Thursday, June 5, 2014

Warisan untuk Anak Cucu.



Generasi sekarang kadang disebut generasi instan, karena pola makannya yang cenderung suka yang instan. Biasanya juga ada faktor pengaruh orang tua. Orang tua modern yang maunya serba praktis....seperti saya #halah...seringkali  mencari jalan pintas atas nama efisiensi.

Siap santap

Suatu ketika saya bertanya pada sekumpulan ibu-ibu muda tentang apa saja isi kulkasnya. Hmm ternyata jawabannya rata-rata seragam: nugget, sosis, dan aneka makanan beku adalah kesamaan nasional.


Memang ada sayuran segar. Namun makanan olahan dan awetan adalah menu wajib terutama saat sarapan pagi.

Selera anak-anak menjadi selera global, termasuk dalam budaya kuliner, bukan hanya dalam hal budaya lain. Pizza, spagetti, cereal, biskuit, ayam goreng renyah, stik kentang....lebih akrab di lidah dan dalam ingatan anak-anak, terutama anak kota.

Jajanan tradisional

Prihatin ya ketika anak-anak asing dari kekayaan ragam makanan tradisional.
Siapa yang akan menjaga warisan selera ini jika bukan bermula dari keluarga.
Acara keluarga tematis yang digelar beberapa kali dalam setahun, adalah bagian dari cara kami menjaga warisan nenek moyang ini.

Lihatlah menu yang disajikan, nasi uduk, ingkung ayam, sambal goreng kentang, dele goreng, lalapan, tempe dan tahu goreng, rempeyek dan kerupuk. Adapun camilan terdiri dari utri, suweg rebus, ganyong rebus, lemet, matakebo, tahu susur dan lentho.

Ajaibnya, anak-anak sangat suka lentho.
Apa itu lentho?

Lentho.dokpri

Makanan yang dibuat dari singkong parut, dicampur dengan kelapa muda parut, kacang tholo rendaman, atau kacang tanah, dan bumbu bawang putih, kencur, tumbar, daun jeruk, kemiri, garam. Setelah dicampur diuli, dikepal dengan tangan dan digoreng hingga matang.

Wuah dimakan pakai cabe...lezatnya bukan kepalang.
Senang ya jika anak-anak menyerbu sajian tradisional dengan kegembiraan.

 
warisan untuk anak cucu
Menu favorit lain adalah bothok, oblok-oblok dan sayur tumpang. Sayangnya dalam acara kumpul keluarga kemarin tidak dibuat. Biasanya menjadi menu lebaran bersama lontong opor, sop manten dan pecel pondoh.

Saya pernah cerita tentang anak-anak dapur, dan kami ingin anak-anak kami juga menjadi anak-anak dapur yang suka kuliner dari dapur sendiri. Ingatan kehangatan dan wangi masakan rumah yang akan memanggil pulang mereka sejauh manapun mereka pergi.

Kalau terpaksa jajan karena tidak sempat masak...ya uwis lah.


 

28 comments:

  1. jajanan tradisional tak kalah enaknya dengan yang instan padahal ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak lidya...makasih ya udah mampir ...silahkan nyicip hihi

      Delete
  2. suka quote ini :
    Ingatan kehangatan dan wangi masakan rumah yang akan memanggil pulang mereka sejauh manapun mereka pergi.anannya enak enakk.... pastilah ana

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya mak...komennya belum selesai ya...

      Delete
  3. Saya biasa mengajak anak-anak untuk bikin kue. Biarpun laki-laki harus tau dapur

    ReplyDelete
  4. maaaaak aku suka banget lentho kangeeen bingit klo mau nyobain mesti pulkan ke yogja disini gak ada :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo ke rumah tak buatin lentho

      Delete
    2. Saya juga maaauuu dong dibuatin lenthooo ^_^

      Delete
    3. yuuuk mampir janjian dulu hehe

      Delete
  5. patut dicontoh inih..
    makasih ummi atas inspirasinya... ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama. makasih juga sudah mampir

      Delete
  6. wah bau tahu ya namanya Lentho Mba....anak2 harus kenal makanannya sendiri ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. enaak deh mak. semoga sempat nyobain

      Delete
  7. hehehe, kalau orang tua yang ambil cepat sih ya itu tadi sosis nuget dsb.
    Tapi bagaimanapun makanan tradisional masih uenak banget bund kalau disantap bareng2 daripada asal barat

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanan tradisional kaya bahan dan kaya rasa

      Delete
  8. Pengen banget makan Lentho. blum pernah nyoba..

    ReplyDelete
  9. Mak sok kita bikin ginian ya mak. Aku ikut masak wes :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak Lusi kapan ke jogja, tak ajak bikin lentho

      Delete
  10. saya termasuk yg praktis2, mak.. sekarang pengin mengubah pola kerja biar bisa sering eksplorasi di dapur. doakan ya mak..:)

    ReplyDelete
  11. Org tua juga ada baiknya gak boleh males2 masakin yg tradisional buat anak2 yes, Bu. :D

    Lama enggak maem bothok yang pedes. Yummi.

    ReplyDelete
  12. kenal semua sama makanan itu, apalagi bothok, sampe sekarang suka nagih2 sama mamah saya buat bikinin atau bikin sendiri, enak dan ramah lingkungan, semuanya alami, ga pake minyak lagi :D

    ReplyDelete