115 comments:

  1. Nice... hai mb Ida... kebetulan aq bukan tipe yg menangis di balik punggung suami.. tp yg terang2an hujan air mata di depannya kalo memang ada "sesuatu" diantara kita..he he he.. coz aq punya pikiran buat apa nangis dibelakangnya tanpa dia ketahui? Buang2 air mata aja tanpa solusi..he he..
    Off course nangisnya pas lg berduaan tanpa org lain tau masalah kami ;)
    Begitu pun ketika lg cemburu.. untuk apa bersikap diam? Bukankah malah mengurangi keharmonisan?
    Biasanya aq akan langsung menanyakan di saat yg pas buat kita berdua untuk berbincang.. tentu sekalian mengutarakan apa yg kurasakan..
    Terkadang hal yg dianggap sepele kaum adam belum tentu dimata kaum hawa
    demikan..jadi kita berdua saling intropeksi diri buat menjaga keutuhan rmh tangga kita..

    ReplyDelete
    Replies
    1. so sweet. semoga samara selalu

      Delete
    2. Aamiin...aamiin..aamiin ya Robbal'alamin.. Doa yg sama buat mba ida jg ya..

      Delete
  2. saya jg dulu pas bulan2 pertama pernikahan inginnya suami jadi "paranormal" hehehe... tapi sekarang sy ungkapin semua keinginan saya, soalnya suami bilang kalo dia ga bakalan ngerti apa yg saya mau kalo sy ga ngomong ke dia, kata dia itulah laki2 kebanyakan dan dia termasuk laki2 kebanyakan.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap sekarang enggak lagi berharap paranormal yah

      Delete
  3. Ini Gwe banget mak suka nangis gak jelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha namanya masih perempuan mbak. suka nangis enggak jelas

      Delete
  4. Baca tulisan di atas seperti sesekali melihat suasana di rumah. Ibu saya menelan kecewa jika Bapak makan di luar, padahal Ibu sudah menyiapkan masakan sejak pagi buta. Salam kenal :-)

    ReplyDelete
  5. kalau saya yang serunya pas mau datang bulan. Ada ada saja yang buat saya terpancing emosi tapi serunya sebelum marah saya suka bilang, “pak, kalau mama marah marah jangan ditanggapin ya.. sepertinya mama mau haid.” ^_^

    ReplyDelete
  6. yay...seru-seru kan pengalamannya...makasih Ghina fahra jika sudah ketemu pintu terus terang...kan terang terus yaaa.Hana Sugiharti, rizki fitrianasari...temennya banyak kok...kan perempuan.Jundiurna, pengalaman orang tua jadi pelajaran buat kita ya.Hasri yani, makasih tipsnya ya...

    ReplyDelete
  7. Mbak berbagi pengalaman aja ya..

    Aaah itu suami saya banget mba, dia tipe orang yang Alhamdulillah selalu memeluk saya setiap saya sedih, apalagi sampai nangis, ya walaupun g banyak kata2 yang keluar dari mulutnya, tapi cukup dengan pelukan dan belaian sudah sangat menentramka hati saya,,, Malah kadang justru saya lebay2in xixixi nangisnya agak lama biar dipeluk terus,,, hahaha Trus kalau ditanya kenapa??? saya suka g langsungn kasih jawaban, padahal sebenarnya hati saya sudah tenang tapi ya gitu, biar dipeluknya semakin lama, hahaha jahil banget ya saya,,,

    Saya memang tipe orang yang g bisa sembunyi2 mba kalau nangis, kalau saya lagi sedih ya sudah saya tumpahkan aja didepan suami. Sejauh ini yang bisa bikin saya untuk nangis "biasanya" karena kangen sama bapa dikampung mba (kebetulan sudah g punya ibu, dan bapa memilih untuk tidak menikah lagi), selain itu mungkin karena pengaruh hormon hehehe,, biasa bulanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixi modusnya patut ditiru . biar lamaaa pelukannya.

      Delete
  8. Wahhh, kalo saya dibikin kecewa suami, saya biasanya ngamuk langsung, nggak pake acara tangis-tangisan :D

    ReplyDelete
  9. Makasih kunjungannya Bunda Hail...gimana nih jika ngaku jailnya ketahuan suami hihihi pasti dipeluknya makin lama ya...Endah Wahyuni...iih jangan ngamuk ya...ngamuk dikit aja ntar kena DB kalau kebanyakan...eh itukan 'nyamuk'...bukan ngamuk ya.

    ReplyDelete
  10. Berdesiran di hati ada seruak sedih di seruang dada ini kala membaca yang awal-awal; semoga suami istri dapat membangun komunikasi yang asyik sehingga tak terjadi lagi istri yang diam-diam meneteskan airmata di balik punggung suami.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. semoga banyak suami yang membaca ini

      Delete
  11. makasih kunjungannya pak Akhmad, ini betul surat terutama untuk para suami, eh akhirnya ada juga bapak-bapak yang mau mampir dan baca.

    ReplyDelete
  12. Cemburu yang baik adalah cemburu yang ragu-ragu. Cemburu tanpa rahu-ragu tidak disukai Allah. Langsung marah,nglabrak, dll padahal belum tentu yang dicemburui benar adanya.
    Caring and sharing dalam berumah tangga itu perlu, juga komunikasi yang baik.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kunjungannya pakdhe...harusnya pakdhe nih yang banyak berbagi hihi

      Delete
  13. biasanya kalo aku nangis berarti dah ga kuat banget Mak..
    sekuat kuatnya perempuan itu, pasti bakalan nangis senjatanya jika sudah tak bisa menahan beban pikiran
    memang sih ga mau kliatan nangis, takutnya mengganggu aktivitas suami
    tapi suka ga nahan keluar sendiri :)

    Makasih ya Mak sharingnya :0

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak Nchie...mesti nangisnya tetep cantiik haha

      Delete
  14. Hihihu. Jd inget jaman msh long distance ma suami nbak,kl udh waktu mo ditinggal suka sensi n nangus ga jelas..dulu aku pgn suamiku kya paranormal hrs selalu tau apa yg kurasa,but then again laki2 itu ga bisa main perasaan hrs straight to the point..drpd jengkel ga jls mending lgs dibicarakan aja ^^
    Sukaaa bgt ma tulisan mbak Ida..bikin adem ayem lan tentrem ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Muna....pernah LDR ya...aku masih semi LDR hingga hari ini

      Delete
  15. Aku sering bgt nangis d.blakang punggung suami apalagi klo ada msalah yg bkin kita brdebat ' kalo suami qu klo belum liat aku nangis dia gak akan brnti dngan emosi.a ' tapiiii klo udh liat qu nangiss dia pstii lngsung peluk aku mba ' q org.a sensitif bgt mba ' gampang nangiss

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi udah nemu senjata untuk meluluhkan hati suami...air mata permpuan sesungguhnya punya kekuatan...

