Sunday, March 30, 2014

Patriotku, Alhamdulillah Banyak Sekali


Kemarin saya baru tahu ada syukuran mak Prit Api Kecil dengan Sang patriot. Sepanjang malam saya mencoba memeras otak, siapakah sosok patriot dalam kehidupanku? Eh enggak sepanjang malam juga sih, kan pakai acara tidur.

Nah karena mak Prit tidak mengharuskan sosok patriot itu seperti makna kamus, maka saya pun akan mengungkap patriot yang sangat subyektif, dalam kehidupan saya. Ternyata ketika membuat daftar...lho kok banyak...tetapi saya pilih 3 orang saja yang betul-betul berkorelasi dengan kehidupanku saat ini.




Yang pertama adalah Nabiku idolaku...
Lah kayak judul buku ya. Tapi memang iya, saya sungguh mengidolakan nabi Muhammad SAW. Lelaki yang ketika menyebut namanya kadang membuatku berurai air mata kerinduan. Itulah satu-satunya lelaki bukan mahramku, yang kucintai.

“Rindu kami padamu ya rasul..
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu ya rasul
Terasa dikau di sini...”

Penggalan lagu Bimbo dengan suaranya yang mendayu sering memancing kerinduanku yang dalam. Mengaduk-aduk hatiku...ah Bimbo memang oke.

Berabad memang jarak kehidupan mulianya dengan saat ini, namun karena sering membaca sosok dan kemuliaannya, membuat aku merasa dekat dan mengenalinya. Membaca hadisnya menjadi inspirasi, pendorong dan penghibur dalam situasi apapun.

Gambar dari sini

Misal hadis penuh hikmah yang ini:

“Ajaban li amril mu’min, inna amrahu kullahu lahu khairun. Walaisa dzalika li ahadin illa lil mu’min.
In ashabat-hu sarraa-u syakara fakaanat khairan lahu  Wa in ashabat-hu dharra-u shabara fakaanat khairan lahu ” (HR Muslim dari Ibnu Sinan).

“How wonderful is the affair of the believer, for his affairs are all good, and this applies to no one but the believer. If something good happens to him, he is thankful for it and that is good for him. If something bad happens to him, he bears it with patience and that is good for him.” (Narrated by Muslim, 2999).

Artinya:
Sungguh ajaib dalam urusan orang mukmin!
Sesungguhnya setiap urusannya baginya ada kebaikan dan perkara ini tidak berlaku melainkan kepada orang mukmin.
Sekiranya dia diberi dengan sesuatu yang menggembirakan lalu dia bersyukur maka kebaikan baginya.
Dan sekiranya apabila dia ditimpa kesusahan lalu dia bersabar maka kebaikan baginya.

Saat keberlimpahan dan keberkahan serasa menjadi milikku, maka Beliau SAW mengingatkanku untuk bersyukur. Dan saat saya merasahan kesusahan maka beliau mengajarkan untuk bersabar, dan semua itulah kebaikan bagi seorang yang beriman.

Duh dimana lagi menemukan manusia paripurna yang memberi contoh kebaikan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Contoh kebaikan dari bangun tidur hingga tidur lagi. Contoh kebaikan sebagai seorang hamba Allah, seorang suami, seorang ayah, seorang anggota masyarakat, seorang pemimpin dan seorang anak.

Allah karuniakan keampunan bagi kesalahannya dan jaminan syurga, namun beliau terus beribadah sebagai bentuk syukurnya atas karunia itu. Maka wajarlah jika  Aisyah menyebut akhlaqnya adalah adalah Al-Qur’an.

Mengapa saya Ge eR menyebut beliau SAW sebagai patriotku?
Yah memang jika saya sedang tersungkur, saya selalu mengingat nasehatnya yang penuh hikmah, jika saya lelah, saya mencari kekuatan dari Al-Quran yang pernah mengalir dari lisan beliau dan tak lepas saya mengharap di surga kelak dapat melihat elok rupawan parasnya yang konon bak rembulan. 

Menuntaskan kerinduan itu, kulantunkan shalawat dan salam untuknya senantiasa: Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad Ya Robbi shalli ‘ala liwasalim....
Semoga kelak mendapatkan syafaatnya, amin.

Patriotku yang kedua adalah ibuku.
Ibuku adalah sosok perempuan yang telah makan berbagai asam garam kehidupan. Dari kecil seorang derita tak henti menimpanya, namun Allah panjangkan usia yang penuh berkah hingga kini masih tinggal bersamaku. Ibu membersamai kehidupanku semenjak bapak meninggal karena kanker mesenterium yang dideritanya setelah pensiun kerja.

Sepeninggal bapak, ibu memilih tinggal bersamaku, untuk dapat sedikit melupakan kenangannya dengan bapak dan memulai kehidupan yang nyata. Maksudku jika terus tinggal di rumah dan kesepian, ibu selalu teringat bapak dan ibu menjadi sedih. Dengan menunggui anak cucu, ibu disibukkan dan terhibur dengan anak-anakku.

