Monday, April 21, 2014

Lindungi Anak dari Pedophilia


Bunda, tiba-tiba saja kita tersentak oleh kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang siswa TK di sebuah Sekolah Internasional. Miris dan geram mendengar bagaimana siswa yang baru berusia 5 tahun ini menderita akibat serangan pelecehan itu.

Sebenarnya gimana sih, cara melindungi anak-anak dari predator pedophilia yang bahkan mungkin ada di sekitar kita. Predator yang mungkin justru orang-orang yang seharusnya memberikan perlindungan?

Kita tidak cukup hanya mengeluh, mengutuk atau mengisolasi anak-anak agar tidak bergaul dengan lingkungan. Tidak mungkin bukan?
Anak kita butuh belajar bersosialisasi dan mereka juga harus belajar tangguh menghadapi hidup.
Pertanyaannya adalah: sudahkan kita membekali mereka dengan pengetahuan yang memadai sejalan dengan usia dan perkembangan mereka?
 
Revo dan teman sekolah 





Sebagai orang tua, kadang  mengalir saja kemana arus hidup ini membawa perkembangan anak-anak kita. Berbaik sangka bahwa segala sesuatu akan berjalan baik-baik saja sebagaimana seharusnya. Hingga lengah untuk mempersiapkan kejadian buruk yang tak terduga.
Yaah seperti yang dialami adik kita di atas dan mungkin juga dialami anak-anak lain yang tak diekspos oleh media.

Pendidikan seksual sejak dini, adalah salah satu cara preventif agar anak punya patokan. Punya pemahaman kapan saat harus berkata tidak untuk sesuatu yang tidak senonoh. Karena tak selamanya kita ada di samping anak. Mereka juga memiliki kehidupan yang harus mereka perjuangkan sejak sekarang.

Tentang pendidikan seksual untuk anak usia 0-7 tahun, pernah saya tulis di sini.
Adapun untuk usia 7-14 tahun, bisa disimak di sini.

Saya mengulas bagaimana orang tua menerapkan mulai dari kehidupan keluarga. Mencontohkan aplikasinya dan mendialogkan pemahamannya. Untuk memudahkan telah saya kupas sesuai terminal usia 7-10 tahun dan 10-14 tahun.

Target akhir masa ini adalah:
1.     Anak memahami hakikat baligh
2.     Anak memahami dan melaksanakan kewajiban syar’i seperti bersuci, sholat, zakat, puasa, menundukkan pandangan dan menutup aurat.
3.     Anak memahami dan mempraktekkan adab-adab Islami dalam pergaulan.

Revo dan Bintang sohibnya 
Semoga kita dimudahkan membersamai anak selama masa remaja di dunia modern ini. Sesekali mintalah ijin untuk meneliti isi hp, BB, laptop atau tablet milik anak kita. Sebagai bagian dari tanggung jawab orang tua.
Saya ulas juga tentang bagaimana jawaban dan sikap kita saat anak bertanya tentang kasus perkosaan.

Ingin menyimak? Baca selengkapnya di sini ya.
Yang ingin punya program punya anak, yang ingin tahu perkebangan balita. Klik di sini ya.

22 comments:

  1. Nice post mak..anak mmg harus diberi pemahaman dini soal "bisa berkata tidak" untuk hal hal yg menjurus ke tindakan tdk senonoh. Pr utk kita ortu.

    Salam kenal ^^

    http://bandarkrupux.blogspot.com/2014/04/b-blogs-i-am-blogger-menulis-itu.html?m=0

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal Irene Widya. senang telah dikunjungi.

      Delete
  2. Phedopilia itu knp ya mak? maksudnya kok bisa kena phedopilia.. ngeri juga ya jaman skrg aneh2 aja kelakuan orang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah mungkin perlu penelitian lebih lanjut ya, mengapa mereka menyasar anak-anak....

      Delete
  3. Thanks sharingnya Mak ida, aku juga nih anak makin gede bawaannya jadi makin galau >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak rahmi, kita berbuat yang terbaik semampu kita ya.

      Delete
  4. semoga anak2 kita selalu dilindungi Allah SWT. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Thanks for sharing, Mak :) Aku jadi belajar lagi

    ReplyDelete
  6. Iya Bu, kadang bingung jelasinnya ke anak2..nice sharing Bu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. okee setiap anak unik dan kita harus menyesuaikan ya....

      Delete
  7. terima kasih ya mbak ida untuk sharingnya, semoga sebagai orang tua lebih perhatian lagi supaya anak-anak terhindar dari hal yang demikian

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin makasih kunjungannya mama Cal-Vin

      Delete
  8. Replies
    1. iya anehnya kok sepertinya makin banyak saja ya

      Delete
  9. na'udzubillah. smoga tdk menimpa anak-anak kita. amin...

    ReplyDelete
  10. memang harus di tanam sejak dini ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget, mak. biasanya orang tua nyadar kalau sudah ada kasusu. semoga anak-anak kita baik-baik saja ya mak.

      Delete
  11. Thanks for sharing Mak. This is just my to cents, mungkin tontonan yang nggak baik, internet dengan konten negatif, bacaan yang kontennya negatif juga membuat kasus pedofil sepertinya meningkat ya. Seolah2 seperti ini, yang tadinya tidak tahu apa it pedofil, lalu karena banyak konsumsi konten negatif termasuk yang berbau pedofil, akhirnya timbul pikiran2 buruk tidak hanya terhadap lawan jenis yang sama2 dewasa, tapi melihat anak2 pun jadi mikir yang tidak2. Saat diri tak ada benteng lagi, kesempatan ada, akhirnya tergoda bisikan syetan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak...persoalannya memang rumit ya...

      Delete