      Delete
    2. semakin menangis semakin di injak semakin bringas...dia yang salah,dia juga yang marah...kalau sudah bgini,bagaimana sy hrs bersikap..ibu Ida..?

      Delete
    3. mbak tina untuk pertanyaan kasus perkasus apakai japri ya...

      Delete
  16. Aduuuuhh kok itu aq bgt sih,, tapi aq sedih bgt, krn air mata ku sudah ga ada harga nya lagi utk suami ku,, klo ada mslh trs aq nangis, yang ada aq malah tmbah dimarahin,, alhasil tmbah nyesek masalah ga selesai, akhirnya setiap sholat aq selalu curhat sm Allah, nangis aja tiap sholat.. pdhal aq lagi sakit dan dlm masa pemulihan dari sakit TBC tulang udah 3 thn.. gmn mau sembuh yah klo gini.. alhamdulillah aq cuma merasa ada Allah SWT sm anakku yang selalu hadir utk aq.. hiks..hiks... jd berkaca2 nih nulisnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maak ...aduh maaf bikin sedih...tapi saya nulis ini karena banyak menemui curhatan....maksudku ini untuk para suami agar sadar...

      Delete
    2. mba amelia.... sama banget deh kita... hiks...
      semoga kita slalu diberi kesabaran ya... amin..


      Delete
  17. Sama yah mbak.rasax aku dak berharga bgt dimata suamiku lg.dah 6 thn pernikahan tp tetap aja aku nangis2 dia gak peduli.bahkan memilih tidur.rasax nyesak bgt hidup seperti ini.berharap ada keajaiban yg bisa melunakkan hatix.soalx kl ini dibicarakan selalu berakhir dgn pertengkaran dan kata2 cerai.doakan aku yah teman 2.sungguh bersyukur mereka yg punya suami yg menyayangi dan mau memeluk mereka ketija sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga para suami membaca ini makk...ada pahala shabar insya Allah

      Delete
  18. Sama yah mbak.rasax aku dak berharga bgt dimata suamiku lg.dah 6 thn pernikahan tp tetap aja aku nangis2 dia gak peduli.bahkan memilih tidur.rasax nyesak bgt hidup seperti ini.berharap ada keajaiban yg bisa melunakkan hatix.soalx kl ini dibicarakan selalu berakhir dgn pertengkaran dan kata2 cerai.doakan aku yah teman 2.sungguh bersyukur mereka yg punya suami yg menyayangi dan mau memeluk mereka ketija sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga diberi sabar dan jalan keluar. doakan suami dan perbaiki pola komunikasi yaa...

      Delete
  19. mantap banget.... saya suka tulisannya... saya juga suka menulis, coba lihat tulisan saya. bagaimana menurut anda...

    ReplyDelete
  20. Mak Ida, tulisannya menyuarakan hati kaum perempuan banget ya....
    Jadi saya hanya menangis kalo sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, itu pun dengan harapan dia akan menghentikan tangis saya, karena dia engga tau kudu bersikap bagaimana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya...air mata peluruh emosi...semoga bisa meleraikan mak. tambahi doa saja kalau sedang merasa sedih

      Delete
  21. Hari ini 2 orang sahabat saya curhat macam bgini...smoga mereka sabar&kuat menjalani nya. Kelemahan kami adalah kami tidak bekerja...hanya IRT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal ibu rumah tangga tuh bisa hebat loh

      Delete
  22. kasus suami tdk peduli atau malah tdk suka lihat istri menangis, kl dr pengalaman saya ya mak, salah satunya krn dulu waktu kecil tiap kali dia nangis malah dimarahi atau diabaikan. "anak laki kok nangis!". ktika besar maka dia pun memperlakukn org yg menangis dg cara spt itu. termasuk kpd istrinya. jadi, buat ibu2& bapak2, kl anak lakinya nangis, beri perhatian ya. biar ga 'salah kedaden'. eh sy bukan ahli lho mak Ida,.cuma mengamati aja. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah makasih sharenya mak. tentu manfaat banget buat para emak...yuuk anak lelaki boleh menangis kok. Eh bapak-bapak juga boleh menangis

      Delete
  23. Saya pernah mergoki istri nangis di belakang saya, alhamdulillah setelah merunut kronologi, saya bisa tahu penyebabnya tanpa harus bertanya kepadanya. Setelah itu insha Allah saya tidak akan membuatnya menangis :)

    ReplyDelete
  24. Waahh suka sama tulisannya bu Ida deh.. saya sedang dalam proses ingin memperbaiki cara berkomunikasi dengan suami.. tapi saya belum tau bagaimana memulainya dan menyampaikannya pada suami..
    Saya menyadari betapa pentingnya untuk memperbaiki komunikasi kami.. karna saya ingin rumah tangga kami ttp utuh.. saat ini saya tidak punya tempat untuk mencurahkan isi hati saya dan meminta saran dr org2 terdekat.. saya krg dekat dengan orangtua.. dan saya tidak mau membagi dgn sahabat saya karna tidak ingin mereka tau permasalahan saya.. bolehkah kiranya saya meminta saran dari ibu, yg saya lihat ibu memiliki tutur kata yg bijak dan baik.. mgkn ibu bisa memberi masukan yg positive unuk saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bismillah.. Mba aku lg bingung gmana supaya terlepas dari sifat posesive g percaya sama pasangan gara2 dia pernah menduakan cintanya wlpun g sampai setubuh tp tetep rasa dikhianati terus mengikuti. Mba suami aku menilai apa yg terjadi dgku itu berlebihan.tp aku justru merasa Aku ini korban dari penghianatan dan aku yg selalu setia.

