Sunday, October 26, 2014

Lelucon yang Meretakkan Keluarga

Kemarin saat menanti penerbangan ke Gorontalo, kami singgah di warung makan langganan kami, di Jogja.
Sebenarnya lebih tepat langganan suamiku, karena beliau yang sering bepergian.
"Kok berdua pak Ustadz? Biasanya sendirian?" Sapa seorang pelayan berbasa-basi.
Kami menjawab seperlunya.
Setelah pelayan itu berlalu, kami berbincang tentang sapaan tersebut.
"Wah dia panggil aku ustadz..." kata suamiku.
"Iya, tahu dari mana ya..."
"Btw kemarin dapat cerita.seorang
dosen, pejabat di kampus, dia sering bepergian. Dan punya tempat langganan makan. Saking seringnya sampai pelayan hafal dan akrab"
Aku masih menanti kelanjutan cerita suamiku dan menebak arahnya.
"Suatu ketika ia mampir bersama istrinya. Pelayan menyapanya: 'Kok yang dibawa ganti pak?' Trus istrinya marah. Istrinya curiga dan itu jadi persoalan mereka hingga kini belum selesai...."


"Sebenarnya bagaimana?" Tentu saja saya penasaran.
"Pelayan itu hanya bercanda, betul-betul bercanda....istrinya enggak bisa diyakinkan..."
Hmmm apa iya memang segitunya? Apakah mungkin jika belum ada story kesalahan suami sebelumnya?
Atau sang istri memang paranoid?
Tapi candaan seperti itu memang keterlaluan. Kepada orang yang baru dikenal, apalagi.
Berbasa-basi tetaplah harus sopan dan menghindari kebohongan, walau sekedar candaan. Buktinya tadi candaan yang tidak pada tempatnya bisa meretakkan rumah tangga.
Saya belum tahu kisah selanjutnya dari pasangan yang kurang beruntung itu.
Tapi jadi merenung juga, jika saya yang mendapat candaan itu, apakah benar saya akan bisa mengabaikan begitu saja?
Haha.

29 comments:

  1. Lisan memang sangat bahaya. memang susah menjaga lisan, tapi lebih susah lagi menanggung akibatnya..

    ngomong2, ngapain ke Gorontalo bunda?

    saya asli gorontalo.. tapi lagi kuliah di Jakarta.

    Gimana pendapat bunda tentang Gorontalo? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Acara milad yayasan alishlah. Kami ada seminar. Gorontalo panas tapi irangnya ramah-ramah

      Delete
    2. gorontalo cuma ada dua musim, musim panas dan panas sekasi, hehe

      semoga acaranya sukses. Saya tahu yayasan itu. tapi bemum pernah mampir ke sana..

      Delete
  2. kalau saya rasanya gak akan mengabaikan begitu aja, Mak. Walopun masih ada rasa percaya kalau suami kita gak akan berbuat yang aneh2. Tapi, dengan tidak mengabaikan buat saya semacam menunjukkan kalau saya juga harus tetap menyelipkan rasa waspada. Ya, namanya juga manusia. Bisa jadi suatu saat 'kepleset' kalau lagi khilaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak Myra, emang suami kita harus kita jaga jangan sampai terpeleset

      Delete
  3. Mulut mu harimau mu. Sekedar untuk candaanpun Rosulullah tidak pernah berbohong, itu yang harus kita jadikan teladan ya Mak Ida

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget mak indah. apalagi pada orang yang belum akrab, potensi salah fahamnya besar

      Delete
  4. Kadang bercanda juga harus melihat sikon, ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, selalu lihat sikon dan siapanya.

      Delete
  5. bahaya. guyon yg nggak perlu. satu lg pelajaran ya mak, bhwa kita jg jangan trll dekat dg org lain selain keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah begitu ya mak, jangan dekat-dekat oke

      Delete
  6. kadang apa yang kita maksud, tidak sama dengan yang di terima mak....jadi emangkudu hati2 kalo becanda...liat2 yang diajak becanda juga....

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuul mak Enci. perfikir sblum bertindak ya

      Delete
  7. Kalau aku dibercandai gitu ya juga curiga sih

    ReplyDelete
  8. Ngeri ah kalau becanda yang menyangkut rumah tangga orang. Apalagi kalau istrinya sensitif atau pencemburu, bisa panjang urusannya, hehehe

    ReplyDelete
  9. berarti harus hati-hati juga ya mbak, kalau mau menyapa jangan sampai membuat masalah untuk keluara. TErima kasih sudah diingatkan

    ReplyDelete
  10. waduh... saya gak tau juga nih, kalau bercandaan seperti itu menimpa saya, bisa jadi saya langsung pergi tanpa mau mendengar alasannya... padahal saya juga sering bercanda ke orang lain

    terima kasih sudah diingatkan, mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah jangan ditinggal suaminya mak...entar diambil sama pelayannya...

      Delete
  11. Wah...lg ke gorontalo ya bu, itu kampung saya. Sekedar tau aja org gorontalo suka becanda istilah org sana " baku sedu" :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. "baku sedu" waah istilah baru nih....salam kenal orang Gorontalo

      Delete
  12. tetap tidak bisa dibenarkan meskipun niatannya cuma bercanda dalam kebohongan
    apalagi menyangkut rumah tangga
    bukan tidak mungkin seorang istri pasti merasa suaminya mengkhianatinya saat mendengar candaan itu
    dan banyak juga yang ujung2nya keretakan terjadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget. rumah tangga orang jangan sampai dijadikan bahan candaan

      Delete
  13. kalo thdp yg baru kenal, memang mgkn keterlaluan ya mba, tapi jika memang kita percaya pada suami, utk apa diambil hati?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Santi type yang percaya suami...alhamdulillah suaminya setia...

      Delete