Sunday, May 18, 2014

Revo Tuan Rumah yang Baik



Po
Hari ini adalah salah satu hari yang paling dinantikan oleh Revo. Pasalnya, teman-temannya dan ortu mereka akan datang untuk menghadiri acara POMG di rumah kami.
Sejak sepekan sebelumnya Revo telah menghitung mundur tiap harinya.


Pagi ini ia juga sibuk membantu menyiapkan tempat, menggelar tikar dan lain-lain.
Hal positif lain, Revo juga bersegera mandi pagi untuk menyambut kedatangan teman-teman.

Mengingat akan kebanjiran tamu kecil dalam jumlah banyak, saya mendialogkan situasi yang akan dihadapi bersama Revo untuk membuat aturan main.
“Nanti teman-teman boleh diajak main game?” tanyanya.
“Tidak Po, tidak ada yang boleh main game....”
“Kenapa nggak boleh, kan hari Minggu boleh main game?”
“Dulu kan sudah ada kesepakatan, kalau orang tua sedang acara, anak-anak tidak boleh main game atau internet...”
“Oke...kalau ipad boleh?”
“Boleh....”


Saya menerangkan area mana saja yang temannya boleh masuk, dan area mana yang tidak.
“Kenapa temannya hanya boleh di ruang tamu dan halaman belakang?” tanya Revo, Itu adalah area tambahan selain garasi, tempat acara, teras dan halaman depan.
“Kalau di bawa masuk rumah, tuh kakakmu pada gak pakai kerudung, trus nanti rumahnya bisa berantakan karena anaknya banyaaak sekali....

“Kalau yang tak bolehin masuk cuma satu?”
“Tidak Po, kita harus adil, semua tamu tidak masuk ruang tengah...”
“Oke...” Revo setuju.

“Boleh main kucing?”
“Boleh tapi si Max aja yang nurut...” Max adalah kucing termalas sedunia yang tidak bakalan lari, tidak pernah mencakar dan jinak pada siapa saja.

“Kalau temanku masuk kandang...boleh gak?”
“Tidak, mereka boleh lihat Sushi sama Riki dari luar kandang saja. Kandangnya terlalu sempit untuk dimasuki banyak anak...”

“...lagian nanti Riki bisa melarikan diri...”
“Tak jagain wis...” bujuknya.
“Tidak Po, kecuali kalau dapat ijin dari kakak, Max saja dikeluarin dan tidak ada temanmu yang masuk kandang...”
“Oke...”

Semua berjalan baik. Revo memimpin temannya bermain di halaman belakang. Main sepeda, panjat-panjat, ayunan, tembak-tembakan, petak umpet dan main kucing. Sesekali ia minta ijin tambahan untuk beberapa hal yang belum kami bicarakan.
Saya membersamai pertemuan orang tua.

Setelah semua acara selesai dan para tetamu pulang, saya melihat SMS yang dikirim si sulung.
“..Mi, Revo bagiin hotwheels untuk teman-temannya.....” laporan nih.

Kami punya koleksi hotwheels yang cukup banyak. Dikoleksi sejak kakak pertama hingga Revo. Kuingat dulu mereka menabung untuk menembah koleksi dari waktu ke waktu. Tersimpan baik dalam wadahnya dan kadang mereka menjajarkannya untuk bermain bersama, karena kami juga punya arena untuk kebut-kebutan.

Kusambangi Revo yang sedang bermain dengan seorang temannya yang belum dijemput.
“Po, tadi kamu bagi-bagi hotwheel...?”
“He-eh...”
“Berapa yang kau bagi?”
“Mmm tujuh...!”

“ Po, lain kali kalau mau bagi-bagi mainan, kamu minta ijin dulu...”
“Kenapa?" Mungkin ia berfikir, bukankah Uminya juga suka membagi mainan...
“Hotwheels itu kan koleksi bersama, bukan milik pribadimu. Itu juga punya mamah, punya mas Amar, punya bang Dif...kalau kamu mau bagi ke temanmu, kamu minta ijin saja kakak-kakak juga...boleh apa nggak dibagiin...”
“Ya...” Revo mengangguk walaupun aku melihat ia masih berfikir.
“Yang sudah terlanjur ya biar, tapi besok lagi kamu minta ijin ya...”
“Oke...”