      Delete
  25. Para pria memang gak selalu ngerti dengan maksud kita para wanita. Jadi kalo gak ngomong ya pria gak ngerti. Bukankah lebih baik berterus terang saja? Pria kan cemderung pake logika gak kayak wanita yang bisa mengerti dengan merasakan. Maaf ya komentarnya to the point.

    ReplyDelete

  26. Seneng baca tulisan mbak ida......saya pernah menangis di punggung suami saat tau ada tulisan tidak pantas di g talk dan bb suami dng rekan kerjanya.....gak menyangka aja mbak, suami yg sdh saya kenal sosok dan pribadinya selama 16 tahun sblm menikah dan hampir 25 thn menikah ternyata tega badan di samping saya tapi pikiran di orang lain..........tapi itu dulu ....sejak kejadian itu sampai sekarang setiap mlm kami tidur berdekapan/ berpelukan jadi kalau nangis suami tau....buntutnya.....dengan wajah memelas dia bertanya" aku buat salah atau bikin kamu sakit hati lagi ya?"...jadinya pelukan tambah erat gak bisa nafas xi xi xi.......alhamdulillah sekarang suami jadi lbh baik, lbh pengertian, lbh bijaksana tapi saya jadi agak posesive, kepercayaan agak berkurang.....banyak hikmah indah yg didpt mbak.....kalau tdk ada ujian kmrn mungkin saya jadi sombong merasa punya suami paling setia sedunia mungkin ya ....lebih sadar semua hanya titipan Allah SWT, lebih banyak berdoa semoga suami dijauhkan dari fitnah , dari godaan perempuan lain dan dari perbuatan tidak terpuji......bener gak mbak Ida?

    ReplyDelete
  27. Assalammualaikum , salam kenal semua pembaca , ikut nyimak :D , hihi ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal...selamat membaca dan menyimak. silahkan untuk selalu meninggalkan jejak

      Delete
  28. assalaamu'alaikum mba ida
    sya newbie nih di blognya mba,, baru baca beberapa sih, belum banyak,, tapi bagus2 isinya mba,

    oh ya saya mau nanya boleh mba?
    jadi gini, saya kenal dengan seseorang, dia baru menikah tahun lalu, saat ini sdh punya anak, usia anaknya hampir 5 bulan. semenjak punya anak, dia sibuk mengurus anaknya, bekerja kantoran dan mengerjakan pekerjaan rumah, sampai2 mungkin suaminya tidak 'kebagian' waktunya. di lain waktu suaminya menuntut untuk dilayani, dikasih perhatian dsb, tapi disisi lain suami tidak membantu pekerjaan rumah istrinya, bagaimana seharusnya sikap sang istri mba? apa yg harus dia lakukan?

    mohon jawabannya ya mba,, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. cari pembantu untuk urus pekerjaan RT. kalau tidak diminimalkan misal dengan londry atau masak seperlunya. yang uata urus anak dan layani suami. tetapi tetap saja ia harus terbuka pada suaminya tentang bekerjasama dan mengurus keluarga ini.

      Delete
    2. kalau soal keterbukaan, dia sudah cukup terbuka mba, seringkali meminta bantuan suaminya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tapi seringkali pula suaminya enggan melakukan, sedangkan saat ini belum bs untuk cari pembantu mba.. kalau denger ceritanya, saya suka merasa 'kok ya ada laki2 begitu?' -_-

      Delete
  29. @mba Ida Nur Laila : saya pernah mengalaminya,bukan karna cemburu ,, hanya saja rasanya terlalu susah untuk di lewati dalam sebuah permasalahan itu,apalagi sdh mengenai wanita lain (masa lalunya) merasa di rugikan karna ulahnya,, tapi ingin di bahas pun percuma,tapi rasanya sungguh menyiksa waktu itu.
    bukan karna takut utk menangis di depanya,tapi mugkin lebih lega menangis di punggungnya,meski hati dan pikiran kalut tapi masih merasa nyaman krna di dekatnya,dan tdk ingin suami tau jika sy mnangis waktu itu,, tapi ketahuan juga :D dan pada akhirnya qt bisa saling memberi pengertian yang dapat menenangkan saya. bener kata mba Riski Fitriasari " pengenya suami kek paranormal,tanpa qt bilang mreka mngerti " :D thankyou mba Ida tulisanya sangat membantu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah...jadilah istri yang kuat subhanallah

      Delete
  30. diam diam nagis .. di saat suami sedang enak tidur .. sblum y aqu buka isi hp suami n yg terahir dia contak dgn siapa . d dumai .. tau y wanita lain .. sakit hati banget mbk .. jujur ku tya langsung pun suami langsung marah dan ahir y .. bilang " terus kenapa emang dah tau begini mau cerai gitu .. ya udah cerai az ..."
    sakit y makin menjadi mbk ..
    bukan y jelasin knpa dia selingkuh apa salah ku apa gimana .. v langsung nembak cerai .. mana anak dah 3 ..
    sakit nya tu di sini .. hati ..
    :'(

    ReplyDelete
  31. duh jadi ikutan meloow juga baca ini.. jadi banyak belajar dari pengalaman emaks2 dan tulisan mak ida... sedikit banyak para istri pasti pernah ngerasain hal spt itu. Memang komunikasi secara terbuka yang paling efektif jadi pesan dan keinginan satu sama lain sebagai pasangan tersampaikan. ga cukup pake bahasa kalbu aja... dan jangan pernah meminta pasangan kita spt paranormal juga. *pinjem ungkapan mak riski... lupyupul mak... tulisanmu selalu mewakili perasaan kebanyakan para istri dan ibu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, semoga para bapak yang membaca terbuka hatinya, amiin

      Delete
  32. Gimana kalo kita sudah berusaha berkomunikasi tetapi suami malah marah..karena itu terjadi dgn sya sudah melakukan berbagai hal utk menyampaikan isi hati tp yg ada marah dan disalahkan karena suami besok kerja susah konsentrasi..walo sharing nya weekend tetep aja gt...pulang

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanyakan pada suami, bagaimana cara sharing yang enggak bikin marah...

