Wednesday, May 14, 2014

I Am Ok. Every Thing is Ok.




Entah mengapa akhir-akhir ini saya banyak melihat orang-orang yang berada pada situasi yang sulit.

Misal seorang teman yang mengidap kanker payudara, sedang dalam terapi justru hamil. Jadi dia harus memilih untuk melanjutkan terapi kanker atau mempertahankan kehamilan dan menghentikan terapinya dulu. Berat ya. 

Ibu Mertuaku sakit

Ada lagi teman yang punya banyak putra dan tetap memilih tidak punya pembantu demi menjaga hati ibundanya. Kalau punya pembantu sering tidak cocok dengan ibundanya.

So, teman ini jumpalitan mengurus 6 anak, yang sulung baru kelas 6 SD, dan beliau dalam keadaan hamil. Pilihan yang tidak mudah bagi orang lain. Tapi baginya mudah memilih sebagai anak yang berbakti. Menjalaninya yang berat...

Kadang situasi sulitnya bukan dalam dua pilihan. Tapi keadaan yang berat untuk diperbaiki.

Misal, salah satu karyawan saya yang istrinya juga mengidap kanker. Sudah terapi sekian lama hingga ke Jakarta dan entah menghabiskan uang berapa. Selama sepuluh tahun terakhir pejuangannya kadang menunjukkan kemajuan yang baik.

Akhir-akhir ini kondisinya memberat dan dokter angkat tangan. Pada awalnya karyawan saya ini terpukul mengetahui vonis dokter. Istrinya tidak diberitahu situasi sulit itu hingga kini. Herannya ia sekarang sudah bisa menerima keadaan, buktinya hari Ahad kemarin malah pergi bersepeda santai dengan rombongan kampung....

Pekan kemarin saya juga menengok ibunda teman yang opname karena struk. Ibundanya telah bercerai dengan bapaknya, hidup sendirian saja. Setelah masuk rumah sakit, teman saya ini bergantian dengan kakaknya menunggui. Padahal teman ini juga punya pasien yang berat dua orang di rumahnya. Ayahnya yang sakit tua dan anaknya juga sakit.

Sebagai seorang PNS, pagi ia masuk kerja, siang hingga maghrib menunggui ibunya dan malam baru pulang mengurus pasiennya yang di rumah. Luar biasa ya pengorbanannya.

Menyaksikan orang tua yang sakit tak berdaya, sungguh selalu kudoakan untuk mereka diringankan penderitaannya. Dan aku berdoa agar dipanjangkan umurku dalam kesehatan dan keberkahan, amiin.

Kukira kesulitanku tak ada apa-apa dibandingkan dengan contoh di atas.

Dua hari yang lalu tenaga pocokan embak yang biasa membantu di rumah menyatakan rehat untuk sementara. Alasannya anaknya rewel, memang usianya baru 4 tahun, dan menganggu saat ia bekerja.

Yah aku melihat sendiri bagaimana anak ini setiap hari ikut mamaknya bekerja di rumahku. Kadang memberantakin mainan Revo dan mamaknya jadi marah-marah. Ibuku jadi juga marah karena ulah si kecil ini.

Pernah saya sedang live siaran di sebuah radio, sengaja saya pilih jam semua anakku sekolah, jam 08.00-10.00 pagi. Eh si anak kecil ini malah nangis teriak-teriak bertengkar juga dengan mamaknya karena ia memberantakkan sampah yang sudah dikumpulin mamaknya...hadeuh.

Terlalu banyak ulahnya untuk diceritakan. Singkat cerita pembantuku merasa tidak enak hati atas semua kerewelan dan meminta istirahat sampai si anak sekolah, nanti bulan Juli, dan dia akan kembali bekerja.

Bagaimana jawabanku?
Ya , kukira ini adalah jawaban doa-doaku saat ada masalah. Aku hanya mohon solusi dari Allah dan yakin pasti ada jalannya. Mungkin ini salah satu jalan itu.
Hanya saja...tentu kami menjadi lebih capek...

