Wednesday, November 26, 2014

Rampok

"Bapak ini siapa?" Tanya ibuku yang kaget terjaga dari tidur. Seorang lelaki tinggi besar telah berdiri di samping tempat tidur ibu. jam 01.00 dini hari.
Wajahnya tak jelas, tertutup skebo. Lampu kamar dimatikan dan lelaki asing itu membawa senter kecil yang diarahkan ke wajah ibu.

"Ssstt diam saja.Tidur...ayo tidur lagi. Rumahmu sudah dikepung anak buahku...!" gertaknya dengan berbisik. Ibuku sudah ketakutan. Apalagi mengingat empat cucunya tidur di kamar sebelah tanpa dikunci.
Pencuri itu terus mengancam sambil mencari barang berharga. Ia juga meminta cincin yang dipakai ibu.

Setelah membongkar lemari dan menemukan barang berharga, ia melempar dompet ke arah ibu dan berlalu. Mungkin ia kecewa lantaran tak banyak yang diperolehnya.
"Kalau teriak...cucumu tak bunuh!" gertaknya sambil berlalu.


Ibuku, perempuan tua 69 tahun. Sudah banyak makan asam garam kehidupan, namun baru kali ini berhadapan dengan perampok. Ibu tak sayang hartanya diambil, yang ditakutkan adalah keselamatan anak-anakku.

Berita mushibah itu kudengar saat anakku menelepon di pagi hari jam 04.00 wib setelah adzan shubuh berkumandang. Posisi kami di Manokwari, jadi jam 06.00 waktu setempat.

Saya langsung lemas membayangkan situasi di rumah. Rupanya maling masuk lewat lantai dua dengan membuka teralis jendela.
Hanya dua kamar yg diobok-obok, kamar ibuku dan kamar anakku. Anak-anakku tak terbangun sekalipun pencuri mengacak kamarnya. Naas laptop putriku yang berisi banyak bahan kuliah, ikut raib.

***

Kehilangan ataupun kecurian, kira- kira banyak yang telah mengalami. Dan mungkin inilah giliran kami.
Apakah karena rumah kami tak berpagar?
Entahlah.  Kami instrospeksi diri mungkin agak lengah dalam hal pengamanan rumah.

Faktanya di kampungku dari 180 kk hanya ada 3 rumah yang berpagar rapat. Yang lainnya tidak berpagar atau berpagar seadanya. Yang berpagar pun tak luput kecurian.

Apakah ada hubungannya dengan kebiasaan saya update status dan kegiatan sehingga si maling tahu saya dan suami tak ada di rumah pada malam itu. Sekalipun ada 7 orang di rumah tetapi tanpa lelaki dewasa.

Biasanya menantuku tidur di rumah bila kami bepergian. Kebetulan sudah sepekan anak dan menantuku bertualang ke Karimunjawa.
Tetapi berita beredar kabar bahwa di kawasan Bantul memang sedang rawan pencurian. Tetangga beberapa juga mendapat tamu tak diundang. Bahkan beberapa hari kemudian masih ada yang kehilangan 2 motor di 2 lokasi yang berbeda. Beberapa pekan sebelumnya mobil jazz.

Apakah keadaan hidup yang makin sulit ini membuat ada saja yang gelap mata dan memilih mencuri untuk menyambung hidup?
Entahlah. Karena hingga kini siapa pencurinya belum terkuak juga.polisi dari polsek dan polres sudah datang silih berganti untuk olah tkp.

Esoknya juga ada kabar sepasang suami istri tertangkap mencuri di wilayah tak jauh dari tempat tinggal kami. Si perempuan berpakaian rapi bergaya dari kalangan menengah keatas. Mereka sering mencuri di siang bolong. Modusnya bertamu. Si perempuan mengalihkan perhatian dan si lelaki beraksi.

Sepandai-pandai tupai melompat kan jatuh juga. Pepatah rupanya berlaku dan pasangan pencuri ini tertangkap tangan setelah drama pengejaran yang heboh. Tentu saja kami juga tak bisa memastikan apakah ia pencuri di rumah kami.

Kami hanya menunggu, berdoa dan memperketat pengamanan di rumah. Khawatir kejadian berulang. Sebabnya ada tetangga yang kemalingan dua kali dalam pekan yang sama. Entah pencurinya sama atau beda, belum tahu juga.

Saya miris memikirkan ini. Jika keamanan sebagai kebutuhan dasar telah menjadi barang mahal, apalagi yang murah di negeri ini?

Anda semua hati-hati ya.

Tips: Tambahkan gerendel selain kunci rumah. Periksa semua pintu dan jendela sebelum tidur. Beri lampu penerangan dekat pintu dan jendela yang rawan. O ya kalau tidur, jangan lupa mengunci kamar.
Yang lebih penting selalu berdoalah menitipkan jiwa dan harta pada Allah. Semoga jauh dari kejahatan jin dan manusia. Amiin.