      Delete
  33. Ya allah saya menangis baca ini karna itu semua pertanyaan dan jwban sy alami semua.... suami yg cuek tdk pernah perhatian atau pun sedikit menghargai. Sedihhhh rasa nya... saya selalu mencoba berusaha bgmana cara nya agar ia selalu senang... tapi yaaahhh hanya menangis di saat terabaikan... andaikan sholat dan puasa sunah nya di gunakan lebih baik dan memahami arti nya... entah saya yg kurang besyukur atau saya terlalu manja ingin di perhatikan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bunda diberi kesabaran membersamai suami. amiin

      Delete
  34. Terimakasih ibu yang sudah berbagi pengalaman dan solusi...

    ReplyDelete
  35. Terima kasih postingannya, sangat membantu juga buat yg belum nikah :)

    ReplyDelete
  36. Hai mbak ida.... Salam kenal....

    Waaaa..... Tulisan mbak ida menohok banget. Langsung kena di hati. Soalnya persis plek plek plek pleeeeeeekkkkk ma kisahku....

    Cemburu ma gadgetnya, sosmednya, teman2 kantornya. Sepulang dari kantor, nyampe rumah langsung pegang hp. Padahal duduk, makan, tidur bareng2 bersampingan, tapiiii kayak hidup sensirian... Duh rasanya tuh nyeseeeekk banget. Alhasil, nangis diem2 deh. Setiap hari setiap malam nangisnya. Mentok2nya curhatnya ma hp juga. Nulis2 di memo....

    2 bulan ini semenjak aku ngamuk2 banting ini banting itu, tingkah suami berubah.. Lebih care... Lebih romantis, kliatan kalo sayank ma aku... Tidurpun selalu pelukan... Meskipun nt tiba2 saling memunggungi. Tapi pelukan lagi... Hehehehe....

    Naaah... Yg jadi masalah tuh.. Aku gak bisa "ceplas ceplos" ma suami. Padahal kalo ma orang laen aku bisa tega loh "ceplas ceplosnya.. Gak tau nih mbak... Kalo ma suami kug gimana geto... Kalo mau ngutarain uneg2ku tuh ada rasa bingung, canggung, takut, kasihan, pokoknya campur aduk.... Mpe sekarangpun masih susah ngutarain uneg-unegnya...

    Ada pencerahan gak mbak ida... Yar aku lebih berani dan tegas gto buat ngutarain semua uneg-unegku....

    Makasih.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sharenya. bisa ke @lailacahyadi DM ya

      Delete
  37. Aku nangis diam2 suami ngeliat jg ga peduli. So, ga perlu nangis. Cuek aja juga.. drpd mubazir airmata dan perasaan..

    ReplyDelete
  38. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  39. Suamiku Baik, sabar, care, tanggung jawab, cuma satu kurangnya, ga romantis, ga pernah peluk, cium, belai2 rambut apalagi muji2.. mau bilang kok kesannya nuntut apalagi sptnya buat suami itu ga penting

    ReplyDelete
  40. Dulu awal pertama kali aku baru tau bhwa begtu dekat dan akrab kebiasaan suami dgn tante angkatnya yg masih muda 3thn lbh tua dr umur suamiku tp dia ini tdk ada hubungan darah sm sekali dgn keluarga suamiku dan sdh me nikah serta ada anak 3.. biasany klo dtg slalu nginep dirmh kami bbrp hari. Setelah awal menginep dirmh membuat aku tambah ill feel (negatif) dgn dia dan suamiku krn bkn kebiasaan hidup spt itu. Akhirny aku me nangis di balik punggang suami tp lm2 aku ga kuat spt teges hati ku ini. Akhirnya aku lgsg tegor suami ku sambil menangis dan minta jika hrs nginep lg dirmh mk aku yg akan pergi dr rmh.. aku per silakan suami mau berbuat apa aja yg pasti aku tdk meliatnya biar allah yg tau krn bukan muhrimnya..
    Suami mn jelas kan krn suami tante angkatny itu tdk tahu sm sekali klo dia bkn lah tante dr keluarga nya. . Klo tau mgkn bkl h ancur rmh tgga nya. . Tp aku pikir berarti suamiku ini mng or bank an hati ku dan mgkn yg bs h ancur justru keluarga aku sendiri, krn klo aku awal sdh tdk suka mk aku tdk akan suka & sudi menerima nya sbg tamu dirmh ku.. Hny itu yg ku minta selain jaga jarak dgn dia. Dia saat ini sdh jaga jarak, tp suami tdk bs menolak untuk mnginap dirmh ku... rasa aku ill feel mau pergi dr rmh. Syg aku jauh di negri org jd tdk ada family dr kel.ku. kel. dari suamiku tdk mau krn tdk dkt dgn nya kecuali dgn suamiku.
    Lama2 klo begini tetap sj dirmhku nginap, mgkn bkl muncul ujung akhir keputusanku nanti...
    Suami keras tp baik sabar dan tanggung jwb cm dia tdk bs menolak, tp dia tdk mengerti perasaanku. Malah aku disuruh ngirbankan nya demi mereka.
    YA Allah, permintaan ku ring an yaitu silaturahmi tetep tp tau akidah sbg muhrim atau bkn dan tdk perlu nginap dirmh. Harusny itu tante ny hrs tau diri nya tp blm ada yg brani bicara dr keluarga suami.. jd dior bank an ke aku krn suamiku plg dkt dgn nya.
    Menyakitkannn krn ini bkn kebiasaan hidup ku...

