Tuesday, March 11, 2014

Blogger di Lorong Waktu

Berdiri di depan seni instalasi artistik di halaman Museum Nasional membuatku tertegun. Apakah yang hendak disampaikan dalam master piece ini?

Blogger di lorong waktu
" Mungkin itu tsunami.." kata seorang teman.
" Angin puting beliung..." kata yg lain.
" Gak tahu..." sahut yg lain.



Memang kami tak sempat mencari, adakah keterangan di sekitar masterpiece itu. Biasanya ada judul dan tgl peresmiannya. Kucari di google barangkali menemukan, belum juga. Namun aku punya tafsir sendiri yng entah benar atau tidak.

Hangat
Masterpiece keren yang sering jadi back ground foto ini adalah lorong waktu atau time tunnel. Filosofi ini sangat sesuai dengan museum sebagai tempat mengabadikan atau merekam jejak waktu. Di museum kita bisa kembali ke masa prasejarah, atau masa setelahnya, terminal demi terminal. Kita dapat melompat sesuka kita dan menjadi bagian dari sejarah pada masanya.

Sejatinyalah para blogger adalah bagian dari penulis sejarah. Setiap even atau momen pada masa lalu dibaca dari batuan, prasasti atau fosil yang menceritakan kembali situasa masa itu dengan sedikit kosa kata. Kini para penulis, terutama para blogger telah menulis sejarah dengan kekayaan kosa kata dan berbagai gambar penyerta. Menulis dengan sudut pandang pribadi, yang membuat sejarah menjadi utuh dari semua sisi.

Jajaran SB 2014
Maka sungguh tepat menurutku bahwa acara puncak Srikandi Blogger 2014 memilih Auditorium Museum Nasional sebagai ajang bergengsi ini. Semoga para blogger menyadari arti penting kesertaan mereka dalam menuangkan kebenaran sejarah dari berbagai sudat pandang, sehingga berusaha jujur pada diri sendiri dan Yang Maha Kuasa. Ini akan mencegah pemelintiran sejarah seperti banyak terjadi pada masa lalu.

Selamat untuk KEB yang sukses menggelar acara tahunan SB2014. Selamat untuk emak Pungky Febriani yang terpilih menjadi Srikandi tahun ini. Semoga dapat menunaikan amanah dengan baik. Juga para srikandi lain, emak Arin Murtiyarini sebagi SB inspiratif, emak Meti Mediya sebagai SB persahabatan, emak Mugniar SB favorit.

"Keluarga" kata Pungky sang Srikandi 2014
Semua emak blogger jadilah emak yang selalu menuliskan kebaikan dengan penuh cinta dan menyebarkannya di dunia nyata secara konsisten. Mari menyatu di lorong waktu, mewarnai dan memberi arti. Amiin.

Tos untuk always menebar cinta melalui blog
Nih foto-foto saya pinjam dari mak Indah Nuria dan dari web KEB, maksa ijin dan makasih ya.

34 comments:

  1. suka filosofi lorong waktunya...sayang ga sempat ikutan lompat didepan nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi ayoo mak ke sana lagi dan lompaat yak

      Delete
  2. dari beberapa hari yang lalu sempat penasaran,itu yang hittam apa yaaa....unik banget mak
    pernah baca bahwa apa yang kita tulis ya itu namanya sejarah...lupa baca dimana :D

    ReplyDelete
  3. Bu Ida, itu di Museum Nasional mana ya Bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasinya di samping Monas mak....Jalan Merdeka barat

      Delete
  4. Keren mak mirip tsunami memang.
    Seru bingit SB tahun ini, tahun depan ikut lagi ahk 😄

    ReplyDelete
  5. Mak... seneng banget aku mengikuti cerita emak2 dan juga foto2nya
    Semuanya menunjukkan kebahagiaan, kekeluargaan dan kehangatan
    Semoga kita dapat bertemu suatu saat nanti ya?

    BTW sekarang tampilan blognya (terutama header) cantikkkk banget.
    Judul sudah terlihat dan huruf sudah "pas"
    Mak Ida gerak cepat juga memperbaiki tampilan blog ini ya?
    Saluutt

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak...namanya juga pengin belajar hihi biar berbaginya makin manis. makasih mak reni

      Delete
  6. sebenernya kemarin pengen ikut.... tapi harus ke Madiun T_T
    rame ya mak Ida

    ReplyDelete
    Replies
    1. puk puk semoga bisa jumpa lain kali ya

      Delete
  7. Woowww,,bener bener ngangenin yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak Meti kalau aku ke bandung ketemuan ya...

      Delete
  8. Mak Ida, sesaat kebersamaa kita juga menjadi sejarah. Walau sebatas pada sepotong kenangan dalam memori, akan saya simpan dalam hati. Senang bisa mengenal Mak Ida.

    ReplyDelete
    Replies
    1. senang mak Icha...juga ceritanya tentang kesebelasan putri...

      Delete
  9. Senengnyaaaa bisa ketemu mak Ida di acara SB2014
    selalu terbayang senyumnyaa yang menawaan :)

    Tunggu aku ke Yogya yaa kopdaar lagiih

    ReplyDelete
  10. Blogger penulis sejarah..
    Saya suka dengan statemen ini.. :)

    Salam..

    ReplyDelete
  11. Ah, menyesal tidak ikutan foto-foto di sana :(
    Nice posting, suka dengan perumpamaan lorong waktunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak Injul...kan panitia bisa rame2 balik ke sono n melompat yup jebret!

      Delete
  12. Hwaaa gigit jari baca postingan ini... semoga tahun depan bisa ambil peran

    ReplyDelete
  13. Iya akupun penasaran mak sama benda ituuh, apaan yaa. Thaun depan kalo ada SB lagi aku ikutan nginep kalibata ya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip aku biar belajar menejemen keuangan

      Delete
  14. Pertama kali ke sana, saya juga bingung dengan bentuknya.. kira-kira apa ya maksudnya?

    ReplyDelete
  15. aku kok selalu tersentuh ya kalo mbaca tulisan Mak Ida :)

    ReplyDelete
  16. Wow, filosofi lorong waktu & kita sebagai perekam sejarah-nya keren. Lihat foto2 & baca2 ceritanya seru banget... Kapan2 aku ikutan... :D

    ReplyDelete