Tentang ibuku, pernah kuceritakan dalam kado hari ibu: Cinta ibuku sepanjang hayat. 

Senyum ibuku yang kutunggu
Tak ada yang kuinginkan selain senyum ibuku saat bangun tidur, saat menyambutku pulang dari kerja dan pulang dari mengisi acara di luar kota. Ibukulah salah satu yang membuatku ingin segera pulang, karena aku tak ingin beliau memikul beban tanggung jawab mengelola rumahku terlalu lama.

Keinginan membahagiakan ibu, membuatku bekerja keras bahkan lembur-lembur agar aku bisa menabung untuk menghadiahkan kesempatan ibadah haji yang menjadi salah satu keinginan yang belum tercapai. Memang saya pernah mendampingi beliau berumrah, namun ibu masih ingin kembali ke tanah suci untuk berhaji.

Kakakku, Ibuku dan Aku

Rasanya tak mungkin saya membalas budinya, dengan semua air susu yang pernah kureguk darinya, semua keringat darah dan air mata yang beliau berikan untukku. Dan doa-doa yang tak pernah putus untuk kebaikan keluargaku dan anak-anaknya seluruhnya. Aku hanya bisa berdoa:
“Ya Allah jangan lagi aku mengecewakannya. Jadikan ibuku ridho dan gembira dengan apa yang kukatakan dan kulakukan”

Kucium tangan ibuku minimal sehari 5 kali sebagai tanda baktiku, semoga Allah memasukkanku dalam golongan anak sholihah yang berbakti. Amin.

Yang ketiga, siapakah...?  Suamiku!
Suamiku adalah cintaku, inspirasiku dan kebanggaanku. Dengannya aku merasa utuh, terjaga dan terlindungi. Jika jauh, kurindukan selalu SMS atau teleponnya. Jika di jogja, aku selalu menanti deru mobil atau motornya. Ah telah banyak kutulis tentang dirinya dalam judul: Lelaki yang selalu memberi lebih. 

Mengingatnya pun membuatku bahagia

Suamiku tak pernah bosan memotivasi aku untuk menulis dan terus berkarya. Namun saat komputer dan laptop terlalu menyita waktuku, iapun cemburu dan mengingatkanku. Duuh bangga loh dicemburui suami...itu adalah bukti cintanya padaku.

Mengingatnya membuatku ingin bersegera pulang dan mengurus anak-anak kami. Jika buntu dengan banyak persoalan aku meneleponnya, jika butuh pelepas sesak dada, ia berikan bahunya untukku menumpahkan air mata. Kadang ia romantis dan membuatku melambung-lambung. Kadang tegas menjagaku dari ketergelinciran. Tengoklah puisinya yang telah membuatku mewek.

Aku bersyukur berjodoh dengannya di dunia dan selalu berdoa agar kami dikumpulkan di surgaNya kelak. Kuucapkan banyak terimakasih pada ibu mertuaku yang telah mengirim seorang patriot dalam kehidupanku melalui tulisan: Mertua.

Yaah itulah tulisan kebut semalam tentang sang patriot dalam kehidupanku. Terimakasih kepada mak Prit yang telah menyelenggarakan GA. Semoga deh namaku nyangkut diantara peserta yang beruntung. Karena akupun mupeng dengan novel Sang Patriot.

Mupeng Novel Keren

Tulisan ini disertakan dalam GA:

22 comments:

  1. So Sweet .... Senengnya dicemburuin #eeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi mak Efi...kangen dengan dirimu...

      Delete
  2. Patriot Mak Ida kereeen kereeen.... semoga menang deh..

    ReplyDelete
  3. Patriot memang bukanlah sederetan pahlawan yang telah mengharumkan bangsa....siapa saja yang menginspirasi kita, membuat kita bangkit, bersemangat dan sanggup melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, itulah patriot kita.
    Sukses untuk GA-nya ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuup bener bangets mak, makasih ya sudah berkunjung.

      Delete
  4. Salam kenal Bu IDa... aku meneteskan air mata membaca postingan ini... :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi yang menulis juga sambil terharuuu

      Delete
  5. Patriot ada di mana-mana ya Mbak.. termasuk Anda sendiri

    matur nuwun sudah turut menyemarakkan Tasyakuran Sang Patriot mbak Ida

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kang Lozz...mupeng novelnya hehe. kang lozz juga patriot bagi banyak blogger.

      Delete
  6. Mbak Ida jug aseorang patriot juga loh

    ReplyDelete
  7. kereen, Mak! btw, sukses untuk GA nya ya...
    oiya, maaf banget, mak belum sempat ikutan GA mu. pas itu gak keburu, dan modem error...:( repot juga dengan krucils. padahal dah punya ide, tinggal ditulis. nex GA ya mak, insya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih doanya...siap mak nanti kucolek-colek dirimu.

      Delete
  8. hiks,,pengen nangis,,keren banget mak,,,sukses mak GA nya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih maak amin doanya...tuh kang lozz amin juga dong

      Delete