    ReplyDelete
  41. 1.teman
    2.gadget
    3.hobby
    Yaaaaa..hanya bisa berharap yang terbaik,Apapun itu..Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm..curhat pada Allah ya...biar dapat solusi

      Delete
  42. Kalau aku mba, suamiku kaku aku mulai ngajak komunikasi, atau sekedar bercerita pasti ditanggepin negatif, misalkn kalau aku nyeritain rencana dan cita-citaku pasti dia menyepelekan, atau bahkan menentang. Kalau aku nangis dan ngeluarin unek-unekku dia malah balik lebih marah dari aku. Jadi aku sering bgt nangis sendiri.soalnya aku bingung berkomunikasi seperti apa dengan dia. Aku takut jika aku menangis depan dia dia bisa marah dan dilihat anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar ya bunda...ajak bicara suami jika tidak ada anak

      Delete
  43. assalamu'alaikum.
    setelah membaca postingan ini.. saya jadi menggambarkan suasana rumah sendiri.
    memang suami sy akhir akhir ini kurang nyambung sama perasaan saya.
    sampai pernah terlintas untuk mengakhiri. dan alasan satu-satunya untuk dipertimbangkan lagi adalah anak.
    mohon do'anya..
    keharmonisan itu datang lagi.
    amin

    ReplyDelete
  44. Aq udah baca isi blog mbak Ida & komentar ibu2 yg lain. Bahagia ya punya suami yg mau perhatian sama istri.
    Menangis di blkg suami sering aq lakukan bahkan di dpnnya lgsg. Aq kcw dng sifat & sikapnya. Tdk berwajah ganteng tdk mslh bagiku, tapi ini sdh keterlaluan mnrt aq.
    Aq adl istrinya yg kedua stlh dia cerai dari istri pertamanya. dulu aq mmg tdk mau menikah sm dia, kdg dia dtg ke rmh, aq sembunyi. Dia sering ngobrol sm mama aq. Mama nyuruh agar trm dia, 3 bln pcrn rasanya aq pengen putus tp dimrh sm mama. Mama blg : tdk mslh duda cerai kl dia baik. Akhrnya aq trm dia sbg suami.
    1 bln menikah udh ngajak berantem, dia sering crt ttg mantan istrinya & akhrnya ngebandingkan aq dng mantannya. Dan yg paling skt hati, dia blg pdku : Kamu itu cm istri ke2, tdk ada artinya bagiku. Cm pembantu, aq paling syg sm istri pertama.
    Awalnya aq nangis diam2 & memaafkan dia.
    Prnh dia melempar kursi plastik sampe pecah cuma gara2 sandal. Sandal dia sendiri yg taruh tp dia lupa. Saya dituduh nyembunyikannya pas wkt nyapu.
    Prnh juga dia melempar CD di muka saya dng tuduhan mencuci tdk bersih krn ada bks noda. Stlh saya cek trnyt itu adl noda minyak dari obat yg dia pakai.
    Pernah juga saya mau dilempar sm pisau gara2 saya blg potong pisang jgn hancur2.
    Pernah juga dia minta tlg saya unk kerokkan punggungnya tp mulutnya gosipin pamannya selingkuh. Saya blg kamu jgn gosipin org, blm tentu hal itu bnr. Dia blg org di kmpgnya smua udh tau mereka selingkuh. Saya jwb: Blm tentu hal itu bnr selama kita tdk melihat dng mata kita mereka seranjang. Kl cm boncengan motor, apa gak boleh? Mulut jgn asal2an ngmng. dia lgsg mrh & blg saya oon, songong, dodol. Dan memaki saya dng menyebut kata2 jorok alat2 wanita. Saya nangis di dpn dia. Alangkah tdk tau terima ksh & tdk prnh bersyukurnya dia, saya ksh tau dia baik2 & msh mengerok punggungnya. dng tega dia ngucapin kata2 jorok itu.
    Pernah saya ajak ibunya dia ke vhr unk smbyg carter mobil, dia plg krj (mmg dia krj mlm yaitu jualan martabak) lgsng nendang pintu hingga kuncinya rsk & blg saya ngunci pintu kuat2 pdhl biasa saja. Dia blg buat apa nyarter mobil ajak ibunya. Saya jwb: Kl ibumu tdk smbyg, emgnya dia tau cara smbyg?
    Terakhir dia banting rice cooker Yong Ma yg dibeli seharga 500rb, itu pun saya tggu pas promosi baru beli. Rice Cooker hancur tp msh bisa dipakai unk msk, akhrnya saya lem sana sini pakai lakban. Jam 4 pg saya buka pintu cari tuh rice cooker yg dibuang ke hutan stlh dibanting, saya ambil & peluk tuh rice cooker, saya lap sambil nangis pdhl saya mau msk nasi. Saya tkt dibantingnya lg, saya sembunyi2 ambil rice cookernya. Hati saya sngt skt sekali ketika dia blg Lebih baik Kamu cpt pergi dari rmh ini dng teriak kuat2.
    Ketika musim kemarau, saya tdk prnh srh dia ambil air. Saya cm blg sm ibunya, air 3 ember pun tdk mampu dibw msuk dari luar ke dpr sdgkn ipar saya bisa ambil air bergalon2 tanpa ngeluh pdhl ipar saya jg capek habis krj dari bengkel.
    Sjk itu dia mrh sm saya & ibunya, kami bertanya dia tdk mau jwb. Kami panggil dia tdk mau nyahut, disms tdk prnh bls, ditlp tdk prnh angkat. Udh 2 mggu dia kyk gitu.
    Kdg2 setiap bln dia cm beri uang belanja 500rb, kdg2 kalo dia tau diri bisa tmbh 500rb lg. Ckp tdk ckp hrs ckp. Prnh 2 bln dia cm beri 500rb pdhl ada ortunya dirmh, untungnya saya krj, jd saya diam. Saya tdk prnh minta duit pd dia krn stiap saya pegang dompetnya. Dia rebut kembali sampe ada tetangga blg: Istri itu diberi duit yg cukup unk kebutuhan rmh tangga & pribadi. Dia jwb: Dia bisa minta. Tetangga geleng2 kepala sambil blg : Amit2 Cabang Bayi sambil getok2 meja.