Situasi darurat ini saya sampaikan dalam rapat keluarga informal dengan anak-anak. Kesimpulan sementara semua terlibat dalam urusan rumah tangga. Saya tetap memasak. Si sulung mencuci dan menyeterika seragam adiknya. Seterikaan bapaknya dilondrikan saja. Ada yang sanggup menyapu lantai, ada yang mencuci perkakas dapur. Menyapu halaman belakang dll. Sungguh setiap hal ada sisi baiknya karena anak-anak menjadi lebih bertanggungjawab.

Sementara ini berjalan baik karena alhamdulillah si nomer 1, 3 dan 4 sudah agak longgar tidak ujian.
Btw saya masih gamang membayangkan jika saya tinggal ke luar kota selama beberapa hari. Dalam waktu dekat saya harus ke Cilacap, lalu ke Bandung...
Hmm saya tetap mencari pengganti sementara si embak dan terus bertawakal saja kepada Allah. Semoga situasi ini segera membaik.

Hidup hanya lingkaran dari kegembiraan, kesedihan, kelapangan dan kesempitan. Setiap situasi akan membawa dampak. Positif atau negatif, tergantung bagaimana kita mensikapinya.

Ingat saja pesan Rasulullah yang dinyanyikan oleh tim nasyid Arraihan dari negeri Jiran. Manfaatkan 5 kesempatan sebelum datang 5 hal....

Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara:
Sehat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Lapang sebelum sempit
Kaya sebelum miskin
Hidup sebelum mati.

Jika kita sedang dalam kesulitan maka mari memiliki 3 sikap mental yang akan mengentaskan kita.

Pertama, positif thinking. Bahwa setelah kesulitan ada kemudahan. Bahkan Allah sediakan dua kemudahan untuk satu kesulitan yang sama.
Jadi katakan saja I am ok. So, every thing is ok.

Kedua, positif acting. Teruslah berusaha.Teruslah berbuat baik. Jangan pernah berhenti. Karena itu yang akan mengangkat roda hingga kita berada di atas.

Ketiga positif hoping. Berharaplah hanya pada Allah. Bermohonlah jalan keluar pada Allah dengan doa dan ketaqwaan. Insya Allah akan ada jalan keluar terbaik. Kita hanya perlu bersabar, dan bertawakal.

Hmm apakah anda dapat mengambil pelajaran dari curhatan ini?

12 comments:

  1. aduh... ceritanya bikin aku gakuat senam di atas keyped u,u *ambiltisu*

    postingannya bikin hidup tambah semangat. kata bang Bondan "Coz everything gonna be OK" :)

    ReplyDelete
  2. Betul mbak, setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan, habis gelap terbitlah terang. ia gak? :)

    ReplyDelete
  3. Begitulah Mak, setiap hidup itu adalah pilihan...
    Untuk situasi keluarga Mak yg sekarang, InsyaAllah akan berjalan baik2 saja... :) dulupun saya dan adik2 bahu membahu untuk urusan "pekerjaan rumah".. alhamdulillah sekarang kami tidak canggung untuk memegang apapun pekerjaan rumah itu.. lagi kalau anak nanti ngekos ini sangat membantu mereka untuk mandiri, kerja keras, ga mudah putus asa, kreatif, dan berhemat... :)

    ReplyDelete
  4. bener, mak. hidup hanya pergiliran kesempatan yang pastinya berbeda pada setiap orang. kadang pas kena musibah, kadang pas dapet kebahagiaan. semoga selalu mendapat jawaban dari masalah2 yang ada ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin, semoga ila juga selalu bertemu jalan keluar menghadapi kehidupan.

      Delete
  5. Gak mau ngebayangin riweuuhnya. Hihihi. Tetap bepikir positif supaya biaa menikmati kesemua aktivitas ya, Bu.

    Semoga cpet dapat rewang, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. idah...gak usah dibayangin...sini bantuin sajah...

      Delete
  6. Mbak Ida, tulisannya mengingatkan saya , pernah mengalami rewang yg tiba-tiba minta keluar, tapi banyak hikmah di belakangnya ...dinikmati aja hiii hiii


    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, semoga ketemu rewang yang jodo ya...

      Delete