69 comments:

  1. Daerah Bantul... waduh, ngeri mak. Semoga di daerah Sleman baik-baik saja...

    ReplyDelete
  2. Duh, semoga Mak Ida dan keluarga mendapat kembali rejeki yang berlimpah untuk mengganti yang hilang.
    Turut prihatin dan berduka ya, mak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak injul. semua sudah diatur dari sono ya.

      Delete
  3. Masya Allah Bun, saya kira cerpen pas baca awalnya, ternyata beneran. .Alhamdulillah dilindungi Allah..peluk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Peluuk mbak...memang betulan. ibu masih taruma sampai sekarang. makasih simpatinya

      Delete
  4. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. Untuk update2 memang belum tentu juga seperti itu. Malingnya canggih juga kalau mengikuti blog ini atau FB dll. semoga bisa tersentuh akan banyaknya hikmah yang dibacanya ^_^

    Dan yang hilang bisa kembali atau diganti yang lebih baik.

    Di rumah kontrakan, istri juga sempat sedih, beberapa waktu lalu koleksi pot tanaman kesukaannya hilang diambil entah siapa T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduuh ikut prihatin...saya juga suka tanaman....

      Delete
  5. Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun. Miris mendengarnya, Mbak. Semoga tak pernah terjadi lagi dan di pencuri diberi hidayah serta peluang kerja yang lebih baik agar tak perlu mencuri lagi.

    Moga-moga dapat ganti yang lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin makasih mas atas doa dan simpatinya.

      Delete
  6. Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Yang sabar ya, mak. Alhamdulillah maling2 itu nggak sampai nekat. Semiga allah Swt menggantinya dengan berkah melimpah ya mak. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin makasih mak Pon. ujian datang dan pasti ada hikmahnya.

      Delete
  7. Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun.turun prihatin Mak, bikin pagar aja Mak, emang pinter2 penjahat sekarang :'( tips suami kalo udah pake laptop langsung simpan ke tempat yang tersembunyi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya deh dipertimbangkan. kata suamiku: para tetangga juga enggak pakai pagar, kenapa kita harus berpagar. makasih tipsnya.

      Delete
  8. Waktu aku ke Kotagede. mbak Eni juga cerita kalau kompleks sana nggak aman di siang hari, akhirnya dipagar besi semua setinggi rumah. Suasana perumahan jadi tidak nyaman dg pemandangan spt itu. AKu pernah ngontrak tanpa pagar itu aman2 saja kok krn sama tetangga dekat, justru aku kerampokannya di kontrakan yg berpagar yg lupa dikunci. Yg aku nggak habis pikir di tempat mb Ida kan jauh didesa, dimana orang asing gampang ketahuan. Atau justru krn sepi itu ya? Mak jangan lupa mengajarkan anak2 cara membuka gerendel dg cepat & dimana meletakkan kunci jika bahaya justru datang dr dalam. Kalau nggak ada gerendel palang besi juga bisa minta dibikinin di bengkel. Selebihnya semoga Allah melindungi kita semua ya. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak Lusi. kejadiannya jam 2 dini hari. jadi emang sepi.

      Delete
  9. Waduh.... Sabar ya mak...untung ibu dan anak2 gpp :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak. alhamdulillah tak ada yang terluka.

      Delete
  10. iya mak biasanya kita berfikir positif saja...ini teguran Tuhan agar kita bisa instrospeksi diri menjadi lebih baik lagi. Alhamdulillah cuma teguran kecil mak :)

    ReplyDelete
  11. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... alhamdulillah anak2 dan ibu selamat ya bun... semoga tidak pernah terjadi lagi.aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. semoga tak ada kejahatan lagi dan semua emak juga dilindungi amiin

      Delete
  12. Inna lillahi wa inna ilaihir rojiuun... Yang penting ibu dan anak-anak selamat ya,Mbak. Semoga Allah mengganti semua dengan yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  13. ya Allah.. ngeri Mak bacanya. Naudzubillah menimpa saya dan keluarga. Dulu saya pernah teledor lupa mengunci pintu dan alhamdulillah gak ada apa-apa. Lemes juga rasanya kenapa bisa selengah itu saya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak hilda. beberapa kali juga lupa pintu kunci malah nggak kebobolan.

      Delete
  14. Semoga segera mendapat gantinya ya mak.

    Alhamdulilah anak anak tidak kenapa kenapa ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya alhamdulillah. sekarang lagi pada agak takut, jadi tidurnya ngumpul hehe

      Delete
  15. Innaa lillaahi wa innaa ilahi rooji'uin. Kebayang ibu mbak ida tentunya sangat ketakutan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, jangan lupa untuk dzikir pagi petang setiap hari mbak salah satu wasilah terhindar dari musibah..
    Oh iya, jazaakillah khair sudah berkunjung ke blogku

    ReplyDelete
    Replies
    1. saat itu ibu sungguh tabah. setelahnya baru bisa menangis.saya yang harus hati2 memang.