    ReplyDelete
  45. Bknnya saya mau ngomongin kejelekannya tp saya udh gak tahan, udh lama saya pengen cerai. Mama saya pun akhrnya nangis dngrnya & blg: Kalo udh gak tahan, plg lah ke rmh ini. 2 thn saya bertahan dng kelakuannya yg ksr & tdk prnh berobah, malah semakin menjadi2. Ibunya diblg Babi lah atau apa, apa gak durhaka tuh anak pdhl umurnya udah kepala 4 bkn lg anak2.
    Saya tdk prnh merasakan kebaikannya pdhl saya berusaha mencarinya di pikiran saya. Saking tdk tahan lagi, saya ke Thaipak (phekkung2 yg bisa nolongin org skt itu).
    Thaipaknya blg : pernikahanmu tdk sampe ke ujung, sifat suamimu ksr & tdk mau berubah. Kalian akan semakin sering berantem krn egois dia tinggi. Dipengaruhi oleh sifat bawaan watak & keturunannya. Ibunya blg 2 kakeknya & bpknya juga spt itu tp kakek2 & bpknya tdk membanting brg2. Thaipaknya jg blg : Phek kung tdk bisa menolongmu krn pikirannya kyk katak dlm tempurung, selalu merasa bnr, merasa hebat. Dan juga dia tdk punya keturunan (anak). Dlm hati apaku berpikir : Masa iya sih???
    Aq gak percaya, akhrnya cb lg ke tkg buka kartu tp bkn Tarot unk melihat sftnya bisa berubah atau tdk & bisakah punya anak. Tkg buka krtu pertama blg: Dia tdk akan bisa berubah, mulutnya kyk wanita, tdk punya anak, egoisnya tinggi, selalu pemarah. Nanti akan punya istri lagi yaitu yg ke3 krn dia punya tai lalat di 'anu'nya. cuma kamu aja bisa bertahan atau tdk. Trs si tkg buka kartu yg ke2 dng jwbn yg sama, cm tdk punya ank diganti dng dia lemah syawat jadi susah unk punya ank, diperhalus aja bhs nya.
    Lgsg saya berpikir jgn2 dia ini Azoosperma krn mgkn dia udh cek dulunya dlm pernikahn ke1 tp dia tdk percaya. Kl punya istri ke3 tdk mslh bagiku kl dia mau berubah tp tkg buka krt blg wlpn istrinya 10, dia tdk akan berubah.
    Ada seorg ibu tkg urut blg : suamimu tdk punya anak, lemah syawat, saluran spermanya udh mengeras. Wlpn diobati tp dia tdk punya ank krn ada tai lalatnya di brgnya. Kok bisa tau? sama spt yg diblg tkg buka krt pdhl saya istrinya sendiri pun tdk tau.Trs ada lagi roh eyang Raden Fatah juga blg yg sama ketika saya tanyakan. Trakhr saya tanyakan ke roh dewi (ank buahnya nyi roro kidul), dia juga blg hal yg sama & menyarankan spy lepaskan sepasang burung unk pertahankan rmh tangga. Kalo soal anak, mmg tdk punya. Sama persis yg diucapkan org2 sblmnya.
    Sampe saat ini saya msh tdk percaya tp melihat kenyataannya saya rasa mmg mgkn spt itu. Dan roh dewi blg : Usia kamu juga semakin tinggi krn menunggu ank dari suamimu, jd semakin susah juga unk punya ank pdhl udah 2 thn lebih kami menunggu, umurku udh 39 thn. ML aja jrg gmn mau punya ank, sbntr aja udh ejakulasi. DSOG srh cek sprema tp dia tdk mau. mgkn dia sdh prnh tp dia diam akan hslnya.
    Jd ku pikir, jika mmg pernikahan ini akan hancur, ya secepatnya aja hancur krn di hatiku dari awal juga gak ada rasa cinta. Ketika mau bljr mencintainya tapi dia sendiri menghentakkan cinta yg ku berikan dibandingkan dng istri ke1. Apalah yg mau dipertahankan dng watak spt itu. Mmg tdk enak dng status janda tp lbh baik drpd dimaki2 dng nama alat2 wanita & kebun binatang. Prnh saya menderita pembengkakan jantung saking nahan emosi, 1 bln ngobatinya sampe sembuh. Apa prnh suami saya ngobati saya ketika skt apapun??? (Tdk prnh, apalagi beri duit berobat). Duit saya sendiri unk berobat.
    4 Point mbak Lela di atas, saya tdk prnh mengalaminya apalagi cemburu. Pikiran saya itu bebas buat org lain. Saya tdk prnh mengekang siapun atau melarang suami. Bagaimana syg suami pd saya blm prnh saya rasakan sjk menikah, pcrn pun dia tdk prnh bw oleh2 lbh dari 20rb nilainya sdgkn penghasilannya lbh dari cukup.
    From : Yanti

    ReplyDelete
  46. Klo saya sebel suami lebih membela keluarga nya...
    Sehingga saya cerita pke nangiz ttg keluarga nya
    Pii y gtu ujung2nya bela keluarga nya...
    Makhlum dlu sblum mnikah sya tidak punya siapa2
    Jde pengen suami kasih perhatian & menomor satu kan saya
    Sehingga saya ingin bercerai dg dia
    Mohon solusi nya iia

    ReplyDelete
  47. Suami saya lebih memilih bersenang-senang brsama teman-temannya.malah dgn jelas dia blng ke saya "aku ga betah di rumah". Saya cemburu dgn teman" dan androidnya,saya bisa apa saya cuma ibu rumah tangga yg mngurus anak dan seisi rumah,,prsaan seorang istri itu lebih peka ,saya rasa suami saya brubah ada hal yg ditutupi dri saya dan suka berbohong,,sangking tdk kuatnya saya mnahan prsaan ini saya kluarkan uneg" ke suami dgn menangis terisak" ,suami saya tak mnghiraukan,,malah marah mnjadi" memukul saya yg kala itu sedang sakit.intinya saya cm ingin suami saya lebih mengutamakan anak dan istri

