Friday, March 6, 2015

Berita Kecelakaan dan Bukti Cinta Orang Tua



Credit

Siang ini mendapat cerita dari seorang teman, yang dituturkan dengan datar, tanpa gejolak emosi.

Seorang ibu pensiunan guru yang sudah cukup lanjut usia mendapat telepon dari nomer tak dikenal.
"Halo...bu aku kecelakaan...." Suara lelaki rendah tak begitu kedengaran.
"Halo kowe sopo.... Budi yo...?" tanya ibu itu.(Maaf namanya saya samarkan)
"Iyo bu, aku Budi, kulo kecelakaan ...." (iya bu, saya Budi, saya kecelakaan)
"Lha karo sopo? Bojomu  Wati neng endi?" sang ibunda agak panik dan percaya.
"Iki semaput neng sebelahku bu..." (ini pingsan di sebelahku bu)
" Oalah...kok suaramu malih?' (Oalah kok suaramu berubah?"
"Iyo buk, aku bar muntah darah. Buk aku butuh dhuwit....ibu kagungan tabungan pinten?" (iya bu, aku habis muntah darah. Bu, aku butuh uang, ibu punya berapa?)
" Ya ana nek wolulikur yuta..." (ada kalau duapuluh delapan juta)
"Nek tak silih pareng bu, aku butuh nggo berobat akeh..." (Kalau saya pinjam boleh bu? Saya butuh uang banyak untuk berobat)


"Yo oleh, ning aja kabeh..." (Ya, tapi jangan semua)
"Nek selawe pripun buk?' (kalau duapuluh lima juta bagaimana bu?)
"Yo rapopo, tak jupukke sik..." (ya tidak apa-apa, tak ambilkan)
“Ibu neng ndalem karo sopo?”(ibu di rumah dengan siapa?)
“Yo mung karo bapakmu wong tuwo loro tunak-tunuk” (ya hanya berdua dengan bapakmu, dua orang tua nunak-nunuk)
Setelah pamitan pada suaminya, ibu tua itu naik angkot ke bank, untuk mengambil uang.

'Anak'nya meminta sang bapak menjemput istrinya ke kota tempat ia kecelakaan. Dan berpisahlah mereka. Bapak pergi ke kota lain dan ibu pergi ke bank.

Sepanjang jalan anak menelepon bilang kalau Rp.25 Juta masih kurang dan bertanya apakah ibunya punya deposito. Ibunya menjawab ada. Maka iapun meminta untuk meminjam uang tersebut untuk menyelesaikan perkara kecelakaannya.
Ibu itupun menuruti. Total 70 juta ia siapkan. Bahkan ia memberikan alamat rumah kepada 'polisi' teman anaknya yang akan mengambil uang.

Singkat cerita terjadilah transaksi siang itu.Seorang yang mengaku polisi menemui ibu tua itu di rumahnya, mengambil titipan uang untuk anak tercintanya.

Sore harinya ibu itu menelepon ke nomer anaknya. Terbukalah semuanya:anaknya sehat wal afiat tidak mengalami kecelakaan.
Nah!
------


Dalam sepekan ini setidaknya ada 4 teman dekatku yang mengalami kasus serupa, tapi yang mengalami kerugian adalah ibunda salah seorang teman.
Yang ingin saya ceritakan justru bagaimana respon ibundanya menerima mushibah itu.

"Uang itu tabungan ibu selama 23 tahun. Termasuk uang pensiunan. 
Rencananya untuk cadangan jika bapak ibu sakit. Biar tidak merepotkan kalian. Nanti kalau masih untuk hingga bapak ibu meninggal, uang itu untuk kalian semua..." tutur ibunya kepada anak-anaknya yang lantas berdatangan dari beberapa kota.

"Uang itu halal semua, hanya saja itu memang bukan rejeki kalian.Semoga mushibah ini membersihkan bapak ibu dari dosa. Tak ada yang menghalangi jika Allah berkehendak memberi rejeki. Bahkan penipu itu tak dapat menghalangi jika telah menjadi rejeki kalian. Allah akan mengganti dengan cara yang lain ..."

Anak-anak melongo.
Pada awalnya mereka mengira orang tuanya akan terpukul dengan peristiwa itu.
Ternyata tidak. Kedua orang tua itu melanjutkan hidupnya, seperti biasa. Seolah tak ada kejadian itu. Tak ada tangisan, tak ada kesedihan. Ketika menceritakannyapun dengan datar.

"Alhamdulillah sing penting kowe dho slamet kabeh" kata ibu tua pada anak-anaknya. (Alhamdulillah yang penting kalian semua selamat)
"Alhamdulillah awake dewe wis munggah kaji yo Bune..." kata bapak tua kepada istrinya. (Alhamdulillah kita sudah naik haji, ya bu)

Setelah melakukan beberapa pengamanan yang diperlukan agar tidak terulang kasus serupa, mereka pulang ke kotanya masing-masing dengan membawa sebuah pelajaran: cinta ibu sepanjang jalan ...
Demi anak, ibu rela menyerahkan apapun yang dimilikinya. Anak tak kan bisa sepenuhnya memahami pengorbanan orang tuanya.

Bahkan ucapan pertama saat mengetahui ternyata anaknya selamat adalah "Alhamdulillah"
Bersyukur bahwa anaknya selamat, dan mereka hanya kehilangan uang, bukan kehilangan anak. Atau bahkan kehilangan keyakinan terhadap taqdir.

*****
Jadi masihkah anda percaya jika menerima telepon kecelakaan dari orang yang mengaku anggota keluarga?

Kisah lain tentang kecelakaan ada di sini.