Mengapa saya perlu menegaskan hal tersebut pada Revo

Pertama perlu kita memahamkan pada anak tentang hak milik. Memang kami mengajarkan dan mempraktekkan kedermawanan, tetapi kami juga mengajari untuk menghormati hak milik. Saat akan membagikan baju atau mainan bekas Revo, saya selalu minta ijin padanya, mana yang boleh dibagikan. Revo juga harus mengerti bahwa kita hanya boleh membagikan barang pribadi, bukan barang bersama.

Kedua, ini bukan kali pertama Revo melakukan acara bagi-bagi. Dulu sudah pernah ia membagikan mainan robot, karena itu memang milik dia, saya membiarkannya. Namun pernah juga ia membagikan uang 100 rb pada teman kecilnya saat temannya main ke rumah.

Revo punya beberapa lembar ratusan ribu dari ia mengumpulkan uang saku dan pemberian saudara. Uang itu mengisi dompet kesayangannya, seperti kakak lain juga punya tabungan dalam dompetnya. Saat temannya datang, ia bertanya apakah temannya punya seratus ribu, karena temannya tidak punya, maka Revo memberinya satu...

“Dompetmu kok dikeluarin buat apa Po?”
“Aku tadi kasih uang sama temanku...”
“Berapa Po?’
“Seratus ribu...”
“Hah...100 ribu?’
“Iya...kata Umi kan kalau kita bagi-bagi uang, nanti diganti sama Allah lebih banyak lagi....!”
Wow...masuk bener pelajarannya....

“Tapi kalau anak kecil seperti kamu, belum bisa cari uang, kalau bagi-bagi jangan 100 ribu, lima ribu saja ya....”
Kubayangkan kemarin ia memecah celengan dan menghitung recehan hingga ditukar padaku tigaratus ribu lebih...dan sekarang yang seratus ribu diberikan temannya....

“Kan kata Umi, memberi lebih banyak lebih baik....!” jawabnya enteng.
Waah apa pendapat pembaca...?

12 comments:

  1. ckckckkckck.. sungguhhh anak yang baik dan luccuuu sangat....

    hehehhehee gapapa revo bagi-bagi duit aja yang banyak biar umi yang cari duit dan pahalanya nambah terusssssss #lohhhhhh!! :))

    ReplyDelete
  2. mak Icha mau dapat bagian...? haha

    ReplyDelete
  3. Jadi inget anak teman saya yg juga hobi bagi-bagi mainan, termasuk juga hobi diajak tukar bekal makanan di sekolah. Endingnya teman saya yg pusing, karena udah disiapin bekal makanan yg bergizi, eh anaknya malah makan cemilan-cemilan gak tau apa, karena rela aja diajak tukeran ama teman2nya yg ngincar bekalnya. Hehehehe.. Emang gak gampang yaaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi anak-anak sudah pandai bersosialisasi....

      Delete
  4. Anakku juga suka bagi-bagi sama temennya mak.. kalau ke swalayan beli sesuatu ia slalu minta dibelikan lebih dari satu pcs , seringnya 1 pack, (baik mainan, jajanan dll) untuk dibagi ke temennya. Saya masih oke2 saja walau blanjaan hbs agak banyak jadinya, krn menurut saya itu hal positif untuk membentuk sifat dermawannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mak....Revo bahkan minta shodaqoh kerupuk untuk teman-temanya...hahaha

      Delete
  5. Aku mau ndaftaar... minta bagian sama Revo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo ke rumahku...mau robot, hotwheels atau uang 100 rb titi esti hihi

      Delete
  6. Aku mau ketemu Revo aaah, kali2 aja dikasih duit hihihiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi mak Lusi malah dimintai duit....

      Delete