    ReplyDelete
  48. Hallo mba, kalau aku cemburu sama gedget, dr awal nikah ampe setahun nikah slalu saja hp yg d dahuluin. kadang kalau udh kesel bgt aku nangis sambil bilang "hp aja terus bini d cuekin". dia malah suka balik ngambek, kalau belum d tanya duluan ga bakalan nanya. paling eling cuma 2-3 hari, kesana nya tetep aja hp lagi hp lagi. berasa ga d perhatikan, suami yg terlalu cuek dan tdk cemburu kdp istri, pdhal kadang suka aku sengajain chat sma temen cowo tp dia ga ada reaksi sama skali, tetep aja cuek. sebagai istri, aku pengen di cemburuin, pgn d perhatiin, apalagi d romantisin, tapi cuma ngarep doang :(

    ReplyDelete
  49. mbak boleh nanya nggak ya ???
    sebenernya yang dinomor 1 kan itu IBU atau istri ???
    ketika suami selalu membantu ibu ( kandung ) nya dan memberikan adiknya sesuatu yg terbaik tetapi tidak memberikan nafkah yg cukup , bahkan sangat kurang untuk istri... lebih memilih meninggalkan istri yg sedang sakit di rumah demi menjenguk ibunya ( rutinitas seminggu sekali ) dan ibu nya baik@ saja dan sehat wal afiyat... dan gaji suami sangat sedikit... untuk bayar cicilan dan untuk ibunya dan uang saku setiap hari dia bekerja ( masih sangat kurang sehingga saya harus bekerja keras ) agar bisa mencukupi kebutuhan sehari hari... lalu bagaimana yg harus saya lakukan ??? ( ibunya masih usia 40an dan dia punya adik masih SMP 1 anak...)

    ReplyDelete
  50. Itu suami ku bgt bun... yg gk prnah ungkapkan rasa syg, gk prnah ada pujian. Sfgkan aku tipe emosional... sering skli suami tidur dan aku nangis... sering skali suami kerja mlm dan aku nangis, gk tidur nunggu suami... tp suami ku gk prnah liat aku, gmba aku, perasaanku, sedihnya aku... aku sedih dy cuek, aku crita cita2ku crita masalalu saat kuliah dan dia ttp gk peduli... seolh aku gk ada... seolah aku bkan siapa2...

    Saat libur kerja punya waktu bukan buat sy dan anak... dy lbih suka pergi dgn tmn2nya... aku ajk jalan2 suami gk mau... tp lbih plih jalan2 dgn tmn2nya... hampir tiap mlm aku nangis... tp suamiku gk peduli...

    Entah mmg dy gk peduli aku atau mmg sifat dy bgtu... aku pdhl cm pgen dy peduli dan ngerti perasaanku bun...ntah sampai kapan dy acuhkan perasaan ku....

    ReplyDelete
  51. Tulisan mba bgus bgt, mirip sama sy, suami sy termasuk cuek dan pemarah bgt, kadang suka marah2 ga jelas krn kerjaan kantor, kdang suka nangis klo mlm, tp tetep bersyukur, ga mau nangis2 trs, bljr kuat, sabar dan terbuka disaat moment yg tepat walaupun kadang dia ga terima keterbukaanku, yg ada sy di marahin padahal sy sudah halus bgt cara ngmgny... hanya bisa berdoa atas sifat suami sy. :")

    ReplyDelete
  52. Sangat bermanfaat tulisannya, Mbak. Saya terinspirasi sekali dengan laman Mbak. Berbagi nasehat dan kebaikan. MasyaAllah..

    ReplyDelete
  53. Semoga mereka yang sedang dalam masalah seperti ini cepet kelar semua masalahnya...

    ReplyDelete
  54. pahami para suami,ada 3 macam air mata istri yang mengalir:
    -air mata kebahagiaan krn bersuamikan anda maka sbg suami ,malaikat mencatat pahala
    -air mata kesedihan krn istri teraniaya lahir bathin krn suami,malaikat mencatat dosa suami dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak
    -air mata penyesalan, krn istri selingkuh,berbuat salah dan menyesal,atau hal lainnya,jika menyangkut hubungan haram,nasehati dulu,berdoalah minta agar ada hidayahNya untuknya, jangan aniaya fisiknya,itu akan jadi dosa suami,dan hukuman untuknya mutlak hakNya,jika ia melanjutkan perbuatan itu,tanyailah:"akan kita akhiri saja hubungan kita ini?" jika ia tetap nekat berdoalah padaNya minta azabNya bagi dirinya,akhiri ikatan.

    ReplyDelete
  55. Dear mbak ida yg baik..bagaimana cara menghadapi suami yg suka cuek dengan urusan rumah tangga dan pengasuhan anak, serta selalu ingin dilayani (mulai dari hal2 kecil)? kurang sabar dalam mendidik anak sehingga tidak jarang keluar kata2 kasar atau main tangan padahal anak masih under 3y (meskipun tdk sampai menyakiti fisik anak).sy tidak pernah berani menceritakan ini kpd orang lain tetapi sy sangat membutuhkan solusi. Sudah sering mengajak suami berdiskusi mulai dengan kata2 lembut sampai pernah dengan menangis. Namun suami selalu mengulanginya kembali.Terimakasih sblmny mbak..