43 comments:

  1. Ya Allah saya merinding bunda baca ini. Semoga Allah mengganti rezeki ibu itu.

    Saya akan ceritakan ini pada ibu saya biar waspada. Dunia semakin tua, ada2 saja oranf mau cari uang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget. saya sengaja tulis karena tiap hari ada saja yang tertipu,

      Delete
  2. Ya Allah saya merinding bunda baca ini. Semoga Allah mengganti rezeki ibu itu.

    Saya akan ceritakan ini pada ibu saya biar waspada. Dunia semakin tua, ada2 saja oranf mau cari uang :(

    ReplyDelete
  3. Kasih ibu sepanjang masa ya mba .... subhanallah ibu ini belajar berbesar hati dari pengalaman hidup beliau sendiri....

    *masih pengen tahu: ini berarti kasih uang cash ya mba?
    buat tambahan inform saja: bila kejadian transfer dan sadar beberapa saat kemudian kalo tertipu... secepatnya bisa telp call center bank tersebut supaya membatalkan transfer karena tertipu. nanti bank akan proses... ini pengalaman saya bekerja di BCA

    makasih sharing nya mak Ida... salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal. iya cash. ibu itu ambil tabungan dan tarik depositonya. herannya petugas bank kok ya tidak curiga. dalam kasusu lain dapat digagalkan petugas bank karena nasabah kelihatan panik

      Delete
  4. subhanallah...semoga Allah selalu melindungi qta smua dari segala marabahaya :)

    ReplyDelete
  5. hati ibu memang begitu, tp betapa jahatnys org yg menipu ibu td, makanya aku bilang ke mamaku klo ada orang yg nelpon spt ini jgn langsung percaya hubungi dulu aku atau org yg dekat dgnku

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak. tapi ibu itu mengira yang menelepon anaknya.

      Delete
  6. kasih bu yang tak pernah putusnya...Semoga selalu berkah dalam hidup...
    Salam Blogger Rembang Bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kembali mas Wijaya blogger rembang

      Delete
  7. Subhanallah, luar biasa Ibu tersebut.

    Wali murid sy juga pernah tertipu via telpon seperti itu. Kata beliau, saat ditlp seperti dihipnotis, mengikuti semua perintah sang penelpon. Jumlahnya memang tidak sebanyak itu. Tapi cukup bikin trauma.

    Terima kasih sdh berbagi cerita ya Mak ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, sepertir terhipnotis. ada yang sudah diperingatkan tetap tidak mau

      Delete
  8. merinding nih mak, orangtua memang rela berbuat apapun untuk anaknya yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah cinta orang tua mak. makasih telah berkunjung

      Delete
  9. ya Allah bu... aku sedih banget baca ini, semoga Allah ganti lagi rezekinya dengan yang lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin. semoga kita terlindung dari penipuan seperti itu

      Delete
  10. Ya Allah hati saya pedih bacanya :'(
    Tega banget yang nipu itu, tapi kayaknya ini mah penipuan berencana

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak. itu komplotan yang canggih.

      Delete
  11. Salam kenal Bundaa... saya juga pernah ditelepon, pas jam 3 pagi buta lagi, dari kantor polisi bilang keponakan kena razia narkoba dan minta tebusan 30 jt *penipubanyakmodus sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah untungnya enggak kena ya mbak. memang kudu hati-hati kita ini

      Delete
  12. Pernah ada temen yg mengalami hal itu ibuk.
    Disadap gt dah. Dan si penyadap itu pun berhasil menipu org tua temen saya itu serta mendapatkan uang 15 jt....
    Naudzubillah, smoga tehindarbdr org2 seperti itu amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga yang tertipu mendapat ganti yang lebih baik amiin

      Delete
  13. ah, orang zaman sekarang memang edan. kerjanya nggak bener.
    saya juga pernah ditelpon kalau anak saya kecelakaan. padahal, saya baru kelas 10 waktu itu. mana mungkin saya punya anak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha...salam kenal makasih udah berkunjung

      Delete
  14. MasyaAllah.. semoga masing masing mendapat balasan yang setimpal dari Allah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas Dian. hati-hati juga pesankan ke ortu untuk tdk gampang percaya

      Delete
  15. Sering denger nih penipuan model ini, haduuuuh... miris... :(

    ReplyDelete
  16. Subhanallah. Terharu banget dengan respon orangtua tsb.

    ReplyDelete
  17. Terharu bacanya mba meskipun bahasa jawa sih, ada yang sedikit yang tidak saya pahami (Saya orang Sulawesi mba), kalau bisa diartikan yah mba biar bisa bantu di share juga ke tmn2

    ReplyDelete
  18. Teman ayah mertuaku juga pernah mengelami hal serupa kayak gini mak, duh salut banget aku sama kelegowoan sang ibu, yang penting anaknya selamat :')

    ReplyDelete
  19. Harus hati2 dan cek kembali kebenarannya ya mbak.

    ReplyDelete
  20. ini sama persis dg ibu mertua. beliau sendirian di rumah (bapak sudah meninggal) ditelp jam 2 malam. ibu mengira yg kecelakaan Latif, putra bungsu beliau. lalu dikirimlah pulsa 800 rb, hutang ke tetangga krn anak2 ibu tdk ada yg di rumah. setelah tahu semua anak beliau sehat, beliau lega. menurut beliau keselamatan anak2 lebih penting. semua ibu memang sama, sama-sama memiliki keluasan cinta :)

    ReplyDelete
  21. ibu saya juga beberapa kali dapat telepon seperti ini Mbak, cuma yang telepon laki-laki sambil menangis teriak-teriak, malam hari lagi telponnya...serta merta dimatiin aja sama ibu saya hpnya

    ReplyDelete