      Delete
  16. baca sambil deg2an juga. syukurlah ibu dan anak2 mak ida masih diberi keselamatan..selebihnya smoga diganti yg lebih baik..*peluuk mak ida*

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun, yg sabar ya bun.. semoga segera mendapatkan ganti yg lebih baik.. alhamdulillah keluarga selamat :)

    wah gak nyangka ternyata azka udah nikah, dapat orang mana bun? barakallah yaa :)

    ReplyDelete
  19. betul mba, selalu berdoa meminta perlindungan dari Allah.

    ReplyDelete
  20. Semoga segera mendapatkan gantinya mbak.

    ReplyDelete
  21. Ya Allah, Mak. Kalau udah gitu, yang penting anggota keluarga selamat semua. Alhamdulillaah anak2 ga kenapa2 ya Mak. Nggak kebayang kalau tau2 nak2 bangun dan reflek teriak. Duh, jadi ngeri.

    Semoga pencurinya tertangkap cepat ya Mak. Aamiin. :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak. mereka tidur pules malajh selamat.

      Delete
  22. Alhamdulillah ibu dan anak2nya Mak Ida selamat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak riski meskipun trauma belum hilang

      Delete
  23. Merinding bacanya. Moga kita semua dilindungi Allah SWT aamiin

    ReplyDelete
  24. Mak ida...., saya juga pernah mengalami hal yang serupa. Maling lewat dari lantai 2, dan laptop juga yang kena. Masih ngeri ngebayanginnya, tapi Alhamdulillah Allah masih melimpahkan keselamatan untuk kami.
    Sabar ya mak, tiap musibah ada hikmah, dan insyaAllah pasti akan mendapat ganti yg lebih baik ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin makasih mak. ternyata mushibah bisa menimpa siapa saja ya

      Delete
  25. Bener2 ngeri deh mbak. Alhamdulillah keluarga selamat. Turut prihatin mbak :"(

    ReplyDelete
  26. Sabar ya mbak, Srmoga mendapat ganti, yang terprnting keluarga selamat. Turut prihatin

    ReplyDelete
  27. Ya Allah, mak, semoga pencuri2 itu secepatnya tertangkap, ya.
    Perampok itu pasti org2 sekitar yg udah tau keadaan rumah2 disana.

    Duh..miris bgt dengernya.
    Dulu rumahku jg beberapa kali dijarah maling, padahal gak ada isinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya setiap kejahatan pastinya akan mendapat balasan setimpal.

      Delete
  28. Sy meriƱding bacanya. Smg dpt diambil hikmahnya ya, Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mak. pastilah ada hikmahnya buat kami.makasih sudah mampir

      Delete
  29. Harta yang hilang bisa dicari. Alhamdulillah anak-anak dan neneknya tidak apa-apa ya, Mak. Semoga kita semua selalu dalam penjagaan Allah *hug*

    ReplyDelete

  30. Alhamdulillah.. yang penting keluarga mbak Ida baik-baik saja.. semoga pencurinya segera tertangkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin. makasih kang Lozz atas simpatinya

      Delete
  31. astaghfirullah, semoga tak terjadi lagi mak, ngeri membayangkannya.. tapi alhamdulillah tidak ada yang terluka

    ReplyDelete
  32. serem bgt mba...untungnya semuanya baik2 saja ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak. bersyukur bahwa hanya harta yang hilang,

      Delete
  33. Innalillahi, serem bacanya, Mak. Bahkan teralis pun bisa dilepas ya, niat banget malingnya :( Alhamdulillah ibu dan anak2 baik-baik saja. Itu yang paling penting ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Helda, teralis ternyata tidak anti maling.

      Delete
  34. duh serem mak... untunglah semua angota keluarga msh dilindungi.
    rumah saya jg pernah kemalingan, masuk lewat dapur. untung kamar tidur dikunci. cuma ngambil dompet sama hp di ruang tengah. rumah cluster waktu di makassar, jd ga ada pager.
    rumah sy skr yg di bogor jg ga pake pager. tp kita tetap tenang krn 'tampang' rumah apa adanya.
    sempat becanda sama suami. Katanya," Ngapain jg takut ada maling masuk. maling kan pilih masuk ke rumah gedong. liat rumah kita paling dia mikir: duh kasian banget ni orang ga punya duit sampe ga mampu beli pager." haha maklum rumah kami anti mainstreem karn hampir semua rumah di komplek pnya pager :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mak. semoga kita semua selalu dilindungi. makasih usdah mampir.

      Delete
  35. masyaAllah wah ngeri juga ya Bu Ustadz... semoga pencuri" itu mendapat yg setimpal dah... semoga lekas tertangkap ya bu aamiin aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin makasih doanya mas.makasih juga udah rajin mampir.

      Delete