    ReplyDelete
  56. saya sudah mau 6 tahun berumah tangga punya anak satu. waktu kelahiran anakku pas di waktu dan tanggal pernikahan.. subhanallah... tapi ditahun kelima pas diwaktu membahagiakan semua hancur karena perselingkuhan suamiku dengan pegawainya. sangat kecewa, bahkan di akhir 2015 kami menjalani sidang pertama perceraian yang di gugat olehku. aku menggugat karena aku tidak kuat, suamiku sudah serumah dengan wanita itu, padahal wanita itu sudah bersuami, dan yang paling mengganggu dia mengancam mau membunuhku dan menculik anakku. padahal anak sakitpun dia tak peduli atau menengok. tapi entah ada angin apa, dia kembali padaku. dan aku terima tanpa tau alasannya. sudah 6 bulan kami bersama, selalu ada pertengkaran. aku merasa bersalah tidak bisa menjaga sikapku yang sulit untuk percaya lagi, karena telah dibohongi, disakiti, dkhianati. tapi dalam perjalananku selama 6 bulan ini, aku sering menangis oleh nya dan dia tak peduli, dan dia pun sikapnya tambah seenaknya. kalo dalam bahasa sunda "daek heug heuteu kajeun". ada yang bisa memberi pencerahan untukku dalam masalah ini? nuhun.

    ReplyDelete
  57. Assalamu'alaikum...saya sering mengalami mbak hal sperti itu...sy sudah memenuhi kwjiban sbg istri..sy sring tdk mndapatkan appreciate dr suami

    ReplyDelete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Aku sering melakukan itu bu. Terkadang aku selalu memandangi suami ku yg sdg terlelap tidur sampai menetes air mata krn beliau begitu lelah nya bekerja. Bekerja nya beliau tdk mengingat waktu. Aktivitas suami ku sbg sutradara dan penyelenggara event. Banyak yg hrs beliau pikirkan. Walaupun terkadang ada rasa cemburu ketika suami ku chat dgn perempuan lain. Memang tujuan chat nya beliau untuk mencari rezeki dgn cara melobby org tsb agar ikut bekerjasama dlm kegiatan nya. Tp terkadang suka ada rasa khawatir krn sbg seorang istri. Walaupun begitu, aku tetap harus menjaga kehormatan ku kpd siapa pun.

    ReplyDelete
  60. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  61. Mbak ida aku adalah istri yang jarang sekali menangis di depan suami sesulit apapun, selama ini suamiku tak pernah menghargai apapun yang aku lakukan, semua salah dimata suamiku. Padahal aku sudah berusaha sebaik2nya untuk mengurusnya. Bahkan sambil mencari nafkah untuk mencukupi segala kebutuhan untuk membantu suami. Tapi itupun selalu saja salah. Aku sudah gak tahu lagi harus bagaimana, apa yang bisa bikin suami sedikit saja menghargai jerih payahku. Ketita sekarang sakit aku sudah berusaha mencukupi dan mengurus semua kebutuhannya, tapi tetap tidak terima dan selalu mengancam untuk pulang kampung biar di urus sama budhe dan keponakannya. Apa kata orang nanti mbak, mereka pikir mau sehatnya gak mau sakitnya. Padahal gak sedikitpun ada keberatan dariku. Kebetulan suami banyak pantangan makan dan juga rewel masalah makanan karena apapun yg aku masakan isinya gak pernah benar dimatanya. Kadangan aku berpikir, haruskah nanti suatu waktu ketika aku terbujur kaku sudah tidak bernyawa baru dia menghargai apa yang aku lakukan. Cuman selama ini jarang banget aku menangis karena selama ini hidup sudah menempaku menjadi orang yg kuat. Tapi ada kalanya walau gak nangis tapi hati ini sakit juga. Cacian, makian sudah biasa aku dapatkan. Padahal kalau dipikir2 apapun kebutuhannya sudah aku penuhi. Kadangan telat balas bbm aja karena memang tidak tahu kalau ada bbm dari dia udah cacian dan makian yang aku dapatkan.

    ReplyDelete
  62. Mbak ida aku adalah istri yang jarang sekali menangis di depan suami sesulit apapun, selama ini suamiku tak pernah menghargai apapun yang aku lakukan, semua salah dimata suamiku. Padahal aku sudah berusaha sebaik2nya untuk mengurusnya. Bahkan sambil mencari nafkah untuk mencukupi segala kebutuhan untuk membantu suami. Tapi itupun selalu saja salah. Aku sudah gak tahu lagi harus bagaimana, apa yang bisa bikin suami sedikit saja menghargai jerih payahku. Ketita sekarang sakit aku sudah berusaha mencukupi dan mengurus semua kebutuhannya, tapi tetap tidak terima dan selalu mengancam untuk pulang kampung biar di urus sama budhe dan keponakannya. Apa kata orang nanti mbak, mereka pikir mau sehatnya gak mau sakitnya. Padahal gak sedikitpun ada keberatan dariku. Kebetulan suami banyak pantangan makan dan juga rewel masalah makanan karena apapun yg aku masakan isinya gak pernah benar dimatanya. Kadangan aku berpikir, haruskah nanti suatu waktu ketika aku terbujur kaku sudah tidak bernyawa baru dia menghargai apa yang aku lakukan. Cuman selama ini jarang banget aku menangis karena selama ini hidup sudah menempaku menjadi orang yg kuat. Tapi ada kalanya walau gak nangis tapi hati ini sakit juga. Cacian, makian sudah biasa aku dapatkan. Padahal kalau dipikir2 apapun kebutuhannya sudah aku penuhi. Kadangan telat balas bbm aja karena memang tidak tahu kalau ada bbm dari dia udah cacian dan makian yang aku dapatkan.

    ReplyDelete
  63. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  64. Bagaimana kalau kita juga sdh berterus terang apa maunya kita tp dia masih tidak respon dan menganggap semuanya seperti tiada apa2 berlaku? Pokoknya seperti menganggap emosi itu perkara enteng aja..

    ReplyDelete
  65. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  66. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  67. Indah nya kebersamaan dan keterus terangan walau kadang sangat menyakitkan, tp itu smua sulit ak dapatkan dr suamiku yang sama persis diceritakan diatas , aku sering kali menangis sendiri , sulit bagiku mempercayai suamiku yg acuh dan cuek dan kalo ditanya pasti emosi .

    ReplyDelete