Wednesday, May 16, 2012

Inspirasi 4 : Hemat dan Rajin Menabung


Oleh : Ida Nur Laila

“ Kalau memasak berdua, bumbunya satu bawang merah dan satu bawang putih...”
“ Jika bawang merahnya sebesar ini, separo saja sudah cukup...” terang ibu mertuaku sambil menunjukkan bawang merah khas Tawang Mangu, oleh-olehnya yang lumayan besar ukurannya. Orang menamakannya ‘bawang lanang’, mungkin karena ukurannya yang besar, bukat,  dan hanya satu siung layaknya bawang bombay.
Ini adalah  bulan pertama pernikahanku. Ibu mertua menengok rumah kontrakan kami, memberiku modal seember beras, beberapa bahan makanan seperti aneka bumbu dapur, sayuran, gula, garam. Juga aneka peralatan dapur, seperti : gelas satu lusin, piring setengah lusin, panci, wajan, parutan kelapa, pisau, sendok, garpu,  bahkan cobek dan ulekan kayu. Modal yang sangat berarti bagi kami yang sedang memulai berkeluarga.
Mendengar setiap nasehatnya,  mengangguk-angguk sambil tersenyum mengiyakan. Subhanallah, betapa cermatnya ibu mertua mengajariku.

“ Perempuan harus bisa ngecakke uang belanja, agar bisa menabung. Ini kubelikan celengan. Tiap hari, sisa uang belanja ditabung disini. Nanti jika membutuhkan, misalnya mau hari Raya, atau kebutuhan melahirkan, tinggal dibuka...”
Ibu mertuaku menyerahkan sebuah celengan berbentuk ikan sepanjang kira-kira 50 cm. Hmm celengan yang cukup besar. Akupun menurut saja, setiap kali memiliki uang receh, kuberi makan ikan plastik berwarna biru itu. Hingga beberapa tahun, tak kunjung penuh. Mungkin aku kurang banyak memberi makan. Atau mungkin uang belanjaku yang jarang tersisa.
Kurasakan kemudian setelah tahun kelima pernikahanku, aku sering mencongkel uang dari perut ikan itu...jika kehabisan uang belanja.
Betapa sayangnya beliau kepada kami, dengan pengalamannya, beliau memberi nasehat penuh ketulusan. Aku tidak melihatnya sebagai sebuah intervensi atas rumah tanggaku. Aku hanya melihat kasih sayang dalam setiap nasehat itu.
Pelajarannya adalah tentang pentingnya berhemat dalam  pola  hidup kita; dan pentingnya menabung walaupun sedikit, karena kadang ada keperluan mendadak dan mendesak.

No comments:

Post a Comment