Wednesday, March 5, 2014

BUAH UNTUK SIAPA SAJA


Sekarang mulai musim mangga. Ibu Ratna, bu guru depan rumahku, buah mangganya sudah bertahun-tahun selalu berbuah lebat. Yang unik adalah, setiap kali mulai berbuah, ia sediakan galah.

“Mang
ga ini sudah saya ikrarkan untuk siapa saja yang ngersakke (mau) bu...” begitu jelasnya padaku.

“Monggo kalau bu Ida ngersakke, langsung petik sendiri saja berapapun...itu sudah saya sediakan galahnya....”
Pada kenyataannya, ada saja anak-anak dan orang dewasa yang berkerumun memetik buahnya.

Tentang galah ini, beliau sampaikan bahwa jika tidak disediakan galah, anak-anak akan melempari pohon mangga, acapkali batunya mengenai dan memecahkan genting rumahnya......maka disediakanlah galah.
Kadang galahnyanya pun hilang, maka dia sediakan galah yang baru.
Sungguh kedermawanannya semoga mendapat ganti yang lebih banyak....dan memang terbukti pohon mangganya selalu berbuah lebat.


Kuingat cerita seorang tetangga yang lain, kebetulan punya pohon pepaya di belakang rumahnya. Karena sering dicuri buahnya, ia jengkel dan memilih untuk menebangnya.
Rupanya ia bukannya tidak rela memberikan pepayanya, namun ia tidak suka dengan perilaku buruk mencuri.

Kubayangkan kalau aku jadi dia, akan kutulisi dekat pohon pepayanya, “
Silahkan ambil pepaya gratis...”
Hmmm lain kepala lain pemikiran ya....

Bicara buah, pengalaman ibu Luluk yang tidak kalah dermawan. Memiliki dua pohon rambutan, yang satu rambutan ace biasa, yang satu rambutan klengkeng. Setiap kali muslin buah rambutan, selalu saja aku kebagian. Jauh-jauh beliau akan mengantarkan ke rumahku hasil panennya.
Pada suatu ketika, ia mengirim rambutan dengan pengantar ucapan maaf.

“Maaf ya mbak, tahun ini yang kukirim rambutan biasa, karena rambutan klengkengku nyaris tidak berbuah....”

“O ya gak apa bu, terimakasih. Tetapi kenapa ya rambutan klengkengnya tidak berbuah...?”

“Ceritanya begini, setiap tahun, rambutan ace biasa ini aku bagikan pada semua tetangga. Trus rambutan klengkeng itu dieman-eman, hanya dimakan keluarga sendiri dan sebagian kubagikan pada kerabat dekat.Bahkan kalau banyak kadang aku jual. Nah lama-lama kok berkurang buahnya, jadi kupikir pasti gara-gara tidak kusedekahkan....Insya Allah mulai tahun depan, rambutan dua pohon itu semuanya hanya akan kubagikan....” Begitu tuturnya. 

Subhanallah tahun berikutnya memang kedua buah rambutan itu selalu berbuah lebat.

Tentu saja aku ikut senang...karena mendapat bagian juga.

Jika anda punya pohon buah...kira-kira memilih menjadi yang mana ya....?
Semoga ingat untuk mengirimi saya....:D


16 comments:

  1. Pernah denger kalau buah dibagiin tetangga berbuahnya malah lebat e ternyata benar ya

    ReplyDelete
  2. Kalau saya punya buah, insyaAllah dari wonosobo saya paketkan langsung ke Bantul Mak hehe..
    keajaiban berbagi ya Mak. Thanks untuk sharingnya :*

    ReplyDelete
  3. Tapi bener, kok mak..
    mungkin doa2 dr yg dikasih buah2 itu jg, ya..setiap diberi, pasti kita selalu mendoakan..
    terima kasih, semoga buahnya semakin lebat..hehe

    ReplyDelete
  4. Ya Allah mak itu pohonnya... Smp ke tutup buah semua... Sedaaappp?!!
    Ma2 ku jg gtu mak, kl pohonnya berbuah semua tetangga kebagian n bukan nya berkurang malah makin makin byk buahnya. Subhanallah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. subhanallah ayoo kita meniru kebaikan orang tua kita

      Delete
  5. insya Allah buahnya bagi2 tetangga atau siapa aja yg minta...
    tetangga2 begitu juga mak, saling kirim2an buah2an hasil pohon sendiri

    salam kenal ya mak

    ReplyDelete
  6. muehehe.. itu kenapa fotonya buah kepel yak hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya buah kepel, malah gak ada dalam ceritanya

      Delete
  7. kayak buah sirsak di halaman depan rumah orang tua saya bu... bahasa lebaynya sekali panen "tetangga sekelurahan" ngerasain manisnya sirsak punya ibuku hehe......

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah semoga sampai ke rumah saya buah sirsaknya

      Delete
  8. bermanfaat banget mak postingannya, sekaligus ilmu bersedekah,,wah terimakasih,,,bertambah 1 ilmu sedekahku,,,makasih ya mak,,,semoga aku bisa meniru seperti itu juga..

    ReplyDelete